Kamis, 01 Maret 2012

Ku Menikah

Nasihat Ibuku Jelang hari 'H' malam sebelum 02102010

Pencariankoe terinspirasi dari buku ini... di bawah ini ada tulisan yang diambil dari buku tersebut..seperti ungkapan hati dan rasakoe saat ini.. sbg pengingat nanti dalam bahtera perjuangan sebenarnya. Amiin..


Dunia ini lautan dari semua kemungkinan dan pilihanku sesungguhnya tak terbatas. Aku memilih untuk mengikuti kebahagiaanku dan akhirnya kebahagiaanlah yang memilih untuk mengikutiku. Aku meraih potensi tertinggi diriku dan aku membiarkan orang-orang untuk meraihnya juga. Aku fokuskan diriku pada kekuatan pikiran dan hatiku dan menggenggam tujuanku sebagai refleksi dari harapan serta mimpi-mimpiku. Aku mendengarkan hati nuraniku dan ia membimbingku pada kebaikan-kebaikan. Aku sangat bersyukur atas anugerah terindah yang sangat aku idam-idamkan selama ini. Dan rasa syukurku terus bertambah seiring bertambahnya kebaikan yang aku terima. Dengan gagah berani aku tetap melangkah dalam perjalanan ini dan hidupku ini adalah inspirasi bagiku. Akulah yang bertanggungjawab pada hidupku dan aku sendiri yang harus berusaha membuat mimpi-mimpiku terwujud. Waktuku telah tiba untuk bersanding dengan lelaki pilihanku. Aku senandungkan perasaanku melalui ayat-ayatNYA. Permintaanku kepadaNYA selama ini sungguh menggunung. Aku bersyukur karena Allah telah hadirkan dia untukku. Sungguh, tak terlintas sebelumnya dia ada dalam pikiran atau mimpi-mimpiku. Dia tiba-tiba saja datang menyapa dan aku katakan 'Ya' untuk sesuatu yang berat tanggung jawabnya. Dari manakah datangnya semua kekuatan ini ? Tak lelah ibuku menasihatiku. semua nasihatnya ternyata memberikan kekuatan baru untukku sehingga aku makin yakin melangkah lebih jauh lagi. Tak henti-hentinya ia membisikkan ke telingaku bahwa aku adalah gadis kecilnya yang hebat. Aku masih ingat kata-katanya. Bersinergi dengan pendampingku kelak dalam mengarungi bahtera rumah tangga menjadi nasihat pertamanya. Banyak bertanya untuk segala hal yang tidak aku pahami menjadi jalan untuk masa depan. Ia pun mengajariku untuk selalu mencari jawab dari semua pertanyaanku. “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (QS. An-Nahl (16) : 43).Nasihat keduanya untukku adalah agar aku senantiasa jujur dalams etiap urusan. Aku dan pendampingku dituntut untuk jujur dan saling terbuka sejak hari pertama akad nikah diucapkan hingga akhir kehidupan kami. Kejujuran kami akan sangat berarti bagi proses perkembangan anak-anak kami kelak. “ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur),” (QS. At-Taubah (9) : 119).Nasihat ibuku terus berlanjut. Aku tahu pasti nasihatnya banyak sekali karena ia sudah pernah berada di sana, di tempat yang akan aku datangi tak berapa lama lagi. Aku percaya kepadanya bahwa nasihatnya sungguh mulia. Ibuku sangat mewanti-wanti agar aku selalu menjaga rahasia-rahasia kehidupan kami berdua, sekalipun terhadap orang dekat. Dengan demikian, rumah kami nantinya senantiasa dikelilingi pagar kehormatan dan kemuliaan. mataku masih terjaga saat ibuku menyelesaikan nasihat ketiganya. Sungguh, aku tak sabar ingin mendengar nasihat keempatnya karena aku benar-benar membutuhkannya. Tak sungkan ibu mengatakan hal penting lainnya tanpa aku paksa. Ibu sungguh senang saat itu. Ia katakan kepadaku bahwa aku tidak perlu membebani diri dengan hal-hal di luar batas kemampuanku. dengan begitu niscaya aku dan pasanganku dapat menemukan dan merasakan sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi di dalam rumah tangga kami. Aku terus mengangguk dan mengulang-ngulang naishatnya. Tidak cukup mengingatnya saja, aku menuliskannya karena aku takut suatu saat nanti aku lengah, catatanku nantinya dapat aku wariskan kepada putra-putriku, persis seperti yang ibu lakukan kepadaku saat ini. Aku terus meminta kepada ibuku untuk menambahkan kebijaksanaan dalam hidup melalui nasihat kelimanya. Ibuku berkali-kali mengulang kata ini. “sabar, sabar dan sabar,”. Aku diminta sabar dalam persoalan cinta, persoalan hidup, dalam menerima perbedaan dan dalam beramal shaleh. Aku rasa semua nasihat itu belum cukup untuk bekalku. Aku masih merajuk meminta satu nasihat lagi kepadanya. walaupun malam makin menepi, tak tampak kelelahan dari ibuku. Menurut ibuku, aku pun dilarang mudah capek dan menyerah karena masih ada satu kewajiban lagi yang harus aku lakukan nantinya. Aku dan pendampingku harus senantiasa saling menjaga dan melindungi benih-benih cinta yang telah tumbuh dan berkembang dalam hati sanubari dari penyakit-penyakit hati. namun, tidak cukup itu saja, karena ternyata aku pun harus mampu membedakan cinta dan nafsu. Ibuku menghentikan nasihatnya hingga nasihat keenam. Menurutnya, aku masih bisa mendatanginya kapanpun aku mau, bukan saat aku dalam masalah, bukan oula karena aku mengadukan suamiku, melainkan karena aku merindukan kelembutan dan nasihat-nasihatnya. Tak kuasa kubayangkan kelak apakah aku bisa melakukan hal ini bersama putriku. Ya Allah, perkenankanlah aku melalui masa-masa indah seperti ini. Ibuku telah berbuat segalanya demi kebahagiaanku. beberapa hari lagi aku tak lagi menjadi tanggungan ibu dan ayahku. Aku sudah menjadi tanggungan suamiku. Tak sabar rasanya menjalani tanggung jawab yang satu ini. Aku merasa tertantang. Dengan doa orangtuaku, aku mulai melangkah . Aku menyelamati diriku. Selamat, aku benar-benar layak mendapatkan kebahagiaan yang selama ini aku impikan. Terima kasih karena aku masih diberi kesempatan untuk merasakan cinta dan kebersamaan. Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Mungkin belum banyak, karena aku yakin kehadiranmu di sisiku dapat menyempurnakannya. Sampai jumpa nanti 'Suamiku'. 

Senin, 08 Maret 2010

Nabung Yuuk!

Menabung itu sebenarnya sangat mudah, bila anda tahu caranya. Berikut tips mudah menabung:

- Sisihkan dana untuk ditabung terlebih dahulu sebelum Anda membayar kebutuhan hidup lainnya.

- Jadikan tabungan sebagai pos pengeluaran. Masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan sama seperti tagihan telepon, transportasi, dan makan.

- Miliki rekening khusus tabungan. Rekening terpisah memungkinkan dana yang terkumpul tidak terpakai untuk pengeluaran lain

- Manfaatkan fasilitas auto debet dari rekening gaji Anda ke rekening tabungan. Dengan begitu Anda tidak perlu repot-repot datang ke bank atau ATM untuk mentransfer atau pemindahbukuan.

- Simpan uang receh. Berbelanjalah hanya dengan uang kertas. Jika Anda mendapat kembalian uang logam, masukkan uang tersebut ke dalam celengan. Jika sudah penuh masukkan ke dalam rekening Anda di bank.

- Naikkan setoran tabungan tiap kali penghasilan naik. Setiap kali Anda mendapat bonus atau THR, sisihkan terlebih dahulu untuk menambah tabungan Anda. Begitu juga ketika gaji naik, maka naikkan juga jatah setoran tabungan Anda.

Tetap SEMANGAT!

Rasa Itu



Hati koe beberapa minggu ini berbeda...aku tidak tahu apakah karena dia...
Rasakoe belakangan juga berbeda..aku juga tak tahu apakah karena dia...
Wajahkoe mungkin juga berbeda...apakah karena dia...
Tujuan dan harapankoe juga berubah...apakah karena dia...
Entahlah...yang pasti aku memang berbeda beberapa minggu ini..
Ternyata ada seseorang memang akan merubah segalanya...apalagi jika nanti dia ada untuk selamanya...saat suka, duka atau hambar...saling berbagi cerita, beban dan cita-cita..dan kebahagiaan..
Aku hanya berdoa smoga...dia siap berbagi selamanya dengankoe..agar tak ada fitnah, lebih tenang dan lebih pasti dalam menggapai cita dan asa bersama...Amiin

Dia ada karena kita ada...smoga dia juga merasakan rasa yang aku rasa...

Jumat, 20 November 2009

Tetap Semangat

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan performa kerja kita setelah berlibur. Ini dia contekan dari CC!

Semangat di meja kerja
Meja kerja adalah 'rumah' kita di kantor. Sebagian besar waktu kita habiskan di sini. Supaya kita makin betah, percantik, dong, meja kita.

Tanaman hijau atau bunga cocok untuk mengingatkan kita pada keindahan alam. Apalagi kalau kita habis berlibur ke tempat terbuka seperti pegunungan. Bisa juga kita letakkan foto-foto lucu, seperti kucing kesayangan kita, pacar, atau sahabat-sahabat tercinta. Keinginan untuk have fun bareng mereka bisa memotivasi kita untuk giat bekerja. Sebelumnya bebaskan dulu meja dari sampah menumpuk, ya!

Target baru
Setelah senang-senang berlibur, nggak ada salahnya kalau kita bikin target baru. Bila beberapa waktu lalu, target kita hanya diangkat sebagai karyawan tetap, tentukan target yang lebih tinggi.

Buat, deh, target jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, nih, dalam 6 bulan ke depan kita berencana mendapat peran lebih besar dalam menangani suatu proyek. Untuk mencapai target itu, kita harus mendapatkan kepercayaan atasan lebih dahulu.

Untuk jangka panjang, kita bisa saja, tuh, memasang target untuk jadi kepala divisi tertentu. Kalau ingin mencapainya, tentu kita harus mencapai target kecil dulu. Atur prioritas sehingga kita mampu melakukannya. Kalau perlu, tuliskan target kita di kertas dan tempel di meja kerja. Saat kita mulai malas, baca lagi, deh, target yang ingin dicapai agar kembali semangat. CC

Jurus Bebas Gosip

Di mana pun, termasuk kantor, biasanya ada saja orang yang selalu mau tahu urusan orang lain. Itu, tuh, kayak tokoh Elaine di serial Ally McBeal dulu. Dia kayaknya paling nggak bisa melihat orang lain tenang. Bayangkan, deh, seandainya mereka teman sekantor kita. Dijamin, setiap gerak-gerik kita di kantor nggak lepas dari perhatiannya! Salah-salah, nama baik kita bisa tercemar.

Bukannya parno, tapi mendingan sedia payung sebelum hujan. Hindari, deh, sikap yang bisa memancing timbulnya gosip. Muncul dengan muka kusut dan mata lebam, misalnya, bisa-bisa dikira habis bertengkar dengan pasangan (padahal, sih, nangis gara-gara nonton The Break-Up).

Hati-hati juga dalam memakai bahasa tubuh. Saat di kantor, bersikap sewajarnya, deh, apalagi kalau kita anak baru, atau memang 'seleb' lokal. Cekikikan atau marah-marah di telepon sebaiknya tidak kita lakukan di lingkungan kantor saat lagi jam kerja.

Kalaupun terpaksa bertindak di luar kebiasaan, kasih penjelasan dengan teman kantor yang paling dekat dengan kita. Kalau bisa perbesar volume suara kita. Jadi nih, kalau si biang gosip memulai aksinya, banyak yang nggak peduli karena sudah 'nguping' sendiri penjelasan kita.
from Cita Cinta

Sabtu, 16 Mei 2009

Belajar dari Lalat


Giliran Lalat Bercerita

Mengamati lalat yang terbang di dalam mobil di sekitar dashboard mobil, lalat itu terbang berputar-putar di dashboar mobil, dari atas-kebawah, ke kanan kekiri, saya berusaha mengusir lalat tersebut ternyata lalat itu cukup lihat untuk menghindar, saya buka kaca jendela mobil untuk menghilangkan hawa panas dan membiarkan lalat itu pergi, sesaat saya masuk kerumah untuk memasukan barang, karena saya ingin pergi.

Setelah sesaat saya kembali ke mobil, lalat itu belum pergi tetapi, Di salah satu sudut dashboard mibl, saya melihat lalat itu ternyata telah terbaring mati, mungkin karena kepanasan terkena matahari, padahal jendela mobil telah saya buka lebar-lebar Seandainya lalat tersebut mau berusaha terbang menuju ke jendela itu, mungkin dia telah menikmati kebebasannya, padahal jarak dashbord ke jendela tidak lah jauh..

Dia berusaha keras untuk menembus kaca tersebut. Namun sekeras apapun dia bekerja, tidak akan pernah mungkin bisa menembus kaca tersebut. Akhirnya lalat tersebut mati karena kehabisan tenaga, mungkin mati dengan rasa penasaran, mengapa cahaya kebebasan yang seolah-olah hanya tinggal sejengkal lagi tidak dapat diraihnya... .

Coba berfikir dan belajar dari apa yang saya lihat dari lalat tersebut sambil membuang mayat dari lalat tersebut bahwa Banyak diantara kita yang terjebak dalam kehidupan seperti lalat itu. Kita berusaha bekerja keras dengan harapan akan mampu mengangkat kehidupan kita ke taraf yang lebih baik. Tapi semakin kita bekerja keras, semakin kita tidak mempunyai waktu, untuk diri kita sendiri maupun keluarga. Dan pada satu titik tertentu, mungkin kita akan merasa frustasi, karena semua kerja keras yang kita lakukan tidak bisa memberikan harapan seperti yang kita inginkan.
Terkadang, di dalam kehidupan, bekerja keras saja tidaklah cukup.
Kita harus BERUBAH ARAH. Banyak orang berpendapat, bahwa berubah arah berarti berganti pekerjaan atau pindah perusahaan.
Mereka yang termasuk dalam kategori ini, bisa diibaratkan lalat tersebut yang berusaha terbang ke kiri-kanan, atas-bawah, tapi selalu menghadapi `kaca' yang selalu menghalangi langkah mereka.
Jika kalian berada dalam situasi tersebut, mungkin berubah arah disini berarti PERUBAHAN YANG TERJADI DI DALAM DIRI ANDA, bukan di luar.

Bagaimana dengan cara kerja kalian, sudahkah kalian bekerja secara efektif dan efisien ?
Bagaimana dengan pengaturan time management kalian ?
Bagaimana dengan cara pandang kalian terhadap pekerjaan dan perusahaan kalian..
Apakah anda sudah memandang dengan cara yang benar ?
Apakah anda berpikir bahwa gaji yang anda terima lebih kecil dibanding kerja anda yang berat ?
Apakah anda berpikir bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah beban ataukah sebuah kesenangan ?
Apakah anda merasa bangga bekerja di tempat anda sekarang .... ataukah anda lebih suka membicarakan keburukan tempat kerja anda dengan rekan yang lain ?
Apakah anda merasa sudah mentok, karena tidak ada kesempatan yang diberikan perusahaan anda untuk naik pangkat ... Ataukah anda berusaha menciptakan kesempatan itu, dengan menciptakan suatu prestasi tertentu, misalnya ?
Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana `pelit'nya perusahaan terhadap anda .. ataukah anda lebih suka memikirkan, bagaimana perusahaan anda bisa tumbuh dan berkembang seperti sekarang ?
Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana rekan anda yang `pandai menjilat' sehingga prestasinya melesat ... Ataukah anda belajar, prestasi apakah yang telah dia ciptakan sehingga cepat maju ?

Rekan-2 sekalian, hanya anda sendiri yang bisa menjawab pertanyaan-2 tersebut. Namun saya ingatkan kembali, bila jalan yang akan anda lalui tertutup oleh `kaca', cobalah untuk melihat ke sudut lain, untuk mencari `pintu' yang akan membawa anda ke kehidupan yang lebih baik.

Senin, 04 Mei 2009

Anakmu

Anakmu Bukanlah Anakmu

Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada dirinya sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak demi engkau
Mereka ada padamu, tetapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu,
Tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam dimasa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur.
Sang pemanah Maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap

Kahlil Gibran