Sebuah survei dilakukan di Amerika mengenai resolusi yang selalu muncul dari tahun ke tahun. Ada beberapa resolusi yang dipilih oleh 50 persen dari peserta survei tersebut. Mau tahu?
1. Menghabiskan Waktu Lebih Banyak Dengan Keluarga
Satu tahun penuh bekerja terkadang membuat seseorang lupa banyak waktu terlewati bersama keluarga. Secara tak sadar, rambut pasangan mulai memutih, si kecil sudah mengucapkan kata pertamanya dan Anda tak sempat melihatnya. Di resolusi Tahun Barunya, banyak orang yang ingin lebih menyediakan waktunya untuk keluarga.
2. Olahraga Teratur dan Menurunkan Berat Badan
Aktifitas padat membuat Anda tak sempat berolahraga. Lemak pun menumpuk. Olahraga teratur akhirnya menjadi salah satu resolusi Tahun Baru terfavorit. Berolahraga tentu saja salah satu tujuannya untuk menurunkan berat badan. Bentuk badan bagus pun menjadi resolusi tahun baru terfavorit.
3. Berhenti Merokok.
Bahaya merokok tampaknya tak perlu lagi dijabarkan. Namun walau mengaku mengerti akan risiko merokok, tetap saja banyak orang yang tak bisa menjauhkan diri dari kebiasaan merokok. Walaupun begitu ternyata banyak orang yang memasukkan 'berhenti merokok' dalam resolusi tahun barunya.
4. Ingin Menikmati Hidup
Stres serta tekanan hidup yang terjadi selama setahun membuat seseorang memasukkan 'Ingin Menikmati Hidup' dalam resolusi tahun barunya.
5. Kurangi Hutang
SIfat boros di Tahun Lalu membuat Anda 'bangkrut'. Di tahun yang baru, Anda ingin lebih disiplin dalam pengeluaran. Kurangi hutang pun jadi resolusi favorit.
Apakah resolusi di atas merupakan resolusi Anda dalam menyambut Tahun Baru?
Selasa, 30 Desember 2008
Kamis, 25 Desember 2008
Tahun Baru Islam

Tetap Semangat, Jangan Pernah Menyerah Tuk Perubahan
Sebentar lagi memasuki pergantian tahun. Kita akan meninggalkan tahun 1429 hijriyah dan masuk ke tahun 1430 hijriyah. Kita dapat melakukan muhasabah perjalanan (mereview) hidup kita, selama setahun yang lalu, apakah lebih berat timbangan kebaikannya, atau lebih berat timbangan keburukannya?
Umur kita akan terus bertambah dan semakin mendekati datangnya kematian. Kematian adalah kepastian. Tak ada satupun makhluk di muka bumi yang selamat dari kematian. Dan, manusia harus bersiap-siap menyongsong kehidupan baru, yang lebih lama, lebih panjang, kekal, selama-lamanya, yaitu kehidupan akhirat.
Dalam kehidupan ini kita akan memilih. Kita memilih kebahagian di dunia atau memilih kebahagiaan di akhirat? Atau kita memilih keduanya, seperti dalam doa yang selalu kita ucapkan : “ Ya Rabb anugerahilah aku kehidupan di dunia yang bahagia, dan kehidupan di akhirat yang mulia”. Inilah jalan para anbiya’ (nabi), khulafaur rasyididn, dan para generasi shalaf, yang senantiasa mencintai Rabbnya, dan tidak pernah berpaling selama-lamanya dari-Nya. Generasi ini yang terus menapaki kehidupan dengan segala amal kebaikan.
Mereka senantiasa menolak dengan tegas perbuatan yang bathil dan fasad, yang dapat menjerumuskan diri mereka kedalam bencana. Ghirahnya (kecemburuannya) terus menyala-nyala, tak pernah padam, selalu marah ketika melihat segala penyimpangan, penolakan manusia atas segala ajaran-Nya, dan tidak pernah mau menerima segala bentuk kekafiran, kemusyrikan, dan kemunafikan. Karena, sifat-sifat itu, tak layak dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepada Rabbnya. Sifat-sifat itu yang sangat dibenci oleh Allah Azza Wa Jalla.
Tapi, kita memasuki kehidupan modern, yang penuh dengan tarikan dunia, yang senantiasa menggoada manusia menjadi lalai. Manusia tidak ingat akan datangnya kematian. Kehidupannya terus disibukkan dengan berbagai ambisi dan angan-angan, yang tak pernah habis-habis. Sampai datangnya hari tua, dan kematian merenggutnya. Adakah penyesalan? Segalanya menjadi terlambat. Segala penyesalan tak ada gunanya.
Seperti halnya, Fir’aun, yang saat ditenggelamkan di laut Merah, baru menyadari kemahakuasaan Allah Rabbul Jallal. Apakah sifat dan sikap manusia seperti itu? Datangnya kesadaran selalu terlambat. Datangnya penyesalan selalu terlambat. Ketika manusia sudah memasuki kehidupan di akhirat, dan masing-masing harus mempertanggungjawabkan kehadapan sang Khaliq, selalu mereka mengatakan, ketika di dunia belum mendapatkan keterangan tentang hakikat al-haq.
Bagaimana nasib manusia hari ini yang senantiasa menggantungkan hidupnya kepada materi? Ketika krisis datang dan menghampiri mereka, maka mereka banyak yang merasa kehilangan keseimbangan, merasakan kehampaan, dan kehilangan motivasi, serta semangat hidup. Kesalahan yang mendasar manusia modern adalah menjadikan benda sebagai sesembahan, dan makhluk sebagai sesembahan.
Kehidupan modern sekarang ini, tak ubahnya seperti ketika kehidupan di masa lalu, pada masa Nabi Ibrahim alaihis salam, mereka menyembah patung-patung, benda, matahari, rembulan, dan sesama manusia, yang mereka kira dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Sama antara jahiliyah di masa lalu dengan kehidupan di zaman sekarang. Mungkin hanya suasananya yang berbeda.
Manusia modern yang sangat berkecenderungan pada kehidupan materialisme, hanya menghabiskan seluruh waktu dan umurnya, mengumpulkan materi dengan bekerja. Waktunya, dari pagi hingga malam, hanya digunakan bekerja. Tujuannya mendapat materi. Lalu, mereka bersenang-senang, mengunjungi tempat-tempat hiburan, cape, hotel, tempat wisata, dan segala yang berbau ‘luxury’, yang dapat memberikan kenikmatan bagi kehidupan mereka.
Manusia betul-betul sebagai pemuja kenikmatan. Kenikmatan kehidupan di dunia, yang sengaja mereka ciptakan sendiri. Seakan mereka berkekalan atas segala kehidupan di dunia, yang tak pernah bakal berakhir. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi kehidupannya sendiri, membodohi kehidupan sendiri, dan akhirnya mereka menjadi korban dari pilihan hidup mereka sendiri. Mereka mengejar fatamorgana, yang mereka sangka sebagai kehidupan yang nyata.
Ketamakan manusia modern dalam menggunakan materi dipertontonkan dengan telanjang oleh masyarakat Barat. Mereka menghabiskan sumber daya alam dari negara-negara Dunia Ketiga, yang sengaja diekploitasi habis-habisan, harta benda mereka dikeruk di bawa ke Barat, dan mereka menikmati. Mereka membiarkan kehidupan yang sangat menyakitkan bagi rakyat di Dunia Ketiga, yang miskin papa, dan tidak memiliki apa. Bahkan, masyarakat Barat, sengaja melanggengkan kemiskinan dan ketidak adilan, dan hancurnya sendi-sendi kehidpan di dalam masyarakat. Semua itu, tak lain adalah akibat orientasi masyarakat modern yang sangat menuhankan materi.
Seperti dikatakan oleh Sayid Qutb rahimahumullah,yang mengatakan masyarakat modern, nantinya akan menghadapi kehancuran dari akibat budaya jahiliyah yang mereka bangun. Marilah kita tinggalkan kehidupan jahiliyah yang penuh dengan dosa dan maksiat, dan kita gantikan dengan kehidupan yang lebih menuju jalan yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mari kita masuki tahun 1430 hijriyah ini dengan memperbaharui tekad dan niat menuju jalan yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala, jalan Islam. Wallahu ‘alam. (Mhi) from Eramuslim.com
Harus Ngapain ?
Dalam jangka waktu enam hari lagi, kita akan meninggalkan tahun 2008.. Jika ditanya apakah di tahun ini aku dapat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya atau sesuatu yang baru...tampaknya jawabannya tidak... Piepien ga tau, apakah disebut bersyukur atau tidak, tapi tampaknya target dan keinginan di tahun ini belum dapat terealisasi dengan baik..apakah karena belum rizki, jodoh atau belum ada kesempatan menggapai keinginan-keinginan dan target tersebut. Tapi terkadang, kekurangberanian dan rasa ragu yang terkadang datang selalu menghambat perwujudan dari keinginan dan target tersebut..
Ya Allah, apa gerangan yang kurang ? apakah aku kurang bersyukur, bersabar atau berdoa dan berusaha ? Enam hari lagi, batas waktu dari keinginanku yang masih menggantung.. apakah harus aku ucapkan kembali di tahun baru..apalagi tahun baru hijriyah pun lebih dekat lagi...apakah aku harus berani hijrah agar keinginan-keinginan itu dapat segera tercapai atau memang kesabaran sifat menerima lah yang harus kupelajari lagi...
Semuanya belum jelas...ato memang aku harus benar-benar mencoba hal-hal baru agar hidup gak terasa hambar ya...? Kalau menurut kalian, piepien harus gimana ya ?
Ditunggu komennya ya..
Ya Allah, apa gerangan yang kurang ? apakah aku kurang bersyukur, bersabar atau berdoa dan berusaha ? Enam hari lagi, batas waktu dari keinginanku yang masih menggantung.. apakah harus aku ucapkan kembali di tahun baru..apalagi tahun baru hijriyah pun lebih dekat lagi...apakah aku harus berani hijrah agar keinginan-keinginan itu dapat segera tercapai atau memang kesabaran sifat menerima lah yang harus kupelajari lagi...
Semuanya belum jelas...ato memang aku harus benar-benar mencoba hal-hal baru agar hidup gak terasa hambar ya...? Kalau menurut kalian, piepien harus gimana ya ?
Ditunggu komennya ya..
Sabtu, 13 Desember 2008
Mother Day

Ibu, Engkaulah Pelabuhan Hatiku
22 Desember adalah hari yang diperingati oleh sebagian besar bangsa
kita sebagai hari ibu. Hari yang tidak hanya sekadar seremonial belaka,
tetapi hari yang setiap harinya harus kita peringati sembari berbakti
kepada sang ibunda tercinta.
Yah, Ibu, sosok manusia yang pertama kali menyapa ku ketika hadir di
dunia. Sosok wanita, yang tak henti-hentinya berada di belakang saya,
di saat saya butuh dukungan dan tempat bersandar. Beliau berada di
depan, ketika saya butuh panduan dan bimbingan serta nasihat. .
Ibu, hati ini terasa mekar ketika mendengar suaramu yang mulai serak
walaupun hanya di ujung telepon selular. Suaramu yang serak tidak
tergantikan dengan suara orang lain walaupun lebih merdu dan indah..
Setahun yang lalu, di saat Ramadhan, kudengar kabar dari adik, kalau
engkau mengalami kecelakaan. Gemuruh hati di kala itu begitu tak bisa
kukendalikan. Rasa sedih, rasa rindu berkecamuk menjadi satu, sehingga
di sujud-sujud ku wajahmu senantiasa hadir. Setahun sebelumnya anakmu
ini pamit untuk menjemput rezeki di kota jakarta ini. Hanya tautan
komunikasi yang senantiasa menyambung tali silaturahim di antara kita. .
Ketika kabar sedih itu datang, tak kuasa kaki ini ingin melangkah
pulang ke rumah, menemuimu, mendekapmu, membantumuTapi lagi-lagi suara
serak itu bernada Jangan
Nak, insya Allah mama masih kuat. Yah, saya
tahu di kala itu, engkau sedang menahan perihnya sakit yang engkau
derita. Di saat itu, engkau sedang menangis karena rasa sakit yang tak
tertahankan, tapi lagi-lagi engkau masih mau menyembunyikannya dari
penglihatan anak-anakmu. .
Di saat operasi menjelang, engkau hanya meminta agar didoakan supaya
Allah memberikan kekuatan dan kesehatan. Padahal tidak hanya itu,
engkau butuh selain itu tapi tidak kau utarakan. Di saat itu, siang dan
malam ku hanya dihiasi dengan keingintahuan mendengar kabar dari mu,
ibu.
Di saat liburan pun, waktu 10 hari tidaklah cukup untuk menggantikan
saat dimana saya tidak bisa berada di sampingmu ketika engkau sakit. Di
saat itu pulang kembali ke jakarta adalah waktu-waktu yang sulit.
Meninggalkanmu dengan sakit yang masih engkau rasakan.
Ramadhan 1429 Hijriyah, tepat setahun setelah engkau menjalani
operasi. Kini kondisimu sudah mulai membaik walaupun rasa sakit itu
kadang terasa. .
Ibu, sosok perempuan yang tidak tergantikan oleh siapapun dalam
hidupku. Sosok yang senantiasa hadir sebagai solusi di setiap masalah
yang lagi saya alami. .
Ibu, engkaulah tempat persinggahan hatiku. Ketika ingin bicara dengan ayah, maka engkaulah orang pertama yang saya beritahu. .
Ibu, engkaulah palabuhan hatiku, di saat kapal harapan ini karam,
maka engkaulah tempat berlabuhku. Di saat hidup ini terasa samar dan
hampa, maka engkaulah yang menjadi pelita penyemangat. Engkau selalu
hadir di saat saya membutuhkan. Engkau senantiasa mendengarkan setiap
kesah dari anakmu ini. .
Lautan luas yang membentang di antara kita, bukanlah jarak yang jauh untuk sampainya doa-doa darimu di setiap waktu. .
Maka pantaslah ketika Rasulullah SAW menempatkan sosok ibu sebagai
orang pertama yang harus kita cintai, hormati dan sayangi sepanjang
waktu..
Teriring doa dan rindu dariku, anakmu yang masih sering nakal, untuk
sosok perempuan yang nun jauh disana, tetapi selalu lekat dalam doa dan
hati. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur yang berkah bagi
engkau, ibuku, pelabuhan hatiku, pelita penyemangatku. .
Fithratuddin
sumber:eramuslim. com
Jumat, 12 Desember 2008
Senyum
Tahukah kamu bahwa senyum itu menular?
Menerimanya seperti terjangkit flu.
Hari ini seseorang tersenyum padaku, dan aku balas tersenyum juga.
Di pojok ruangan seseorang melihatku tersenyum dan ia mulai tersenyum pula.
Aku jadi sadar bahwa senyum dapat ditularkan.
Lalu aku memikirkan dan mengukur senyumku.
Senyum yang unik, seperti senyumku, dapat menyebar ke seluruh dunia.
Jadi, kalau kamu merasa ingin tersenyum, janganlah berusaha menghentikannya.
Marilah kita mulai menyebarkan wabah senyum sekarang juga, hingga mempengaruhi seluruh dunia!
Tetaplah tersenyum dan kirimkan artikel ini pada para teman dan sahabatmu.
Lagi pula, bukankah setiap orang membutuhkan senyum?!!!
HAVE YOU SMILED
TODAY?????
LET ME SHOW YOU
HOW......... ......
Menerimanya seperti terjangkit flu.
Hari ini seseorang tersenyum padaku, dan aku balas tersenyum juga.
Di pojok ruangan seseorang melihatku tersenyum dan ia mulai tersenyum pula.
Aku jadi sadar bahwa senyum dapat ditularkan.
Lalu aku memikirkan dan mengukur senyumku.
Senyum yang unik, seperti senyumku, dapat menyebar ke seluruh dunia.
Jadi, kalau kamu merasa ingin tersenyum, janganlah berusaha menghentikannya.
Marilah kita mulai menyebarkan wabah senyum sekarang juga, hingga mempengaruhi seluruh dunia!
Tetaplah tersenyum dan kirimkan artikel ini pada para teman dan sahabatmu.
Lagi pula, bukankah setiap orang membutuhkan senyum?!!!
HAVE YOU SMILED
TODAY?????
LET ME SHOW YOU
HOW......... ......
Ayo, Semangat !!

1. Jangan pernah mengeluh
Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, berhentilah mengeluh. Tekanan, kesulitan hidup yang Anda hadapi tidak akan pernah selesai
jika disikapi dengan mengeluh saja. Bangkit dan lakukan sesuatu untuk hidup Anda. Hidup Anda begitu berarti, jangan berhenti hanya karena hal kecil, jangan mengeluh hanya karena adalah persoalan.
Apa yang terjadi dalam rutinitas kita adalah sebuah dinamika kehidupan. Respon yang kita lakukan terhadap itu semua menjadi sangat penting. Positif atau negatif reaksinya, adalah keputusan Anda.
2. Lakukan sesuatu untuk orang yang Anda cintai
Untuk siapa Anda mencari uang? Untuk siapa Anda bekerja dari pagi sampai malam? Anda melakukan itu semua untuk orang yang Anda cintai. Mungkin itu istri Anda, anak Anda, orang tua Anda, atau sanak saudara yang lain.
Sosok seorang ibu begitu kuat tekadnya menyekolahkan anak2nya, maka semangat yang keluar dalam setiap tindakannya-pun begitu luar biasa. Ketika Anda mau menyerah, ketika Anda mau berhenti di tengah perjuangan, ingatlah kembali orang-orang yang Anda cintai. Tak satupun ingin Anda menjadi pribadi yang gagal. Mereka ingin Anda menjadi pribadi yang unggul. Buktikan bahwa potensi yang Anda miliki mampu membahagiakan mereka.
3. Selalu bersyukur
Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki saat ini. Rumah yang Anda tinggali saat ini, Pekerjaan yang Anda miliki saat ini, Gelar pendidikan yang Anda punya saat ini, syukuri itu semua. Karena dengan bersyukur seseorang baru mampu menjalani hidup ini dengan lebih damai.
Jangan protes akan hal-hal yang tidak Anda miliki saat ini, tetapi nikmati hal-hal yang Anda miliki saat ini. Tanamkan pola pikir bahwa hidup ini adalah anugrah dan bukan beban. Hidup ini untuk disyukuri dan bukan dikutuki. Jangan menganggap hidup Anda buruk, tetapi pandanglah hidup ini dengan penuh sukacita.
4. Perjuangan Hidup
Hidup tidak bisa sekedar menunggu rejeki datang melainkan hidup harus diisi dengan sebuah aktivitas usaha dan perjuangan. Kalau Anda tidak pernah berusaha, alhasil Andapun tidak akan mendapat apa-apa. Jangan mengibarkan bendera kekalahan, tapi kibarkan bendera kemenangan. Teruslah berjuang di tengah kerasnya kehidupan.
Jangan tundukkan kepala dan berjalan mundur. Yakinkan diri Anda bahwa Anda layak mendapatkan yang terbaik. Jangan pernah berharap apa-apa kalau Anda sendiri tidak mau berjuang demi hidup Anda dan hidup orang-orang yang Anda cintai.
From Evoy D'rumpies
Emosi
Tiga Langkah Pisahkan Emosi dari Pekerjaan
BERSIKAP profesional saat bekerja memang tidak mudah. Tidak jarang, emosi yang disebabkan permasalahan di luar maupun di dalam pekerjaan ikut terlibat. Itu membuat seseorang tidak bisa menjalankan pekerjaan secara baik dan benar. Meski tidak mudah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga agar tetap bisa bekerja secara profesional, meski emosi sedang tidak stabil.
Menurut dra Hartanti Msi Psi, kemampuan kognitif atau pola pikir dan emosi seseorang saling mempengaruhi. "Misalnya, seorang bawahan yang dimarahi atasan. Secara kognitif, dia tahu kalau dimarahi, emosinya terpengaruh hingga meledak-ledak, misalnya. Sedangkan, orang yang diputus pacar terguncang secara emosi, tapi kognitifnya bisa ikut terpengaruh. Dia jadi tidak bisa konsentrasi," jelasnya.
Mengusahakan agar keduanya tidak saling memengaruhi bukan hal yang mudah. Tapi, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah fokus pada pekerjaan. Usahakan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan yang dilakukan. "Misalnya, seorang psikolog yang menerapi anaknya sendiri. Dia harus fokus pada pekerjaannya, bukan anaknya," jelas dosen psikologi klinik Universitas Surabaya (Ubaya) itu.
Yang kedua adalah self awareness atau kesadaran diri. Maksudnya, orang tersebut harus sadar sepenuhnya bahwa dia sedang menjalankan tugas. Karena itu, dia harus bisa mengontrol diri agar tidak mudah terpengaruh emosi. Yang berikutnya adalah self acceptance atau penerimaan diri. Artinya, orang tersebut harus menerima kenyataan bahwa yang dia hadapi adalah risiko pekerjaan.
Tiga langkah itu bisa diperkuat dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan diri sendiri. "Coba tulis apa saja kelebihan dan kelemahan kita. Lalu, bayangkan kelebihan itu adalah buah dan kelemahan adalah ulat. Cari cara untuk memperbanyak buah dan mengurangi ulat agar pohon, yakni diri kita, semakin kuat," lanjut perempuan yang sering disapa Tanti itu.
Hal itu bisa dilakukan dengan melibatkan lingkungan sebagai alat untuk mengingatkan. Tapi agar tidak bergantung pada lingkungan, diri sendiri juga harus terus-menerus disugesti. Tanti lalu memberikan contoh. Dia sering memijat bagian antara ibu jari dan jari telunjuk sembari mengucapkan kata-kata seperti, "Ayo Tanti, ingat kamu harus fokus pada pekerjaan".
Tanti mengingatkan bahwa hal tersebut harus dilakukan terus-menerus agar berjalan efektif. Cara yang dia pakai tidak bersifat kaku. Masing-masing orang bisa mencari cara yang dianggap paling nyaman dan tidak mencolok perhatian orang lain. "Ada juga yang menginjak jari kaki sambil mengucapkan kata-kata untuk mengingatkan diri sendiri," katanya.
BERSIKAP profesional saat bekerja memang tidak mudah. Tidak jarang, emosi yang disebabkan permasalahan di luar maupun di dalam pekerjaan ikut terlibat. Itu membuat seseorang tidak bisa menjalankan pekerjaan secara baik dan benar. Meski tidak mudah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga agar tetap bisa bekerja secara profesional, meski emosi sedang tidak stabil.
Menurut dra Hartanti Msi Psi, kemampuan kognitif atau pola pikir dan emosi seseorang saling mempengaruhi. "Misalnya, seorang bawahan yang dimarahi atasan. Secara kognitif, dia tahu kalau dimarahi, emosinya terpengaruh hingga meledak-ledak, misalnya. Sedangkan, orang yang diputus pacar terguncang secara emosi, tapi kognitifnya bisa ikut terpengaruh. Dia jadi tidak bisa konsentrasi," jelasnya.
Mengusahakan agar keduanya tidak saling memengaruhi bukan hal yang mudah. Tapi, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah fokus pada pekerjaan. Usahakan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan yang dilakukan. "Misalnya, seorang psikolog yang menerapi anaknya sendiri. Dia harus fokus pada pekerjaannya, bukan anaknya," jelas dosen psikologi klinik Universitas Surabaya (Ubaya) itu.
Yang kedua adalah self awareness atau kesadaran diri. Maksudnya, orang tersebut harus sadar sepenuhnya bahwa dia sedang menjalankan tugas. Karena itu, dia harus bisa mengontrol diri agar tidak mudah terpengaruh emosi. Yang berikutnya adalah self acceptance atau penerimaan diri. Artinya, orang tersebut harus menerima kenyataan bahwa yang dia hadapi adalah risiko pekerjaan.
Tiga langkah itu bisa diperkuat dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan diri sendiri. "Coba tulis apa saja kelebihan dan kelemahan kita. Lalu, bayangkan kelebihan itu adalah buah dan kelemahan adalah ulat. Cari cara untuk memperbanyak buah dan mengurangi ulat agar pohon, yakni diri kita, semakin kuat," lanjut perempuan yang sering disapa Tanti itu.
Hal itu bisa dilakukan dengan melibatkan lingkungan sebagai alat untuk mengingatkan. Tapi agar tidak bergantung pada lingkungan, diri sendiri juga harus terus-menerus disugesti. Tanti lalu memberikan contoh. Dia sering memijat bagian antara ibu jari dan jari telunjuk sembari mengucapkan kata-kata seperti, "Ayo Tanti, ingat kamu harus fokus pada pekerjaan".
Tanti mengingatkan bahwa hal tersebut harus dilakukan terus-menerus agar berjalan efektif. Cara yang dia pakai tidak bersifat kaku. Masing-masing orang bisa mencari cara yang dianggap paling nyaman dan tidak mencolok perhatian orang lain. "Ada juga yang menginjak jari kaki sambil mengucapkan kata-kata untuk mengingatkan diri sendiri," katanya.
Rabu, 26 November 2008
friendship (3)
Ada yang disesali saatkoe lulus dari pesantren, yakni berlama-lama untuk kangen-kangenan usai penobatan juara dan wisuda Mu'alimin..Saking nggak pernah pulang, ditambah saat itu keluarga membawa kendaraan kosong untuk menghadiri wisuda, aku pun langsung ikutserta bersama mereka pulang ke kampung halaman. Padahal, di akhir tinggal di asrama sambil menunggu pelantikan ketua asrama baru dan perpisahan penghuni asrama sebelum libur panjang, teman-teman yang tinggal di pondok saling kangen-kangenan dan bermain menghabiskan waktu di pesantren tercinta. Nyesel banget...sampe-sampe aaku pulang ke rumah dan memulai aktivitas baru selalu teringat kejadian lucu, sedih, bahagia dan perasaan campur aduk lainnya yang menghinggapi kami selama di sana...Hanya sebagian foto dan buku-buku lah yang mengobati kekangenanku terhadap pondokku..Apalagi kesibukan dan jarak membuat koe sulit menjangkau tempat tersebut. Tapi ada satu yang tak akan pernah piepien lupa, kenangan dan ilmu yang didapatkan selama di sana menjadi bekal penting untuk kedewasaan dan kemandirian menapaki kehidupan selanjutnya...terutama di bangku kursus dan kuliah di Jakarta. Meski harus berpisah dengan para asatidz dan sahabat-sahabat koe, penyesalan tak harus menetap di hati karena bagaimanapun ada pertemuan maka konsekuensinya harus siap dengan perpisahan.
Teman jauh yang mendoakan kita, merupakan doa yang paling diijabah Allah SWT.. Ya Tuhanku, ampunilah aku dan teman-temanku berilah kami kemudahan dalam menjalani hidup dan kabulkanlah harapan dan keinginan kami yang belum tercapai dan tergapai...Amiiin
Teman jauh yang mendoakan kita, merupakan doa yang paling diijabah Allah SWT.. Ya Tuhanku, ampunilah aku dan teman-temanku berilah kami kemudahan dalam menjalani hidup dan kabulkanlah harapan dan keinginan kami yang belum tercapai dan tergapai...Amiiin
Senin, 24 November 2008
Pendidikan

Ada Psikopat di Sekolah
Mengapa siswa gemar menyontek? Pertanyaan ini memang klasik. Tapi, para guru dan otoritas pendidikan sampai kita hari ini masih terus garuk-garuk kepala karena belum berhasil menemukan metode tercanggih untuk menghentikan kebiasaan menyontek anak-anak didik. Bahkan, tak sedikit pula yang "pasrah" dan menganggap perilaku menyontek sebagai kelaziman yang tidak berimplikasi serius.
Pastinya, jangan pandang enteng apabila anak didik -siswa maupun mahasiswa-kedapatan mengandalkan hasil menyontek untuk menyelesaikan tugas-tugas guru atau dosen mereka. Apalagi jika aksi menyontek dilakukan berkali-kali sampai-sampai anak didik tidak lagi percaya bahwa dia mampu menuntaskan pekerjaan sekolah dengan mengandalkan dirinya sendiri.
Itulah pesan tegas yang muncul berdasar riset banyak peneliti. Lawson (2004), misalnya, mengindikasikan bahwa siswa yang melakukan tindakan kebohongan akademik cenderung akan berbohong di tempat kerja.
Kenyataannya, fenomena menyontek lebih serius daripada pandangan umum. Kompleksitas yang terungkap dari temuan-temuan Barat tentang "kejahatan akademis" ini juga relevan dengan situasi di dunia pendidikan Indonesia.
Contohnya, di antara empat ribuan pelajar yang disurvei Rutger's Management Education Center, 75 persen di antaranya diketahui melakukan aksi menyontek dengan bobot yang sudah tergolong serius. Yang mengenaskan, 50 persen di antaranya bahkan menganggap tindakan menyontek bukan sebagai sesuatu yang salah dan perlu dihentikan.
Pada riset lain, saat ditanyakan mengapa menyontek, 80 persen di antara keseluruhan siswa yang diteliti Newberger (2003) beralasan bahwa tindakan terlarang itu tetap mereka lakukan agar berhasil masuk ke sekolah yang lebih tinggi, khususnya universitas. Para penyontek, seperti halnya siswa yang tidak menyontek, yakin bahwa universitas adalah prasyarat mutlak demi pencapaian sukses masa depan. Jadi, tuntutan untuk meraih keberhasilan justru mendorong siswa menjiplak kreasi akademis orang lain, lalu mengklaimnya sebagai hasil belajar mereka sendiri. Ini alasan pertama.
Alasan kedua, plagiat merupakan konsekuensi negatif tingginya tuntutan akademis yang dibebankan ke anak didik. Faktanya, jangankan pelajar tingkat lanjut, pelajar kelas dua sekolah dasar dewasa ini pun saban hari sudah terpaksa menggendong tas sekolah berukuran besar yang dipenuhi buku pelajaran. Muatan pelajaran dalam buku-buku pelajaran mereka jauh lebih penuh sesak ketimbang buku yang saya baca saat masih seusia mereka dua puluhan tahun silam. Beban studi terlalu besar. Alokasi waktu terbatas. Elemen kegembiraan saat belajar, sebagai keharusan bagi siswa tingkat dasar, terpinggirkan. Akibatnya, bersekolah bukan lagi sebuah proses belajar yang mengasyikkan, melainkan semata-mata aktivitas yang keberhasilannya diukur berdasar pencapaian akhir. Demi mengejar target akhir itu, menyontek menjadi "solusi" guna mengatasi keletihan sekaligus cara untuk membahagiakan orang tua, guru, dan pihak-pihak lain selain si anak didik sendiri.
Uraian di atas menghadirkan pemahaman baru. Kontras dengan pandangan awam, menyontek sangat mungkin bukan pertanda kurangnya kecerdasan siswa. Karena aktivitas menyontek kian lama kian canggih, para pelakunya bisa jadi tergolong pintar, kreatif, bahkan mungkin memiliki tingkat kecerdasan superior. Menyontek, dengan demikian, merupakan penanda betapa anak-anak cerdas itu merasa kian frustrasi karena tidak berkesempatan melakukan petualangan dan akrobat intelektual.
Alasan ketiga, menyontek adalah hasil mimikri anak terhadap kelakuan orang-orang yang lebih dewasa. Anak didik menjadikan figur dewasa sebagai acuan moral mereka. Orang-orang dewasa memang tidak menjiplak seperti yang berlangsung di ruang-ruang kelas. Tapi, aksi mencuri milik orang lain, lalu diikuti dengan memberikan label sebagai milik pribadi, intisarinya sama persis dengan perilaku menyontek. Jadi, maling, koruptor, preman, dan sejenisnya adalah model bagi anak-anak didik untuk menampilkan tindakan sejenis di kelas mereka.
Perilaku orang dewasa seperti menginspirasi siswa melakukan tindakan scholastic psychopathy, di samping mengondisikan mereka pada pandangan bahwa tindakan semacam itu adalah sesuatu yang wajar. Menurut Williams (2002), siswa pada gilirannya menjadi yakin akan keandalan cara-cara antisosial dalam meraih prestasi sekaligus mengalami proses perkembangan moral yang senjang.
Kebiasaan menyontek sejak dini semakin memperbesar predisposisi anak didik untuk kelak berkembang menjadi individu berkepribadian psikopat. Hare (2000) dan Heller (2001) menegaskan hal itu dengan menyebut bahwa individu-individu dewasa berkepribadian psikopat telah memiliki problem tingkah laku sejak usia sebelum tiga belas tahun. Mulai mencuri, berbohong, vandalisme, bullying, aktivitas seksual, membuat kebakaran, mengendus lem, mengonsumsi alkohol, kabur dari rumah, dan -tentu saja- menyontek.
Orang tua melakukan korupsi di tempat kerja. Anak menjiplak tanpa beban, bahkan terorganisasi, di sekolah. Silakan bayangkan, mau ke mana negeri ini!(*)
Oleh Reza Indragiri Amriel, ketua jurusan Psikologi Universitas Binus Jakarta
Kamis, 20 November 2008
Pendidikan Anak (2)

Kembangkan Anak Inovatif Sesuai Kepribadian
Dengan metode Myers Briggs Type Indicator (MBTI) yang disampaikan dalam workshop “Kunci Emas Pengembangan Kompetensi Anak”, Unilever mengajak para guru dan orangtua untuk mengembangkan kompetensi anak sesuai dengan tipe kepribadian anak
Setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Tidak ada seorang anakpun di dunia ini yang memiliki sifat dan kepribadian yang sama persis. Untuk itu, penting bagi guru dan orang tua mengenal kepribadian anak dalam hal mendidik mereka. Karena dengan mengenal kepribadian anak, baik guru maupun orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik dan cara yang tepat dalam memberikan arahan dan bimbingan pada anak. Tentunya juga akan membantu memudahkan proses belajar mengajar sehingga lebih efektif.
Dengan alasan itulah, PT Unilever Indonesia Tbk, melalui merek makanan ringan andalannya Taro, kembali mengadakan workshop bagi para guru dan orang tua untuk mengembangkan kompetensi anak usia sekolah dasar (6-12 tahun). Salah satunya melalui metode Myers Briggs Type Indicator (MBTI) yakni mengenal lebih jauh kepribadian anak. Workshop yang menghadirkan psikolog anak dari Propotenzia Jakarta, Lina E. Muksin MPsi ini, dilaksanakan di hotel JW Mariott Surabaya.
Brand Manager Taro, Amalia Sarah Santi menuturkan, melalui workshop tersebut Taro mengajak guru dan orang tua untuk lebih memahami dunia anak serta berbagi strategi bagaimana menjadi guru idola untuk mengembangkan kompetensi mereka, salah satunya dengan cara mengenal dan memahami kepribadian anak.
Dengan demikian, guru akan disukai dan disenangi anak, karena anak merasa dihargai dan merasa nyaman belajar. Karena perasaan nyaman tersebut, anak akan mengidolakan gurunya. ”Sosok guru idola inilah yang dapat membantu terwujudnya karakter anak-anak Indonesia yang tangguh, kreatif dan kompetitif. Seperti sosok ibu guru Muslimah dalam film Laskar Pelangi,” ujarnya.
Mengapa memahami dunia anak dan mengenal kepribadian mereka menjadi sangat penting? Sarah menambahkan, anak adalah individu yang unik dan dalam keunikan inilah banyak kompetensi yang bisa diasah secara optimal. ”Baik orang tua maupun guru perlu memahami dunia dan kepribadian anak untuk mengembangkan kompetensi mereka dengan cara yang menarik, menantang yang akhirnya meningkatkan minat mereka. Metode mengajar yang bervariasi inilah yang dibutuhkan anak-anak, dimana bertualang merupakan salah satu alternatifnya,” beber dia.
Bertualang merupakan salah satu aktivitas belajar di mana anak mendapat kesempatan memperoleh hal baru serta mengeksplor lingkungan sekitar. Melalui bertualang anak mendapat peluang untuk mengasah kemampuan diri dengan cara yang berbeda pada setiap anak. Dengan demikian, bertualang, selain aktivitas yang menyenangkan bagi anak, juga menunjang pengembangan pribadi anak.
Menurut Psikolog Lina E Muksin, setiap anak belajar dengan cara yang berbeda. Hasil riset menunjukkan bahwa hasil belajar (prestasi akademik) anak berhubungan erat dengan cara belajar yang berbeda pada setiap anak didik. Dengan pendekatan pengajaran yang berorientasi pada anak, diharapkan guru mampu menyediakan pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan setiap anak didik, sehingga tercipta suasana kegiatan belajar yang menarik, bebas dari kecemasan dan tekanan agar tercapai proses belajar mengajar yang efektif. ”Dengan memahami kebutuhan anak sesuai tipe kepribadiannya, akan membuat seluruh potensi anak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang guru maupun orang tua untuk memahami dan memperhatikan keunikan setiap anak,” jelas Lina.
Lina menambahkan, metoda pengajaran yang cenderung menyamaratakan anak, artinya guru beranggapan bahwa semua anak memiliki pemahaman yang sama tentang penjelasan materi ajar yang disampaikan. Hal ini dapat merugikan proses belajar itu sendiri, karena semua anak tidak belajar dalam cara dan kecepatan yang sama, sehingga tujuan belajar yakni meningkatkan pengetahuan dan membangun pemahaman mengenai materi yang diberikan tidak optimal.
”Suasana belajar yang kurang kondusif, penuh dengan kecemasan, dengan mengabaikan kebutuhan dari sisi anak didik, pada sebagian anak dapat menyebabkan anak kehilangan motivasi belajar, mogok sekolah maupun masalah psikologis lainnya,” beber Lina.
Oleh karenanya, untuk mengenal dan memahami kepribadian anak, seorang guru memerlukan metode mengajar yang bervariasi, agar suasana belajar menjadi lebih aktif, ada interaksi / timbal balik antara guru dan murid, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan optimal. Dengan cara pengajaran yang bervariasi akan membuat anak termotivasi untuk belajar dan minat mempelajari hal baru pada anak pun meningkat.
Dalam workshop ini Lina menyampaikan metode Myers Briggs Type Indicator, yang mengklasifikasikan kepribadian ke dalam skala preferensi. Setiap anak didik memiliki cara berbeda dalam hal sikap belajar, menyelesaikan tugas-tugas, maupun dalam cara memaknai informasi yang diperoleh dari dari guru atau lingkungan sekitar. Sebagai contoh, anak dengan kecenderungan ekstrovert, ia senang berinteraksi, mudah bergaul dan menyenangi kegiatan beragam, sebaliknya anak dengan ciri introvert, lebih fokus pada satu kegiatan, senang lingkungan yang tenang dan senang belajar sendiri. Seorang anak dengan ciri sensing (pengamat) senang bekerja secara detil dan menyukai hal-hal praktis. Anak dengan tipe intuitive (penghayal) senang dengan tantangan dan hal baru, mereka menyukai kegiatan imajinatif atau berdaya cipta, kreatif dan penuh dengan inspirasi.
Sedangkan anak dengan ciri thinking (pemikir) dalam hal mengambil keputusan lebih menggunakan pemikiran logis, tegas, dan tidak sungkan mengkritik. Di sisi lain anak dengan ciri feelling (perasa), lebih mempertimbangkan orang lain, mereka suka dengan keharmonisan, dan sensitif terhadap kritikan. Pada anak dengan kecenderungan judging (teratur) ditandai dengan ciri-ciri; nyaman dengan keteratuan, terencana, dalam melakukan aktivitas, memiliki target yang harus diselesaikan, sementara bagi anak dengan ciri perceiving (spontan), suka dengan hal-hal baru, banyak ide dan cenderung menunda tugas sekolah.
Selain mengenal dan memahami kepribadian anak, peserta juga mendapatkan strategi lain untuk meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran, yakni dengan pendekatan konsep multiple intelligent/kecerdasan majemuk, dan strategi 3 H (Head, Heart, dan Hand). Semua ini bertujuan agar terjalin kedekatan anak dengan orang tua maupun hubungan yang lebih baik antara anak didik dengan guru.
”Sebagai brand yang menjadi bagian dari dunia anak, sudah menjadi komitmen Taro untuk membantu anak Indonesia tumbuh dan berkembang sesuai usia, sehingga setiap anak memiliki masa kecil yang menyenangkan dan bermakna. Melalui workshop ini Taro memberikan kunci emas pengembangan kompetensi anak dengan menjadi idola bagi Anak. Oleh karenanya, mari bersama mewujudkan anak Indonesia yang tangguh, kreatif dan kompetitif,” tandas Sarah. (pia/*)
Senin, 17 November 2008
Beda Matahari dan Kumbang
Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari. Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari. Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
Senin, 10 November 2008
Friendship (2)
Kalian belum disebut orang yang beriman, jika belum mencintai oranglain seperti mencintai saudara sendiri...sahabat, bukan untuk jadi tonk sampah atau pemanis ruangan tapi sahabat hadir untuk menjadi bagian dari diri kita...
Masih lekat dalam ingatan, kami berempat (piepien, rani, wati dan ida) sama-sama jauh dari orangtua tapi kecepatan dalam memahami penjelasan asatidz/ah membuat kami sering bersama..meskipun saat itu, kami berbeda kamar tidur..Kendati ada dalam kebersamaan, kompetisi positif di antara kami selalu ada khususnya dalam mengejar prestasi.., tapi itu semua tak menyurutkan kedekatan dan keterbukaan kami dalam berbagi suka, duka hingga kejahilan. Seiring waktu, kebersamaan itu berkurang ketika salah satu sahabat kami (ida) harus mendapat perawatan kemudian memutuskan pindah dari pondok, tempat kami menuntut ilmu selama ini.. tak selang berapa lama, satu lagi (wati) memutuskan untuk melanjutkan jenjang mu'alimin (SMA) di sekolah dekat rumahnya...Perasaan sedih sempat menyelimuti perasaan kami (piepien dan rani), tapi kamipun kembali dekat dengan penghuni asrama sekaligus teman kelas kami juga (irma, wiwi dan nurul)..yang berbaur bersama..apalagi saat piepien mendapat kepercayaan sebagai ketua astri 1 (nurul ketua umum dan wiwi ketua astri 2)....to be..continued
Minggu, 09 November 2008
Friendship
Apakah kalian Tahu hubungan antara 2 biji mata ? Mereka berkedip bersama, bergerak bersama, menangis bersama, melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu sama lain..Persahabatan seharusnya seperti itu...kehidupan seperti neraka tanpa sahabat...
Berbicara sahabat, piepien terkadang sedih..., apalagi selama ini sekolah di tempat yang jauh sehingga ketika kelulusan tiba..otomatis qt juga harus siap berpisah dengan mereka yang selama ini bersama-sama dalam canda, tawa, tangis dan senyuman..Tak berhenti di situ, komunikasi pun mulai putus nyambung karena jarak yang ada di antara kami..kayaknya masih lekat dalam ingatan, pertama mondok di sebuah pesantren di Garut.., piepien mengenal orang-orang baru..harus berpisah dari keluarga, sendirian di kota lain yang saat itu membutuhkan tujuh jam perjalanan untuk mencapai ke sana..Tapi piepien cukup senang, bangga bisa mengenal dunia pesantren dan mengenal banyak teman di sana..apalagi banyak kelucuan, pengalaman menarik, kejadian yang menyedihkan, menyenangkan, mengharukan dan menegangkan..mulai dari soal pelajaran, ustadz, asrama, hubungan teman, cinta, curhat adik kelas de el el..
Aduh..kayaknya obrolan qt dilanjut nanti, coz ada pemantau dan udah malem pingin cepet pulang ke kostan..
Berbicara sahabat, piepien terkadang sedih..., apalagi selama ini sekolah di tempat yang jauh sehingga ketika kelulusan tiba..otomatis qt juga harus siap berpisah dengan mereka yang selama ini bersama-sama dalam canda, tawa, tangis dan senyuman..Tak berhenti di situ, komunikasi pun mulai putus nyambung karena jarak yang ada di antara kami..kayaknya masih lekat dalam ingatan, pertama mondok di sebuah pesantren di Garut.., piepien mengenal orang-orang baru..harus berpisah dari keluarga, sendirian di kota lain yang saat itu membutuhkan tujuh jam perjalanan untuk mencapai ke sana..Tapi piepien cukup senang, bangga bisa mengenal dunia pesantren dan mengenal banyak teman di sana..apalagi banyak kelucuan, pengalaman menarik, kejadian yang menyedihkan, menyenangkan, mengharukan dan menegangkan..mulai dari soal pelajaran, ustadz, asrama, hubungan teman, cinta, curhat adik kelas de el el..
Aduh..kayaknya obrolan qt dilanjut nanti, coz ada pemantau dan udah malem pingin cepet pulang ke kostan..
Sabtu, 08 November 2008
Ada yang baru
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Akhirnya...piepien bisa nulis lagi nih..Tak hanya itu, pekan ini piepien juga dah bisa memenuhi keinginan mencari pengisi kesepian di kostan..itu tuh..tv ma dvd..selain mengisi kekosongan dan pengganti tidur di siang hari, nonton film juga nambah inspirasi loh...semangat untuk bercita-cita, kebersamaan dan cinta... Aduh, pokoknya target yang satu udah kesampaian..
Nah, sekarang piepien punya target untuk menemukan pelabuhan baru dalam mengejar sampan atau kapal yang bisa mendekatkan ke arah impian...do'ain yaa...
Tahu gak sih, ternyata merealisasikan keinginan untuk berbisnis susah ya..selalu ragu dan takut..Padahal, piepien harus inves di akhir tahun ini...kalau tidak, tabungan gak bisa berkembang-kembang..segitu-gitu aja, apalagi gajikoe sekarang harus diirit-irit untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan di masa mendatang... Ya Allah, berilah jalan pada hambamu ini, jika saat ini yang lebih baik bagiku pekerjaan, jodoh atau
"You may have someone in your heart, you may have someone your dream, you may have someone in your memory, but Allah is someone when you have no one..."
Akhirnya...piepien bisa nulis lagi nih..Tak hanya itu, pekan ini piepien juga dah bisa memenuhi keinginan mencari pengisi kesepian di kostan..itu tuh..tv ma dvd..selain mengisi kekosongan dan pengganti tidur di siang hari, nonton film juga nambah inspirasi loh...semangat untuk bercita-cita, kebersamaan dan cinta... Aduh, pokoknya target yang satu udah kesampaian..
Nah, sekarang piepien punya target untuk menemukan pelabuhan baru dalam mengejar sampan atau kapal yang bisa mendekatkan ke arah impian...do'ain yaa...
Tahu gak sih, ternyata merealisasikan keinginan untuk berbisnis susah ya..selalu ragu dan takut..Padahal, piepien harus inves di akhir tahun ini...kalau tidak, tabungan gak bisa berkembang-kembang..segitu-gitu aja, apalagi gajikoe sekarang harus diirit-irit untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan di masa mendatang... Ya Allah, berilah jalan pada hambamu ini, jika saat ini yang lebih baik bagiku pekerjaan, jodoh atau
"You may have someone in your heart, you may have someone your dream, you may have someone in your memory, but Allah is someone when you have no one..."
Jumat, 07 November 2008
Kalau Harapan Itu Ada
Kau adalah seseorang yang meyakini akan datangnya fajar setelah gelapnya malam, berharap muncul setelah derasnya hujan, berharaplah dan jangan mudah putus asa akan rahmat dan petunjukNYA. Semoga Tuhan menebar benih-benih keoptimisan dalam dadamu agar berbuah keoptimalan dalam beramal sesuatu..Amin
Di satu masa riak bebunyian terhempas gelap, kala itu sinar cahaya alam perlahan mengais bumi seisinya tuk tertunduk sujud menghentikan segala aktivitas...oh alamku..berikan aku seuntai makna hidup di setiap ruang yang kulewati, secercah harapan mengilhami diri untuk meratapi hari esok kelak. Berharap dipertemukan seekor kumbang jantan yang indah yang sedang merekah, yang siap menghisap madu tanpa rasa lelah dan padam semangat.. Kalaulah harapan itu ada, pernah kau tunda waktu mu buatku mengenalnya! bahkan memilikinya! sungguh, kesemuanya itu adalah ilham yang selalu kudamba atas segala kekuasaanMU..Jika makna hidup adalah sebuah pilihan, maka izinkan kurengkuh segala angan-anganku..izinkan aku mengarungi segala niatku sampai diri ini sadar betapa berharganya jiwa raga ini demi mengharap satu harapan hidup yang penuh nilai, dengan berani dan berkata 'Ini telah kulakukan' demi menggapai pilihan yang selalu ku IMPIKAN-
dean alfange (from K'miftah...reminder)
Di satu masa riak bebunyian terhempas gelap, kala itu sinar cahaya alam perlahan mengais bumi seisinya tuk tertunduk sujud menghentikan segala aktivitas...oh alamku..berikan aku seuntai makna hidup di setiap ruang yang kulewati, secercah harapan mengilhami diri untuk meratapi hari esok kelak. Berharap dipertemukan seekor kumbang jantan yang indah yang sedang merekah, yang siap menghisap madu tanpa rasa lelah dan padam semangat.. Kalaulah harapan itu ada, pernah kau tunda waktu mu buatku mengenalnya! bahkan memilikinya! sungguh, kesemuanya itu adalah ilham yang selalu kudamba atas segala kekuasaanMU..Jika makna hidup adalah sebuah pilihan, maka izinkan kurengkuh segala angan-anganku..izinkan aku mengarungi segala niatku sampai diri ini sadar betapa berharganya jiwa raga ini demi mengharap satu harapan hidup yang penuh nilai, dengan berani dan berkata 'Ini telah kulakukan' demi menggapai pilihan yang selalu ku IMPIKAN-
dean alfange (from K'miftah...reminder)
Tabah Ya...
Muslim sejati selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, bangkit dan tetap semangat..Tuk piepin yang manies semoga selalu tersenyum..
Bila Allah adalah muara dari seluruh persoalan hidup kita di dunia, takkan ada persoalan yang mampu dikalahkan dengan sabar dan tawakal serta ikhlas. Tuk orang-orang yang paling kita cinta, moga Allah berikan keistimewaan tuknya di tempat yang utama.
Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, terdapat dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa dan umrah. Para sahabat bertanya : apa yang dapat menghapusnya ya Rasulullah ? Rasul menjawab : Semangat dalam mencari rizki..HR Thabrani
From : K'Muhsien...reminder
Bila Allah adalah muara dari seluruh persoalan hidup kita di dunia, takkan ada persoalan yang mampu dikalahkan dengan sabar dan tawakal serta ikhlas. Tuk orang-orang yang paling kita cinta, moga Allah berikan keistimewaan tuknya di tempat yang utama.
Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, terdapat dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa dan umrah. Para sahabat bertanya : apa yang dapat menghapusnya ya Rasulullah ? Rasul menjawab : Semangat dalam mencari rizki..HR Thabrani
From : K'Muhsien...reminder
Rabu, 05 November 2008
Manfaat Jalan Kaki
Jalan kaki adalah cara paling mudah dan murah untuk sehat dan bugar. Sebuah riset membuktikan jalan kaki yang dilakukan rutin 40 sampai dengan 50 km per minggu dapat memperpanjang umur. Inilah beberapa manfaat lain dari jalan kaki:
*Satu menit jalan kaki dapat memperpanjang hidup 1,5 sampai 2 menit
*Jalan kaki selama 20 menit setiap hari membakar sekitar 3 kg lemak per tahun
*Jalan kaki selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.
*Jalan kaki cepat 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru
*membantu mengontrol selera makan
*Menurunkan resiko kanker, seperti kanker payudara
*Satu menit jalan kaki dapat memperpanjang hidup 1,5 sampai 2 menit
*Jalan kaki selama 20 menit setiap hari membakar sekitar 3 kg lemak per tahun
*Jalan kaki selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.
*Jalan kaki cepat 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru
*membantu mengontrol selera makan
*Menurunkan resiko kanker, seperti kanker payudara
Senin, 03 November 2008
Keoptimisan
Kau Adalah seseorang yang meyakini akan datangnya fajar setelah gelapnya malam, berharap muncul pelangi setelah derasnya hujan, berharaplah dan jangan mudah putus asa akan rahmat dan petunjukNYA. Semoga Tuhan menebar benih-benih keoptimisan dalam dadamu agar berbuah keoptimalan dalam beramal sesuatu...Amin (from Miftahudin R)
Doakan ya, biar pi2n tetap optimis menatap masa depan dan menggapai mimpi serta cita-cita...Terutama dalam menata masa depan di dunia dan akhirat dengan status yang berubah ke arah lebih baik...Amin.
Doakan ya, biar pi2n tetap optimis menatap masa depan dan menggapai mimpi serta cita-cita...Terutama dalam menata masa depan di dunia dan akhirat dengan status yang berubah ke arah lebih baik...Amin.
Jumat, 31 Oktober 2008
Astagfirullah...
BUDIDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA.
Pidato Kebudayaan Taufiq Ismail
Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru.
Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik, berdiri-menjamurnya partai-partai politik baru, keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya SIUPP (izin penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik, diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung, dan seterusnya, dinikmati belum sampai sewindu, tapi sementara itu silih berganti beruntun-runtun belum terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan rekening reformasi ternyata mahal sekali.
Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu menumbuh dan menyuburkan kelompok permissif dan addiktif negeri kita, yang sejak 1998 naik daun. Arus besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita adalah gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak bersosok organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan capital raksasa mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.
Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?
PERTAMA adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok dalam perilaku seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sebagian berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga normal, sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.
KEDUA, penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah menikmati tiada perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah dan kulit perempuan muda, lalu menawarkan jasa hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai alat kelamin tiruan (kue pancong berkumis dan lemper berbaterai) dan boneka karet perempuan yang bisa dibawa bobok bekerjasama.
KETIGA, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat. Seks siswa dengan guru, ayah dengan anak, siswa dengan siswa, siswa dengan pria paruh baya, siswa dengan pekerja seks komersial - ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya terkenal. Remaja berseragam OSIS memang menjadi sasaran segmen pasar penting tahun-tahun ini. Beberapa guru SMA menyampaikan keluhan pada saya. “Citra kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak cerdas, kurang pergaulan dan memalukan.” Mari kita ingat ekstensifnya pengaruh tayangan layar kaca ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata 170.000.000 yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.
KEEMPAT, 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam mau pun Klaten. Pornografi gratis di internet luarbiasa besar jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika Serikat mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya bagaikan “gelombang tsunami setinggi 30 meter, dan kami melawannya dengan dua telapak tangan.” Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno diblokir pemerintah untuk terutama melindungi anak-anak dan remaja. Pemerintah kita tidak melakukan hal yang sama.
KELIMA, penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat ¼ sastra dan ½ sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya penulis pria. Di Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah selangkang dan sekitarnya mayoritas penulis perempuan. Ada kritikus sastra Malaysia berkata: “Wah, pak Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani. Kok mereka tidak malu, ya?” Memang begitulah, RASA MALU ITU YANG SUDAH TERKIKIS, bukan saja pada penulis-penulis perempuan aliran s.m.s. (sastra mazhab selangkang) itu, bahkan lebih-lebih lagi pada banyak bagian dari bangsa.
KEENAM, penerbit dan pengedar komik cabul. Komik yang kebanyakan terbitan Jepang dengan teks dialog diterjemahkan ke bahasa kita itu tampak dari kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara siswa dengan Bu Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian komik-komik itu tidak semata lucah saja, tapi ada pula kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang banyak aturan ini-itu, termasuk terhadap seks bebas. Dalam salah satu komik itu saya baca kecaman yang paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang. Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam jadinya Menteri Pendidikan Nasional kita.
KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta – 20 juta keping setahun. Harga yang dulu Rp30.000 sekeping, kini turun menjadi Rp3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan peraturan pemerintah.
Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid laki-laki yang kumpul jam dua sore seminggu di rumah salah seorang dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD, kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.
KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.
KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.
KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati, atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan pajak Rp15 triliun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit akibatnya Rp30 triliun rupiah. Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan. Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.
KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi yang diperlukan.
KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi berfungsi.
KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang sesudah menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ‘Praktisi aborsi gelap menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.
Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta menyebutkan bahwa angka aborsi di Indonesia 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal akibat dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas. Inilah produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial yang diakibatkannya. Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini, pornografi dan pornoaksi menjadi bintang panggungnya, melalui gemuruh kontroversi pro-kontra RUU APP.
Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU itu, yang total kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa dalam gelombang gerakan syahwat merdeka ini. Tetapi bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di dalamnya.
Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu ditambah-sempurnakan adalah perlindungan bagi anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap kekerasan pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini, terlupakan betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak 9-12 tahun terpapar pornografi, situs porno di internet naik lebih sepuluh kali lipat, lalu 40% anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan hubungan seks pra-nikah. Sementara anak-anak di Amerika Serikat dilindungi oleh 6 Undang-undang, anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena kunonya. Gelombang Syahwat Merdeka yang menolak total RUU ini berarti menolak melindungi anak-cucu kita sendiri.
Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini terkoordinasi bahu-membahu menumpang gelombang masa reformasi mendestruksi moralitas dan tatanan sosial. Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.
Menguji Rasa Malu Diri Sendiri
Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang cerita pendeknya yang dimuat di sebuah media. Dia berkata, “Kalau cerpen saya itu dianggap pornografis, wah, sedihlah saya.” Saya waktu itu belum sempat membacanya. Tapi saya kirimkan padanya pendapat saya mengenai pornografi. Begini.
Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes, menguji karya saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila tokoh-tokoh di dalam karya saya itu saya ganti dengan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau adik saya; lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak, adik, siswa di kelas sekolah, anggota pengajian masjid, jamaah gereja; kemudian saya tidak merasa malu, tiada dipermalukan, tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.
Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan orang-orang itu saya merasa malu, dipermalukan, tak patut, tak pantas, canggung, risi, muak dan jijik, maka karya saya itu pornografis. Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya, ketika saya menilai karya orang lain. Sebaliknya dipakai tolok ukur yang sama juga, yaitu bila orang lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa melakukan tes tersebut dengan cara yang serupa. Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa malu itu yang kini luntur dalam warna tekstil kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal.
Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik, Playboy, menumpang taufan reformasi dan gelombang liberalisme akhirnya terbit juga di Indonesia. Majalah ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun kemudian, dikalahkan internet, sehingga jadilah publik pembaca Playboy dan publik langganan situs porno internet Amerika masturbator terbesar di dunia. Majalah pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh perempuan ini, mencoba menjajakan bentuk eksploitasi kaum Hawa di negeri kita yang pangsa pasarnya luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di tubuh perempuan dan fundamentalis- syahwat-merdeka seperti Penthouse, Hustler, Celebrity Skin, Cheri, Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.
Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur Playboy Indonesia, saya sarankan kepada mereka melakukan sebuah percobaan, yaitu mengganti model 4/5 telanjang majalah itu dengan ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, isteri dan anak perempuan mereka sendiri. Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu hari ketika Playboy Indonesia keluar perilaku aslinya dalam masalah ketelanjangan model yang dipotret. Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10 saluran televisi dan 25 suratkabar. Bagaimana? Berani? Malu atau tidak?
Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah menduga-memperkirakan-mengingat akibat yang mungkin terjadi sesudah orang membaca karya pornografis itu. Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang memberi sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan kelamin, apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan adegannya, apakah dengan kata-kata indah yang dianggap sastrawi atau kalimat-kalimat brutal, maka pembaca akan terangsang. Sesudah terangsang yang paling penakut akan onani dan yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa perempuan dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil jadi sasaran. Perkosaan banyak terjadi terhadap anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum haid yang di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja, pembantu pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.
Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi dan ditanya kenapa, umumnya bilang karena sesudah menonton VCD porno mereka terangsang ingin mencoba sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih jauh kasus yang sangat banyak ini (peneliti yang rajin akan bisa mendapat S-3 lewat tumpukan guntingan koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul.
Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi, prostitusi, penularan penyakit kelamin gonorrhoea, syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di kota-kota besar Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.
Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis
Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah difikirkan oleh penulis cerpen-puisi- novelis erotis yang umumnya asyik berdandan dengan dirinya sendiri, mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung ke sini dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang mungkin ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen dan novel pasca reformasi sudah dikatakan orang mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel dengan rangsangan syahwat terbit, maka beberapa ratus atau ribu pembaca yang terangsang itu akan mencontoh melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea di atas tadi, dengan segala rentetan kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya?
Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel syahwat itu, beradik-kakak dengan destruksi yang dilakukan produsen-pengedar-pembajak- pengecer VCD/DVD porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20 juta keping, yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia. Dulu harganya Rp30.000 sekeping, kini Rp3.000, sama murahnya dengan 3 batang rokok kretek. Mengisap rokok kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki dan menonton sekeping VCD/DVD syahwat sepanjang 6o menit itu. Bersama dengan produsen alkohol, narkoba dan nikotin, mereka tidak sadar telah menjadi unsur penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif serba-boleh- apa-saja-genjot, yang dengan bersemangat melabrak apa yang mereka anggap tabu selama ini, berpartisipasi meluluh-lantakkan moralitas anak bangsa.
Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang
Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca cerpen karya penulis yang disebut di atas. Dalam segi teknik penulisan, cerpen itu lancar dibaca. Dalam segi isi sederhana saja, dan secara klise sering ditulis pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar negeri, yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri asing dengan perempuan asing negeri itu. Kedua-duanya kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa isteri di kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan berciuman. Begitu saja.
Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis tidak menyatakan sikap yang jelas terhadap hubungan kedua orang itu. Akan ke mana hubungan itu berlanjut, juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada hubungan pernikahan atau perzinaan, kabur adanya. Perzinaan adalah sebuah pencurian. Yang melakukan zina, mencuri hak orang lain, yaitu hak penggunaan alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina melakukan intervensi terhadap ruang privat alat kelamin yang dizinai. Dia tak punya hak untuk itu. Yang dizinai bersekongkol dengan yang melakukan penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya. Pemerkosa adalah perampok penggunaan alat kelamin orang yang diperkosa. Penggunaan alat kelamin seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang suci adanya.
Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada lembaga pernikahan, dan/atau melakukan hubungan kelamin semaunya, yang tokoh-tokoh dalam karyanya diberi peran syahwat merdeka, adalah rombongan pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka maling tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi maling, karena (herannya) ada propagandis sastra menghadiahi mereka glorifikasi, dan penerbit menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit sastra semacam ini, dalam istilah kriminologi, berkomplot dengan maling.
Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap) sastra, tapi juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat hiburan malam, dan direktori semacam itu. Buku petunjuk yang begitu langsung tak langsung menunjukkan cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri haknya dengan cara membayar tunai atau dengan kartu kredit gesekan.
Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan berbagai masalah wilayah selangkang dan sekitarnya. Kalau di Malaysia pengarang-pengarang yang mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka di Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas perempuan. Beberapa di antaranya mungkin memang nymphomania atau gila syahwat, hingga ada kritikus sastra sampai hati menyebutnya “vagina yang haus sperma”. Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik disigi, tentang kemungkinannya jadi epidemi, dan harus dikasihani.
Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa dan Sulawesi Selatan naik takhta sebagai penguasa tertinggi kerajaan, Sultanah atau Ratu dengan kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21 ini sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu tepuk tangan kelompok permissif dan addiktif sebagai penulis sastra selangkang, yang aromanya jauh dari wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin tersendiri, yang bagi mereka parfum sehari-hari.
Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan
Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di Iowa Writing Program, Universitas Iowa, di benua itu sedang heboh-hebohnya gelombang gerakan perempuan. Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya sampai ke Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum perempuan, terutama liberasi kopulasi, kebebasan berkelamin, di koran, majalah, buku dan televisi.
Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan alat kelamin orang lain itu di layar kaca, yang cengengesan dan mringas-mringis seperti Gloria Steinem dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya. Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin HIV-AIDS yang meruyak menyebar seantero Amerika Serikat waktu itu, menimpa baik orang laki-laki maupun perempuan, hetero dan homoseksual, akibat kebebasan yang bablas itu.
Di setasiun kereta api bawah tanah New York, seorang laki-laki korban HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar matanya kosong, suaranya parau. Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan bablas itu. Para pembebas kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat heran. Sungguh memuakkan.
Kalimat bersayap mereka adalah, “This is my body. I’ll do whatever I like with my body.” “Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku suka dengan tubuhku ini.” Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh mereka itu ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman kredit mencicil dari Tuhan, Cuma satu tingkat di atas sepeda motor Jepang dan Cina yang diobral di iklan koran-koran.
Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu. Penganjur masyarakat permissif di mana pun juga, tidak suka Tuhan dilibatkan dalam urusan. Percuma bicara tentang moral dengan mereka. Dengan ringan nama Tuhan dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini merupakan riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke awal abad 21 ini, advokatornya dengan semangat dan stamina mirip anak-anak remaja bertopi beisbol yang selalu meniru membeo apa saja yang berasal dari Amerika Utara itu.
Penutup
Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat Merdeka ini adalah budaya malu yang telah kikis nyaris habis dari susunan syaraf pusat dan rohani mereka, dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak penggunaan kelamin orang lain yang disabet-dicopet-dikorupsi dengan entengnya. Tanpa memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan garong genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin dan narkoba, menjadi perantara kejahatan, mencecerkan HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi, bersuluh bulan dan matahari.
Kiriman dari milis Muhsinudin el-Fahdiey
Pidato Kebudayaan Taufiq Ismail
Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru.
Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik, berdiri-menjamurnya partai-partai politik baru, keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya SIUPP (izin penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik, diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung, dan seterusnya, dinikmati belum sampai sewindu, tapi sementara itu silih berganti beruntun-runtun belum terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan rekening reformasi ternyata mahal sekali.
Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu menumbuh dan menyuburkan kelompok permissif dan addiktif negeri kita, yang sejak 1998 naik daun. Arus besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita adalah gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak bersosok organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan capital raksasa mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.
Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?
PERTAMA adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok dalam perilaku seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sebagian berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga normal, sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.
KEDUA, penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah menikmati tiada perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah dan kulit perempuan muda, lalu menawarkan jasa hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai alat kelamin tiruan (kue pancong berkumis dan lemper berbaterai) dan boneka karet perempuan yang bisa dibawa bobok bekerjasama.
KETIGA, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat. Seks siswa dengan guru, ayah dengan anak, siswa dengan siswa, siswa dengan pria paruh baya, siswa dengan pekerja seks komersial - ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya terkenal. Remaja berseragam OSIS memang menjadi sasaran segmen pasar penting tahun-tahun ini. Beberapa guru SMA menyampaikan keluhan pada saya. “Citra kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak cerdas, kurang pergaulan dan memalukan.” Mari kita ingat ekstensifnya pengaruh tayangan layar kaca ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata 170.000.000 yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.
KEEMPAT, 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam mau pun Klaten. Pornografi gratis di internet luarbiasa besar jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika Serikat mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya bagaikan “gelombang tsunami setinggi 30 meter, dan kami melawannya dengan dua telapak tangan.” Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno diblokir pemerintah untuk terutama melindungi anak-anak dan remaja. Pemerintah kita tidak melakukan hal yang sama.
KELIMA, penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat ¼ sastra dan ½ sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya penulis pria. Di Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah selangkang dan sekitarnya mayoritas penulis perempuan. Ada kritikus sastra Malaysia berkata: “Wah, pak Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani. Kok mereka tidak malu, ya?” Memang begitulah, RASA MALU ITU YANG SUDAH TERKIKIS, bukan saja pada penulis-penulis perempuan aliran s.m.s. (sastra mazhab selangkang) itu, bahkan lebih-lebih lagi pada banyak bagian dari bangsa.
KEENAM, penerbit dan pengedar komik cabul. Komik yang kebanyakan terbitan Jepang dengan teks dialog diterjemahkan ke bahasa kita itu tampak dari kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara siswa dengan Bu Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian komik-komik itu tidak semata lucah saja, tapi ada pula kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang banyak aturan ini-itu, termasuk terhadap seks bebas. Dalam salah satu komik itu saya baca kecaman yang paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang. Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam jadinya Menteri Pendidikan Nasional kita.
KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta – 20 juta keping setahun. Harga yang dulu Rp30.000 sekeping, kini turun menjadi Rp3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan peraturan pemerintah.
Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid laki-laki yang kumpul jam dua sore seminggu di rumah salah seorang dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD, kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.
KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.
KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.
KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati, atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan pajak Rp15 triliun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit akibatnya Rp30 triliun rupiah. Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan. Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.
KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi yang diperlukan.
KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi berfungsi.
KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang sesudah menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ‘Praktisi aborsi gelap menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.
Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta menyebutkan bahwa angka aborsi di Indonesia 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal akibat dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas. Inilah produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial yang diakibatkannya. Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini, pornografi dan pornoaksi menjadi bintang panggungnya, melalui gemuruh kontroversi pro-kontra RUU APP.
Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU itu, yang total kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa dalam gelombang gerakan syahwat merdeka ini. Tetapi bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di dalamnya.
Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu ditambah-sempurnakan adalah perlindungan bagi anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap kekerasan pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini, terlupakan betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak 9-12 tahun terpapar pornografi, situs porno di internet naik lebih sepuluh kali lipat, lalu 40% anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan hubungan seks pra-nikah. Sementara anak-anak di Amerika Serikat dilindungi oleh 6 Undang-undang, anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena kunonya. Gelombang Syahwat Merdeka yang menolak total RUU ini berarti menolak melindungi anak-cucu kita sendiri.
Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini terkoordinasi bahu-membahu menumpang gelombang masa reformasi mendestruksi moralitas dan tatanan sosial. Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.
Menguji Rasa Malu Diri Sendiri
Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang cerita pendeknya yang dimuat di sebuah media. Dia berkata, “Kalau cerpen saya itu dianggap pornografis, wah, sedihlah saya.” Saya waktu itu belum sempat membacanya. Tapi saya kirimkan padanya pendapat saya mengenai pornografi. Begini.
Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes, menguji karya saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila tokoh-tokoh di dalam karya saya itu saya ganti dengan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau adik saya; lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak, adik, siswa di kelas sekolah, anggota pengajian masjid, jamaah gereja; kemudian saya tidak merasa malu, tiada dipermalukan, tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.
Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan orang-orang itu saya merasa malu, dipermalukan, tak patut, tak pantas, canggung, risi, muak dan jijik, maka karya saya itu pornografis. Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya, ketika saya menilai karya orang lain. Sebaliknya dipakai tolok ukur yang sama juga, yaitu bila orang lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa melakukan tes tersebut dengan cara yang serupa. Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa malu itu yang kini luntur dalam warna tekstil kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal.
Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik, Playboy, menumpang taufan reformasi dan gelombang liberalisme akhirnya terbit juga di Indonesia. Majalah ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun kemudian, dikalahkan internet, sehingga jadilah publik pembaca Playboy dan publik langganan situs porno internet Amerika masturbator terbesar di dunia. Majalah pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh perempuan ini, mencoba menjajakan bentuk eksploitasi kaum Hawa di negeri kita yang pangsa pasarnya luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di tubuh perempuan dan fundamentalis- syahwat-merdeka seperti Penthouse, Hustler, Celebrity Skin, Cheri, Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.
Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur Playboy Indonesia, saya sarankan kepada mereka melakukan sebuah percobaan, yaitu mengganti model 4/5 telanjang majalah itu dengan ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, isteri dan anak perempuan mereka sendiri. Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu hari ketika Playboy Indonesia keluar perilaku aslinya dalam masalah ketelanjangan model yang dipotret. Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10 saluran televisi dan 25 suratkabar. Bagaimana? Berani? Malu atau tidak?
Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah menduga-memperkirakan-mengingat akibat yang mungkin terjadi sesudah orang membaca karya pornografis itu. Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang memberi sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan kelamin, apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan adegannya, apakah dengan kata-kata indah yang dianggap sastrawi atau kalimat-kalimat brutal, maka pembaca akan terangsang. Sesudah terangsang yang paling penakut akan onani dan yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa perempuan dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil jadi sasaran. Perkosaan banyak terjadi terhadap anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum haid yang di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja, pembantu pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.
Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi dan ditanya kenapa, umumnya bilang karena sesudah menonton VCD porno mereka terangsang ingin mencoba sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih jauh kasus yang sangat banyak ini (peneliti yang rajin akan bisa mendapat S-3 lewat tumpukan guntingan koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul.
Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi, prostitusi, penularan penyakit kelamin gonorrhoea, syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di kota-kota besar Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.
Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis
Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah difikirkan oleh penulis cerpen-puisi- novelis erotis yang umumnya asyik berdandan dengan dirinya sendiri, mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung ke sini dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang mungkin ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen dan novel pasca reformasi sudah dikatakan orang mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel dengan rangsangan syahwat terbit, maka beberapa ratus atau ribu pembaca yang terangsang itu akan mencontoh melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea di atas tadi, dengan segala rentetan kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya?
Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel syahwat itu, beradik-kakak dengan destruksi yang dilakukan produsen-pengedar-pembajak- pengecer VCD/DVD porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20 juta keping, yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia. Dulu harganya Rp30.000 sekeping, kini Rp3.000, sama murahnya dengan 3 batang rokok kretek. Mengisap rokok kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki dan menonton sekeping VCD/DVD syahwat sepanjang 6o menit itu. Bersama dengan produsen alkohol, narkoba dan nikotin, mereka tidak sadar telah menjadi unsur penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif serba-boleh- apa-saja-genjot, yang dengan bersemangat melabrak apa yang mereka anggap tabu selama ini, berpartisipasi meluluh-lantakkan moralitas anak bangsa.
Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang
Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca cerpen karya penulis yang disebut di atas. Dalam segi teknik penulisan, cerpen itu lancar dibaca. Dalam segi isi sederhana saja, dan secara klise sering ditulis pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar negeri, yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri asing dengan perempuan asing negeri itu. Kedua-duanya kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa isteri di kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan berciuman. Begitu saja.
Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis tidak menyatakan sikap yang jelas terhadap hubungan kedua orang itu. Akan ke mana hubungan itu berlanjut, juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada hubungan pernikahan atau perzinaan, kabur adanya. Perzinaan adalah sebuah pencurian. Yang melakukan zina, mencuri hak orang lain, yaitu hak penggunaan alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina melakukan intervensi terhadap ruang privat alat kelamin yang dizinai. Dia tak punya hak untuk itu. Yang dizinai bersekongkol dengan yang melakukan penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya. Pemerkosa adalah perampok penggunaan alat kelamin orang yang diperkosa. Penggunaan alat kelamin seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang suci adanya.
Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada lembaga pernikahan, dan/atau melakukan hubungan kelamin semaunya, yang tokoh-tokoh dalam karyanya diberi peran syahwat merdeka, adalah rombongan pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka maling tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi maling, karena (herannya) ada propagandis sastra menghadiahi mereka glorifikasi, dan penerbit menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit sastra semacam ini, dalam istilah kriminologi, berkomplot dengan maling.
Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap) sastra, tapi juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat hiburan malam, dan direktori semacam itu. Buku petunjuk yang begitu langsung tak langsung menunjukkan cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri haknya dengan cara membayar tunai atau dengan kartu kredit gesekan.
Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan berbagai masalah wilayah selangkang dan sekitarnya. Kalau di Malaysia pengarang-pengarang yang mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka di Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas perempuan. Beberapa di antaranya mungkin memang nymphomania atau gila syahwat, hingga ada kritikus sastra sampai hati menyebutnya “vagina yang haus sperma”. Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik disigi, tentang kemungkinannya jadi epidemi, dan harus dikasihani.
Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa dan Sulawesi Selatan naik takhta sebagai penguasa tertinggi kerajaan, Sultanah atau Ratu dengan kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21 ini sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu tepuk tangan kelompok permissif dan addiktif sebagai penulis sastra selangkang, yang aromanya jauh dari wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin tersendiri, yang bagi mereka parfum sehari-hari.
Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan
Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di Iowa Writing Program, Universitas Iowa, di benua itu sedang heboh-hebohnya gelombang gerakan perempuan. Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya sampai ke Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum perempuan, terutama liberasi kopulasi, kebebasan berkelamin, di koran, majalah, buku dan televisi.
Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan alat kelamin orang lain itu di layar kaca, yang cengengesan dan mringas-mringis seperti Gloria Steinem dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya. Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin HIV-AIDS yang meruyak menyebar seantero Amerika Serikat waktu itu, menimpa baik orang laki-laki maupun perempuan, hetero dan homoseksual, akibat kebebasan yang bablas itu.
Di setasiun kereta api bawah tanah New York, seorang laki-laki korban HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar matanya kosong, suaranya parau. Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan bablas itu. Para pembebas kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat heran. Sungguh memuakkan.
Kalimat bersayap mereka adalah, “This is my body. I’ll do whatever I like with my body.” “Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku suka dengan tubuhku ini.” Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh mereka itu ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman kredit mencicil dari Tuhan, Cuma satu tingkat di atas sepeda motor Jepang dan Cina yang diobral di iklan koran-koran.
Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu. Penganjur masyarakat permissif di mana pun juga, tidak suka Tuhan dilibatkan dalam urusan. Percuma bicara tentang moral dengan mereka. Dengan ringan nama Tuhan dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini merupakan riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke awal abad 21 ini, advokatornya dengan semangat dan stamina mirip anak-anak remaja bertopi beisbol yang selalu meniru membeo apa saja yang berasal dari Amerika Utara itu.
Penutup
Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat Merdeka ini adalah budaya malu yang telah kikis nyaris habis dari susunan syaraf pusat dan rohani mereka, dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak penggunaan kelamin orang lain yang disabet-dicopet-dikorupsi dengan entengnya. Tanpa memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan garong genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin dan narkoba, menjadi perantara kejahatan, mencecerkan HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi, bersuluh bulan dan matahari.
Kiriman dari milis Muhsinudin el-Fahdiey
Rabu, 29 Oktober 2008
Wuah..lelahnya..
Assalamu'alaikum Wr Wb
Akhirnya, pi2n masih punya kesempatan nulis lagi deh..oiya kemarin sempet tertunda obrolan minggu kemarin. Sabtu pekan kemarin, tepat ada Pilwalkot Bogor. Kebetulan pi2n dapet liputan ke tiga kelurahan di Bogor Tengah, yakni Pabaton, Cibogor dan Ciwaringin...Sebetulnya tugasnya masih terbilang ringan, kalau kordinasinya jelas... kenyataannya nggak berjalan sebagaimana yang direncanakan...Yang cukup melelahkan, pi2n harus jalan kaki mendatangi satu persatu TPS yang ada di tiga kelurahan itu...Kebayang nggak, harus jalan kaki sementara jarak antara satu TPS dengan TPS lain lumayan jauh khususnya yang berada di Kelurahan Cibogor. Sampai-sampe pi2n harus nyebrangin sungai kecil dan naik turun tangga yang jumlahnya puluhan...aduh pokoke cape deeh...belum lagi ada petugas TPS yang nggak mau kerjasama.. Sebelnya, data yang udah bersusah payah dicari dan ditulis pake lari-lari malah nggak kepakai sama sekali...btw semuanya bisa dilalui dengan lancar..
Ternyata blogger sayang, kelelahan pi2n nggak berhenti di situ karena hari berikutnya harus berlelah-lelah belanja untuk kebutuhan sunatan massal..dan hari H-nya ampe-ampe jadi MC tak terkontrol dan berantakan..aduh pokonya malu deh, karena bawain acaranya belepotan karena sambil ngurusin paket lah, snack de elelel ...Tapi Alhamdulillah acaranya lancar sih...
Ya Allah, berilah hambaMU ini kemudahan untuk segera lepas dari kelelahan dan kejenuhan dari rutinitas dan pekerjaan di depan komputer dan kuli pulpen ini...!
Abis blogger, pi2n dah bosan tidur malam dan tidur lagi pagi...apalagi setiap hari harus masuk...cukup melelahkan banget..Kalau memang pekerjaan lain lebih memudahkanku mendekat dan mengingatMU maka kabulkanlah dan lancarkanlah jalannya ...Amin Ya Robbal Alamin
Akhirnya, pi2n masih punya kesempatan nulis lagi deh..oiya kemarin sempet tertunda obrolan minggu kemarin. Sabtu pekan kemarin, tepat ada Pilwalkot Bogor. Kebetulan pi2n dapet liputan ke tiga kelurahan di Bogor Tengah, yakni Pabaton, Cibogor dan Ciwaringin...Sebetulnya tugasnya masih terbilang ringan, kalau kordinasinya jelas... kenyataannya nggak berjalan sebagaimana yang direncanakan...Yang cukup melelahkan, pi2n harus jalan kaki mendatangi satu persatu TPS yang ada di tiga kelurahan itu...Kebayang nggak, harus jalan kaki sementara jarak antara satu TPS dengan TPS lain lumayan jauh khususnya yang berada di Kelurahan Cibogor. Sampai-sampe pi2n harus nyebrangin sungai kecil dan naik turun tangga yang jumlahnya puluhan...aduh pokoke cape deeh...belum lagi ada petugas TPS yang nggak mau kerjasama.. Sebelnya, data yang udah bersusah payah dicari dan ditulis pake lari-lari malah nggak kepakai sama sekali...btw semuanya bisa dilalui dengan lancar..
Ternyata blogger sayang, kelelahan pi2n nggak berhenti di situ karena hari berikutnya harus berlelah-lelah belanja untuk kebutuhan sunatan massal..dan hari H-nya ampe-ampe jadi MC tak terkontrol dan berantakan..aduh pokonya malu deh, karena bawain acaranya belepotan karena sambil ngurusin paket lah, snack de elelel ...Tapi Alhamdulillah acaranya lancar sih...
Ya Allah, berilah hambaMU ini kemudahan untuk segera lepas dari kelelahan dan kejenuhan dari rutinitas dan pekerjaan di depan komputer dan kuli pulpen ini...!
Abis blogger, pi2n dah bosan tidur malam dan tidur lagi pagi...apalagi setiap hari harus masuk...cukup melelahkan banget..Kalau memang pekerjaan lain lebih memudahkanku mendekat dan mengingatMU maka kabulkanlah dan lancarkanlah jalannya ...Amin Ya Robbal Alamin
Minggu, 26 Oktober 2008
Kekuatan Cinta & Motivasi
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, akhirnya pi2n bisa nulis lagi setelah tiga hari ini disibukkan dengan beberapa kegiatan...
Padahal, udah nggak sabaran loh, pingin cerita sama kalian kegiatan-kegiatan yang dikerjain kemarin.. Apa dulu ya..? Oiya, Kamis (23/10), pi2n balik lagi ke Jakarta bwt ngeliput seminar yang diadain IPB...Biasanya berangkat pake kereta, kemarin kebetulan ada bus milik IPB...Jadi deh, kita berangkat ke lokasi bareng...Di sana sempat dengar-dengar cerita Prohumasi IPB dari Pa Waluyo sama reporternya Rahman.. Untuk seminarnya sebetulnya menarik tentang 'Peran Bioteknologi terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia', tapi karena nggak terlalu fokus jadinya cuma tahu dasar-dasarnya deeh...Tapi akhirnya faham, ternyata tanpa ada penelitian dan pengembangan inovatif terhadap tanaman seperti sistem bioteknologi, bisa-bisa kita akan kehilangan jenis pangan yang mulai hilang di pasaran loh..
Tak berhenti di Kamis, pi2n juga dapat banyak pengalaman dan wawasan baru di hari JUmat (24/10). Mulai dari bertemu dengan orang-orang di Kejari dan Jamsostek hingga melihat lebih dekat penulis buku yang aku favoritkan 'Laskar Pelangi' Andrea Hirata. Tapi sayang, kami berlima plus pie, evoy, cumi dan rtn (oiya, nanti di edisi khusus pi2n ceritain ya siapa aja mereka) gak bisa pose bareng sang idola he..he.. Ma'lum banyak orang yang juga punya keinginan yang sama. Apalagi qt sempat antre berjam-jam di pintu masuk, beruntung qt bawa tiket jadi bisa lebih dulu dan dapet bingkisan deeeh...Yang menyenangkan ternyata kekuatan cinta dan motivasi dapat mengubah hidup seseorang. Lakukan apa yang kamu inginkan, berfikirlah positif pasti qt akan bisa melakukan sesuatu di luar ekspektasi...
Aduh, sebetulnya pi2n masih punya cerita di hari Sabtu (25/10), tapi karena ada rapat redaksi jadi nanti aja dilanjut obrolannya ok!!!!!
Alhamdulillah, akhirnya pi2n bisa nulis lagi setelah tiga hari ini disibukkan dengan beberapa kegiatan...
Padahal, udah nggak sabaran loh, pingin cerita sama kalian kegiatan-kegiatan yang dikerjain kemarin.. Apa dulu ya..? Oiya, Kamis (23/10), pi2n balik lagi ke Jakarta bwt ngeliput seminar yang diadain IPB...Biasanya berangkat pake kereta, kemarin kebetulan ada bus milik IPB...Jadi deh, kita berangkat ke lokasi bareng...Di sana sempat dengar-dengar cerita Prohumasi IPB dari Pa Waluyo sama reporternya Rahman.. Untuk seminarnya sebetulnya menarik tentang 'Peran Bioteknologi terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia', tapi karena nggak terlalu fokus jadinya cuma tahu dasar-dasarnya deeh...Tapi akhirnya faham, ternyata tanpa ada penelitian dan pengembangan inovatif terhadap tanaman seperti sistem bioteknologi, bisa-bisa kita akan kehilangan jenis pangan yang mulai hilang di pasaran loh..
Tak berhenti di Kamis, pi2n juga dapat banyak pengalaman dan wawasan baru di hari JUmat (24/10). Mulai dari bertemu dengan orang-orang di Kejari dan Jamsostek hingga melihat lebih dekat penulis buku yang aku favoritkan 'Laskar Pelangi' Andrea Hirata. Tapi sayang, kami berlima plus pie, evoy, cumi dan rtn (oiya, nanti di edisi khusus pi2n ceritain ya siapa aja mereka) gak bisa pose bareng sang idola he..he.. Ma'lum banyak orang yang juga punya keinginan yang sama. Apalagi qt sempat antre berjam-jam di pintu masuk, beruntung qt bawa tiket jadi bisa lebih dulu dan dapet bingkisan deeeh...Yang menyenangkan ternyata kekuatan cinta dan motivasi dapat mengubah hidup seseorang. Lakukan apa yang kamu inginkan, berfikirlah positif pasti qt akan bisa melakukan sesuatu di luar ekspektasi...
Aduh, sebetulnya pi2n masih punya cerita di hari Sabtu (25/10), tapi karena ada rapat redaksi jadi nanti aja dilanjut obrolannya ok!!!!!
Rabu, 22 Oktober 2008
Memilih Pendamping
Bagi mereka yang sedang mencari pasangan, telah memperoleh pasangan atau telah menikah.
Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.
Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARATitu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada
mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah
seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"
Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."
Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?" Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis." Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"
Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam
kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'
Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,"Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?" Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih
mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "
Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini.
Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu." "Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi. "Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?" "Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan." Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil."
"Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.
"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI
PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni." Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,"Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak
seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg
dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya." Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan
selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
(Dikutip dari: "When We Have to Choice"/ Kumpulan Sharing & Cerpen)
Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:
BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN
(setengah hari untuk memilih)
MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.
BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN
(setengah hari untuk merenungkan)
Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Di luar, memang KITADIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang
memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH
MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin
hubungan) dan MENYELARASKAN HATI. Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya
sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG"Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam
jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN)Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIKhal ini.
BAGI YANG TELAH MENIKAH
(setengah hari untuk memutuskan)
Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan
orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada
emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG.Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai
lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.
Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...
Good day & wonderful week ahead
Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.
Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARATitu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada
mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah
seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"
Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."
Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?" Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis." Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"
Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam
kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'
Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,"Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?" Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih
mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "
Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini.
Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu." "Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi. "Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?" "Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan." Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil."
"Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.
"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI
PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni." Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,"Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak
seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg
dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya." Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan
selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
(Dikutip dari: "When We Have to Choice"/ Kumpulan Sharing & Cerpen)
Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:
BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN
(setengah hari untuk memilih)
MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.
BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN
(setengah hari untuk merenungkan)
Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Di luar, memang KITADIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang
memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH
MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin
hubungan) dan MENYELARASKAN HATI. Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya
sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG"Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam
jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN)Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIKhal ini.
BAGI YANG TELAH MENIKAH
(setengah hari untuk memutuskan)
Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan
orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada
emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG.Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai
lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.
Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...
Good day & wonderful week ahead
Selasa, 21 Oktober 2008
Lentera Jiwa
Karir yang Rekreatif
Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena 'pecah kongsi' dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan 'power' yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.
Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.
Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. 'Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.''
Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.
Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya 'dipindahkan' oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.
Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.
Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari 'keju' itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti 'lentera jiwa' saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.
Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul 'Lentera Hati' yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa 'lentera jiwanya' ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.
Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.
Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. "Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,'' ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.
Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.
Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.
Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.
Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. "Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,'' ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ?'Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,'' katanya.
Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.
From Catatan Andy F Noya (Kick Andy)
Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena 'pecah kongsi' dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan 'power' yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.
Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.
Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. 'Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.''
Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.
Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya 'dipindahkan' oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.
Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.
Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari 'keju' itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti 'lentera jiwa' saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.
Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul 'Lentera Hati' yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa 'lentera jiwanya' ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.
Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.
Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. "Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,'' ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.
Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.
Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.
Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.
Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. "Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,'' ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ?'Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,'' katanya.
Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.
From Catatan Andy F Noya (Kick Andy)
Senin, 20 Oktober 2008
Perempuan
Tahu Nggak Sih, Istimewanya Perempuan ?
Banyak perempuan yang bilang bahwa susah menjadi perempuan, lihat saja aturan-aturan di bawah ini:
1. Perempuan auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Perempuan perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Perempuan saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Perempuan menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Perempuan perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Perempuan wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Perempuan kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas, dan lain-lain.
Tetapi… Pernahkan Kita Lihat Kenyataannya ?
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik.
Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.
2. Perempuan perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya?
3. Perempuan menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya?
4. Perempuan perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,
tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. Di akherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu: Istrinya, Ibunya,Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
5. Seorang perempuan boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu: Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya.
6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi perempuan jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada perempuan..
Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.
Wasalamu'alaikum...From Ahmad Mukhsinuddin el-Fahdiey
Banyak perempuan yang bilang bahwa susah menjadi perempuan, lihat saja aturan-aturan di bawah ini:
1. Perempuan auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Perempuan perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Perempuan saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Perempuan menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Perempuan perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Perempuan wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Perempuan kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas, dan lain-lain.
Tetapi… Pernahkan Kita Lihat Kenyataannya ?
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik.
Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.
2. Perempuan perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya?
3. Perempuan menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya?
4. Perempuan perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,
tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. Di akherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu: Istrinya, Ibunya,Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
5. Seorang perempuan boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu: Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya.
6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi perempuan jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada perempuan..
Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.
Wasalamu'alaikum...From Ahmad Mukhsinuddin el-Fahdiey
Minggu, 19 Oktober 2008
My Home
Senengnya...
191008
Assalamu'alaikum, akhirnya qt bisa ngobrol lagi...kalian tahu nggak, hari ini aku senang banget..tau nggak kenapa ? ..Ayo napa, pasti kalian juga tahu atau penasaran apaan sih yang bikin pia senang...!!
Yap, aku baru aja pulang..sebetulnya cuma bentar sih..tapi karena waktu libur lebaran belum puas jadi kepulangan kemarin jadi pengobat rindu deh...padahal di rumah cuma sempet ngobrol bentar malahan kelamaan nonton kali ye...soalnya di kostan sepi ga ada hiburan (do'ain ya, biar minggu-minggu ini aku bisa beli sesuatu bwt hiburan usai pulang kantor)..Ma'lum, kepulangan kali ini bisa cerita kostan baru ke ortu (o..iya, tahu gak aku kan baru pindah kostan loh ? ) Plus liat kontrakan baru yang dibangun mereka di lahan yang dulu sawah, tempat maen waktu kecil bwt nyari kijing, udang, genjer atau naik pohon kelapa...Sedih juga sih, pohon-pohon dulu dah pd ilang..kayak durian, jambu dan rambutan..Padahal, duriannya manis dan tebel loh dagingnya...Tapi ga pa-pa, daripada buahnya nyelakain tetangga..lagian kontrakan ini juga nantinya kan bwt pemasukan ortu juga...apalagi aku belum bisa ngasih..cuma kadang-kadang..Doain ya, mudah-mudahan lancar pembangunan kontrakannya..usaha ortukoe lancar n' biar bisa nambah dua kontrakan lagi deh...
Oiya,,,sebetulnya ada pengalaman lucu lagi..tapi aku belum mau bagi-bagi ceritanya sama kalian.. masih rahasia..Ok, dah dulu yaaah..I come back to kostan...ngantuak terus ada bacaan yang belum diterusian deh...
191008
Assalamu'alaikum, akhirnya qt bisa ngobrol lagi...kalian tahu nggak, hari ini aku senang banget..tau nggak kenapa ? ..Ayo napa, pasti kalian juga tahu atau penasaran apaan sih yang bikin pia senang...!!
Yap, aku baru aja pulang..sebetulnya cuma bentar sih..tapi karena waktu libur lebaran belum puas jadi kepulangan kemarin jadi pengobat rindu deh...padahal di rumah cuma sempet ngobrol bentar malahan kelamaan nonton kali ye...soalnya di kostan sepi ga ada hiburan (do'ain ya, biar minggu-minggu ini aku bisa beli sesuatu bwt hiburan usai pulang kantor)..Ma'lum, kepulangan kali ini bisa cerita kostan baru ke ortu (o..iya, tahu gak aku kan baru pindah kostan loh ? ) Plus liat kontrakan baru yang dibangun mereka di lahan yang dulu sawah, tempat maen waktu kecil bwt nyari kijing, udang, genjer atau naik pohon kelapa...Sedih juga sih, pohon-pohon dulu dah pd ilang..kayak durian, jambu dan rambutan..Padahal, duriannya manis dan tebel loh dagingnya...Tapi ga pa-pa, daripada buahnya nyelakain tetangga..lagian kontrakan ini juga nantinya kan bwt pemasukan ortu juga...apalagi aku belum bisa ngasih..cuma kadang-kadang..Doain ya, mudah-mudahan lancar pembangunan kontrakannya..usaha ortukoe lancar n' biar bisa nambah dua kontrakan lagi deh...
Oiya,,,sebetulnya ada pengalaman lucu lagi..tapi aku belum mau bagi-bagi ceritanya sama kalian.. masih rahasia..Ok, dah dulu yaaah..I come back to kostan...ngantuak terus ada bacaan yang belum diterusian deh...
Kegagalan
Tahukah kenapa kita jatuh ?
Tuhan memberi kita nikmat jatuh, supaya kita belajar bagaimana caranya untuk bangkit, setiap kita jatuh Tuhan sedang menumbuhkan jiwa pemenang dalam diri kita...So, semangat pemenang !
Tuhan memberi kita nikmat jatuh, supaya kita belajar bagaimana caranya untuk bangkit, setiap kita jatuh Tuhan sedang menumbuhkan jiwa pemenang dalam diri kita...So, semangat pemenang !
Pekerjaan
Kesenangan Dekat (201008)
Enjoy ...
- Pekerjaan adalah sarana mengubah kualitas hidup. Banyak dari kita
bekerja dengan harapan dapat hidup menjadi lebih baik dimasa yang akan
datang. Untuk itulah banyak yang merencanakan liburan dengan harapan
setelah berlibur maka kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Tapi
sadarkah kita bahwasanya banyak sekali (sebagian besar dari kita) yang
pusing tujuh keliling setelah berlibur. Membayar utang karena berlibur
sering gesek credit card, kembali mengisi celengan karena uang habis
terkuras ?.
Kita seringkali lupa dan lalai mengingat bahwa liburan yang
direncanakan sesegera setelah kita melakukan pekerjaan adalah
KESENANGAN DEKAT. Kesenangan Dekat ini akan menghabiskan hasil yang
kita dapat dari bekerja selama satu tahun. Banyak dari kita yang lupa
merencanakan KESENANGAN JAUH (hari tua/amal kebaikan menuju kematian
atau hari akhir).
Seringkali kita menggunakan LIBURAN sebagai PENGHINDARAN atas
kewajiban/pekerjaan yang seyogyanya kita lakukan. Orang yang melakukan
hal seperti ini memisahkan kesenangan dengan kewajiban, padahal
idealnya/seharusnya berliburlah didalam pekerjaan kita. Oleh karenanya
banyak yang mengukur keberhasilan dirinya dengan keren2an berlibur dan
menghabiskan uang banyak.
"Org yang merasa keren dan pakai barang mahal adalah org yang lebih
murah drpd barang itu sendiri. Orang yang berlibur dengan liburan
mahal adalah orang yang lebih murah dari liburan yang seharusnya ia
nikmati itu. Orang yang keren adalah org yang BERDAMAI dengan dirinya.
Karena pelana tidak menjadikan keledai menjadi kuda. Banggalah dengan
diri anda sebagaimana anda adanya"
Bagaimana agar tetap fokus kepada rencana yang di set di awal tahun ?
berliburlah dalam kehidupan anda. Biasakanlah memberi hadiah atas
sebuah kebaikan. Tepuk pundak sendiri dan katakan "you did a very good
job", krn kita butuh pujian. Hadiahi diri sendiri.
Bagaimana menghadiahi liburan yg menyenangkan. Teknik sandwich. Tau
dimana anda berada. jangan sombong krn ingat ! ada yang lebih kaya dan
jangan sombong krn ada yg lebih miskin. Know where you stand sehingga
perjalanan anda menjadi jelas.
SUPER TIP : Jangan simpan tenaga anda utk sebuah kehidupan yg sedang
anda tunggu, krn kehidupan telah lama terjadi. Byk org hidupnya baru
bersiap2 pdh hidupnya telah lama dimulai. Pensiunlah semuda mungkin
sehingga semuanya masih masuk akal dijalani. Perbaiki usia pensiun
anda, jangan ikuti standard normal (55 tahun). Mulailah persiapkan
KESENANGAN JAUH anda mulai hari ini. Karena kebanyakan orang hidupnya
bersaing dengan biayanya, bukan bersaing dengan impiannya, yang mana
kalau menang (dari persaingan tersebut) maka pendapatannya hanya
sedikit diatas biayanya. Jadi, kejar impian anda dari sekarang.
Rejeki itu adalah akibat, akibat dari apa yang anda usahakan dan
impikan. Suami yang kikir thd keluarganya, maka Allah tidak akan
berpikir utk memberikan anggaran lebih untuk suami tersebut. Orang
yang tidak memiliki proyek dalam hidupnya maka Allah tidak akan
berpikir untuk memberikan lebih. Karena proyek adalah doa. Segera buat
proyek pribadi (beli rumah, beli kendaraan, renovasi, liburan, dll)
dan berdoa + berusahalah agar proyek tsb berhasil.
Brp sering anda berdoa untuk kebaikan org lain dibandingkan dgn utk
diri sendiri ? berdoalah agar anda mampu membahagiakan org lain,
berdoalah untuk org lain
WISE CARD dari Mario Teguh
Janganlah menjelaskan mgp anda belum mencapai yg belum anda capai,
tetapi segeralah bekerja menyelesaikan yg telah jelas bagi anda. Ini
akan menuntun pekerjaan lain yang besar. Perbesarlah kesungguhan dlm
pekerjaan apapun yang menjadikan anda besar
Miliki kesungguhan baru dan terlibatlah pada kesibukan2 yang
membahagiakan orang lain. Buatlah diri anda penting bagi org lain.
HASIL AKHIR kadang mengganggu kesungguhan kita. bgmn menyikapinya ?
hasil yang anda terima tdk boleh dilihat sbg sesuatu yang final. Org
yang mengeluh adalah org yang melihat masalahnya permanen, orang yang
sombong adalah orang yang melihat keberhasilannya permanen. Hasil anda
adalah PEMUNGKIN untuk hasil yang lebih baik. Gunakan apa yg ada skrg
sbg pemungkin untuk hasil yang lebih baik yang dapat menuntun anda
mencapai impian anda
RANGKUMAN
Hidup yg paling balik adalah a life of vacation, hidup seindah
liburan, karena dijalani dg gembira. Sesuaikan rasa dan hati anda
sesuai dengan kualitas yang anda harapkan.
"Manfaatnya sangat bermanfaat ketika Anda tidak lagi bermanfaat"
"Manfaatnya tidak bermanfaat saat Anda sedang bermanfaat"
Enjoy ...
- Pekerjaan adalah sarana mengubah kualitas hidup. Banyak dari kita
bekerja dengan harapan dapat hidup menjadi lebih baik dimasa yang akan
datang. Untuk itulah banyak yang merencanakan liburan dengan harapan
setelah berlibur maka kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Tapi
sadarkah kita bahwasanya banyak sekali (sebagian besar dari kita) yang
pusing tujuh keliling setelah berlibur. Membayar utang karena berlibur
sering gesek credit card, kembali mengisi celengan karena uang habis
terkuras ?.
Kita seringkali lupa dan lalai mengingat bahwa liburan yang
direncanakan sesegera setelah kita melakukan pekerjaan adalah
KESENANGAN DEKAT. Kesenangan Dekat ini akan menghabiskan hasil yang
kita dapat dari bekerja selama satu tahun. Banyak dari kita yang lupa
merencanakan KESENANGAN JAUH (hari tua/amal kebaikan menuju kematian
atau hari akhir).
Seringkali kita menggunakan LIBURAN sebagai PENGHINDARAN atas
kewajiban/pekerjaan yang seyogyanya kita lakukan. Orang yang melakukan
hal seperti ini memisahkan kesenangan dengan kewajiban, padahal
idealnya/seharusnya berliburlah didalam pekerjaan kita. Oleh karenanya
banyak yang mengukur keberhasilan dirinya dengan keren2an berlibur dan
menghabiskan uang banyak.
"Org yang merasa keren dan pakai barang mahal adalah org yang lebih
murah drpd barang itu sendiri. Orang yang berlibur dengan liburan
mahal adalah orang yang lebih murah dari liburan yang seharusnya ia
nikmati itu. Orang yang keren adalah org yang BERDAMAI dengan dirinya.
Karena pelana tidak menjadikan keledai menjadi kuda. Banggalah dengan
diri anda sebagaimana anda adanya"
Bagaimana agar tetap fokus kepada rencana yang di set di awal tahun ?
berliburlah dalam kehidupan anda. Biasakanlah memberi hadiah atas
sebuah kebaikan. Tepuk pundak sendiri dan katakan "you did a very good
job", krn kita butuh pujian. Hadiahi diri sendiri.
Bagaimana menghadiahi liburan yg menyenangkan. Teknik sandwich. Tau
dimana anda berada. jangan sombong krn ingat ! ada yang lebih kaya dan
jangan sombong krn ada yg lebih miskin. Know where you stand sehingga
perjalanan anda menjadi jelas.
SUPER TIP : Jangan simpan tenaga anda utk sebuah kehidupan yg sedang
anda tunggu, krn kehidupan telah lama terjadi. Byk org hidupnya baru
bersiap2 pdh hidupnya telah lama dimulai. Pensiunlah semuda mungkin
sehingga semuanya masih masuk akal dijalani. Perbaiki usia pensiun
anda, jangan ikuti standard normal (55 tahun). Mulailah persiapkan
KESENANGAN JAUH anda mulai hari ini. Karena kebanyakan orang hidupnya
bersaing dengan biayanya, bukan bersaing dengan impiannya, yang mana
kalau menang (dari persaingan tersebut) maka pendapatannya hanya
sedikit diatas biayanya. Jadi, kejar impian anda dari sekarang.
Rejeki itu adalah akibat, akibat dari apa yang anda usahakan dan
impikan. Suami yang kikir thd keluarganya, maka Allah tidak akan
berpikir utk memberikan anggaran lebih untuk suami tersebut. Orang
yang tidak memiliki proyek dalam hidupnya maka Allah tidak akan
berpikir untuk memberikan lebih. Karena proyek adalah doa. Segera buat
proyek pribadi (beli rumah, beli kendaraan, renovasi, liburan, dll)
dan berdoa + berusahalah agar proyek tsb berhasil.
Brp sering anda berdoa untuk kebaikan org lain dibandingkan dgn utk
diri sendiri ? berdoalah agar anda mampu membahagiakan org lain,
berdoalah untuk org lain
WISE CARD dari Mario Teguh
Janganlah menjelaskan mgp anda belum mencapai yg belum anda capai,
tetapi segeralah bekerja menyelesaikan yg telah jelas bagi anda. Ini
akan menuntun pekerjaan lain yang besar. Perbesarlah kesungguhan dlm
pekerjaan apapun yang menjadikan anda besar
Miliki kesungguhan baru dan terlibatlah pada kesibukan2 yang
membahagiakan orang lain. Buatlah diri anda penting bagi org lain.
HASIL AKHIR kadang mengganggu kesungguhan kita. bgmn menyikapinya ?
hasil yang anda terima tdk boleh dilihat sbg sesuatu yang final. Org
yang mengeluh adalah org yang melihat masalahnya permanen, orang yang
sombong adalah orang yang melihat keberhasilannya permanen. Hasil anda
adalah PEMUNGKIN untuk hasil yang lebih baik. Gunakan apa yg ada skrg
sbg pemungkin untuk hasil yang lebih baik yang dapat menuntun anda
mencapai impian anda
RANGKUMAN
Hidup yg paling balik adalah a life of vacation, hidup seindah
liburan, karena dijalani dg gembira. Sesuaikan rasa dan hati anda
sesuai dengan kualitas yang anda harapkan.
"Manfaatnya sangat bermanfaat ketika Anda tidak lagi bermanfaat"
"Manfaatnya tidak bermanfaat saat Anda sedang bermanfaat"
Sabtu, 18 Oktober 2008
Cinta
Sebab Cinta Memang Harus Diupayakan
1. Menikah dengan orang yang kau cintai
2. Mencintai orang yang kau nikahi
Mana yang kau pilih ?
Pilihan kedua...kenapa ?
Sebab jodoh adalah hal yang pasti meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara.
Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk menciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah
Itu jawaban saat itu, tapi beberapa jarak setelah itu Anda mungkin termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Kemudian jawaban itu menjadi ragu, benarkah begitu ?
Pilihan Pertama, menikah dengan orang yang saya cintai mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya sebab cinta itu sudah dilegalkan.
Pilihan Kedua, mencintai orang yang saya nikahi..hmmm pasrah, menerima nasib, ah tidak, saya menerjemahkannya menjadi bentuk syukur padaNYA. Sebab ada yang Allah telah pilihkan kita, tentu itulah yang terbaik maka kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya. Bukankah, jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja ? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya ? tetapi sekali lagi betapa menyenangkan jika pertamalah yang menjadi pilihan. Menikah dengan orang yang saya cintai seperti Fatimah dengan Ali sebagaimana Khadijah menikah dengan Muhammad .
Tetapi kalaupun akhirnya Allah memilihkan oranglain maka pilihan keduapun bukan hal yang tidak menyenangkan tidak ada yang tidak mungkin, sebab cinta memang harus diupayakan...
Bagaimana dengan Anda ? Apakah akan menikah dengan orang yang Anda cintai atau akan mencintai orang yang Anda nikahi...
Dialog hati berakhir...Aku ingin mewujudkan pilihan pertama tetapi Allah tak berkenan, semoga Ia memberi energi untuk mengupayakan pilihan kedua..Sebenarnya itu semua cuma pilihan. Sebab hasilnya Allah tentukan. Bahkan Allah akan menggiring kita hingga memilih pilihan sesuai yang Allah mau. Bingung ? ga usah bingung Allah maha segalanya kok ) Semuanya mungkin bagi Allah..siapa yang bisa menjamin pilihan pertama adalah yang terbaik ? Lalu siapapula yang menjamin kalo pilihan kedua adalah pilihan cadangan ? Sama seperti ketika kita memilih sekolah.
So, coba dikiaskan dengan yang lain, agar terbuka pikiran kita dan makin mudah bagi kita mensyukuri apa yang sudah Allah bagi untuk kita.
From : Annida Magazine
Wallahu A'lam
1. Menikah dengan orang yang kau cintai
2. Mencintai orang yang kau nikahi
Mana yang kau pilih ?
Pilihan kedua...kenapa ?
Sebab jodoh adalah hal yang pasti meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara.
Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk menciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah
Itu jawaban saat itu, tapi beberapa jarak setelah itu Anda mungkin termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Kemudian jawaban itu menjadi ragu, benarkah begitu ?
Pilihan Pertama, menikah dengan orang yang saya cintai mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya sebab cinta itu sudah dilegalkan.
Pilihan Kedua, mencintai orang yang saya nikahi..hmmm pasrah, menerima nasib, ah tidak, saya menerjemahkannya menjadi bentuk syukur padaNYA. Sebab ada yang Allah telah pilihkan kita, tentu itulah yang terbaik maka kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya. Bukankah, jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja ? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya ? tetapi sekali lagi betapa menyenangkan jika pertamalah yang menjadi pilihan. Menikah dengan orang yang saya cintai seperti Fatimah dengan Ali sebagaimana Khadijah menikah dengan Muhammad .
Tetapi kalaupun akhirnya Allah memilihkan oranglain maka pilihan keduapun bukan hal yang tidak menyenangkan tidak ada yang tidak mungkin, sebab cinta memang harus diupayakan...
Bagaimana dengan Anda ? Apakah akan menikah dengan orang yang Anda cintai atau akan mencintai orang yang Anda nikahi...
Dialog hati berakhir...Aku ingin mewujudkan pilihan pertama tetapi Allah tak berkenan, semoga Ia memberi energi untuk mengupayakan pilihan kedua..Sebenarnya itu semua cuma pilihan. Sebab hasilnya Allah tentukan. Bahkan Allah akan menggiring kita hingga memilih pilihan sesuai yang Allah mau. Bingung ? ga usah bingung Allah maha segalanya kok ) Semuanya mungkin bagi Allah..siapa yang bisa menjamin pilihan pertama adalah yang terbaik ? Lalu siapapula yang menjamin kalo pilihan kedua adalah pilihan cadangan ? Sama seperti ketika kita memilih sekolah.
So, coba dikiaskan dengan yang lain, agar terbuka pikiran kita dan makin mudah bagi kita mensyukuri apa yang sudah Allah bagi untuk kita.
From : Annida Magazine
Wallahu A'lam
Langganan:
Postingan (Atom)
