Rabu, 26 November 2008

friendship (3)

Ada yang disesali saatkoe lulus dari pesantren, yakni berlama-lama untuk kangen-kangenan usai penobatan juara dan wisuda Mu'alimin..Saking nggak pernah pulang, ditambah saat itu keluarga membawa kendaraan kosong untuk menghadiri wisuda, aku pun langsung ikutserta bersama mereka pulang ke kampung halaman. Padahal, di akhir tinggal di asrama sambil menunggu pelantikan ketua asrama baru dan perpisahan penghuni asrama sebelum libur panjang, teman-teman yang tinggal di pondok saling kangen-kangenan dan bermain menghabiskan waktu di pesantren tercinta. Nyesel banget...sampe-sampe aaku pulang ke rumah dan memulai aktivitas baru selalu teringat kejadian lucu, sedih, bahagia dan perasaan campur aduk lainnya yang menghinggapi kami selama di sana...Hanya sebagian foto dan buku-buku lah yang mengobati kekangenanku terhadap pondokku..Apalagi kesibukan dan jarak membuat koe sulit menjangkau tempat tersebut. Tapi ada satu yang tak akan pernah piepien lupa, kenangan dan ilmu yang didapatkan selama di sana menjadi bekal penting untuk kedewasaan dan kemandirian menapaki kehidupan selanjutnya...terutama di bangku kursus dan kuliah di Jakarta. Meski harus berpisah dengan para asatidz dan sahabat-sahabat koe, penyesalan tak harus menetap di hati karena bagaimanapun ada pertemuan maka konsekuensinya harus siap dengan perpisahan.

Teman jauh yang mendoakan kita, merupakan doa yang paling diijabah Allah SWT.. Ya Tuhanku, ampunilah aku dan teman-temanku berilah kami kemudahan dalam menjalani hidup dan kabulkanlah harapan dan keinginan kami yang belum tercapai dan tergapai...Amiiin

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah... renungan yang hebat nih. Saya hampir lupa ada mother day...

Unknown mengatakan...

pa sopyan apa kabar? sekarang ada di mana dan sibuk apa?