Selasa, 30 Desember 2008

Resolusi Tahun Baru

Sebuah survei dilakukan di Amerika mengenai resolusi yang selalu muncul dari tahun ke tahun. Ada beberapa resolusi yang dipilih oleh 50 persen dari peserta survei tersebut. Mau tahu?

1. Menghabiskan Waktu Lebih Banyak Dengan Keluarga
Satu tahun penuh bekerja terkadang membuat seseorang lupa banyak waktu terlewati bersama keluarga. Secara tak sadar, rambut pasangan mulai memutih, si kecil sudah mengucapkan kata pertamanya dan Anda tak sempat melihatnya. Di resolusi Tahun Barunya, banyak orang yang ingin lebih menyediakan waktunya untuk keluarga.

2. Olahraga Teratur dan Menurunkan Berat Badan
Aktifitas padat membuat Anda tak sempat berolahraga. Lemak pun menumpuk. Olahraga teratur akhirnya menjadi salah satu resolusi Tahun Baru terfavorit. Berolahraga tentu saja salah satu tujuannya untuk menurunkan berat badan. Bentuk badan bagus pun menjadi resolusi tahun baru terfavorit.

3. Berhenti Merokok.
Bahaya merokok tampaknya tak perlu lagi dijabarkan. Namun walau mengaku mengerti akan risiko merokok, tetap saja banyak orang yang tak bisa menjauhkan diri dari kebiasaan merokok. Walaupun begitu ternyata banyak orang yang memasukkan 'berhenti merokok' dalam resolusi tahun barunya.

4. Ingin Menikmati Hidup
Stres serta tekanan hidup yang terjadi selama setahun membuat seseorang memasukkan 'Ingin Menikmati Hidup' dalam resolusi tahun barunya.

5. Kurangi Hutang
SIfat boros di Tahun Lalu membuat Anda 'bangkrut'. Di tahun yang baru, Anda ingin lebih disiplin dalam pengeluaran. Kurangi hutang pun jadi resolusi favorit.

Apakah resolusi di atas merupakan resolusi Anda dalam menyambut Tahun Baru?

Kamis, 25 Desember 2008

Tahun Baru Islam


Tetap Semangat, Jangan Pernah Menyerah Tuk Perubahan
Sebentar lagi memasuki pergantian tahun. Kita akan meninggalkan tahun 1429 hijriyah dan masuk ke tahun 1430 hijriyah. Kita dapat melakukan muhasabah perjalanan (mereview) hidup kita, selama setahun yang lalu, apakah lebih berat timbangan kebaikannya, atau lebih berat timbangan keburukannya?

Umur kita akan terus bertambah dan semakin mendekati datangnya kematian. Kematian adalah kepastian. Tak ada satupun makhluk di muka bumi yang selamat dari kematian. Dan, manusia harus bersiap-siap menyongsong kehidupan baru, yang lebih lama, lebih panjang, kekal, selama-lamanya, yaitu kehidupan akhirat.

Dalam kehidupan ini kita akan memilih. Kita memilih kebahagian di dunia atau memilih kebahagiaan di akhirat? Atau kita memilih keduanya, seperti dalam doa yang selalu kita ucapkan : “ Ya Rabb anugerahilah aku kehidupan di dunia yang bahagia, dan kehidupan di akhirat yang mulia”. Inilah jalan para anbiya’ (nabi), khulafaur rasyididn, dan para generasi shalaf, yang senantiasa mencintai Rabbnya, dan tidak pernah berpaling selama-lamanya dari-Nya. Generasi ini yang terus menapaki kehidupan dengan segala amal kebaikan.

Mereka senantiasa menolak dengan tegas perbuatan yang bathil dan fasad, yang dapat menjerumuskan diri mereka kedalam bencana. Ghirahnya (kecemburuannya) terus menyala-nyala, tak pernah padam, selalu marah ketika melihat segala penyimpangan, penolakan manusia atas segala ajaran-Nya, dan tidak pernah mau menerima segala bentuk kekafiran, kemusyrikan, dan kemunafikan. Karena, sifat-sifat itu, tak layak dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepada Rabbnya. Sifat-sifat itu yang sangat dibenci oleh Allah Azza Wa Jalla.

Tapi, kita memasuki kehidupan modern, yang penuh dengan tarikan dunia, yang senantiasa menggoada manusia menjadi lalai. Manusia tidak ingat akan datangnya kematian. Kehidupannya terus disibukkan dengan berbagai ambisi dan angan-angan, yang tak pernah habis-habis. Sampai datangnya hari tua, dan kematian merenggutnya. Adakah penyesalan? Segalanya menjadi terlambat. Segala penyesalan tak ada gunanya.

Seperti halnya, Fir’aun, yang saat ditenggelamkan di laut Merah, baru menyadari kemahakuasaan Allah Rabbul Jallal. Apakah sifat dan sikap manusia seperti itu? Datangnya kesadaran selalu terlambat. Datangnya penyesalan selalu terlambat. Ketika manusia sudah memasuki kehidupan di akhirat, dan masing-masing harus mempertanggungjawabkan kehadapan sang Khaliq, selalu mereka mengatakan, ketika di dunia belum mendapatkan keterangan tentang hakikat al-haq.

Bagaimana nasib manusia hari ini yang senantiasa menggantungkan hidupnya kepada materi? Ketika krisis datang dan menghampiri mereka, maka mereka banyak yang merasa kehilangan keseimbangan, merasakan kehampaan, dan kehilangan motivasi, serta semangat hidup. Kesalahan yang mendasar manusia modern adalah menjadikan benda sebagai sesembahan, dan makhluk sebagai sesembahan.

Kehidupan modern sekarang ini, tak ubahnya seperti ketika kehidupan di masa lalu, pada masa Nabi Ibrahim alaihis salam, mereka menyembah patung-patung, benda, matahari, rembulan, dan sesama manusia, yang mereka kira dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Sama antara jahiliyah di masa lalu dengan kehidupan di zaman sekarang. Mungkin hanya suasananya yang berbeda.

Manusia modern yang sangat berkecenderungan pada kehidupan materialisme, hanya menghabiskan seluruh waktu dan umurnya, mengumpulkan materi dengan bekerja. Waktunya, dari pagi hingga malam, hanya digunakan bekerja. Tujuannya mendapat materi. Lalu, mereka bersenang-senang, mengunjungi tempat-tempat hiburan, cape, hotel, tempat wisata, dan segala yang berbau ‘luxury’, yang dapat memberikan kenikmatan bagi kehidupan mereka.

Manusia betul-betul sebagai pemuja kenikmatan. Kenikmatan kehidupan di dunia, yang sengaja mereka ciptakan sendiri. Seakan mereka berkekalan atas segala kehidupan di dunia, yang tak pernah bakal berakhir. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi kehidupannya sendiri, membodohi kehidupan sendiri, dan akhirnya mereka menjadi korban dari pilihan hidup mereka sendiri. Mereka mengejar fatamorgana, yang mereka sangka sebagai kehidupan yang nyata.

Ketamakan manusia modern dalam menggunakan materi dipertontonkan dengan telanjang oleh masyarakat Barat. Mereka menghabiskan sumber daya alam dari negara-negara Dunia Ketiga, yang sengaja diekploitasi habis-habisan, harta benda mereka dikeruk di bawa ke Barat, dan mereka menikmati. Mereka membiarkan kehidupan yang sangat menyakitkan bagi rakyat di Dunia Ketiga, yang miskin papa, dan tidak memiliki apa. Bahkan, masyarakat Barat, sengaja melanggengkan kemiskinan dan ketidak adilan, dan hancurnya sendi-sendi kehidpan di dalam masyarakat. Semua itu, tak lain adalah akibat orientasi masyarakat modern yang sangat menuhankan materi.

Seperti dikatakan oleh Sayid Qutb rahimahumullah,yang mengatakan masyarakat modern, nantinya akan menghadapi kehancuran dari akibat budaya jahiliyah yang mereka bangun. Marilah kita tinggalkan kehidupan jahiliyah yang penuh dengan dosa dan maksiat, dan kita gantikan dengan kehidupan yang lebih menuju jalan yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mari kita masuki tahun 1430 hijriyah ini dengan memperbaharui tekad dan niat menuju jalan yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala, jalan Islam. Wallahu ‘alam. (Mhi) from Eramuslim.com

Harus Ngapain ?

Dalam jangka waktu enam hari lagi, kita akan meninggalkan tahun 2008.. Jika ditanya apakah di tahun ini aku dapat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya atau sesuatu yang baru...tampaknya jawabannya tidak... Piepien ga tau, apakah disebut bersyukur atau tidak, tapi tampaknya target dan keinginan di tahun ini belum dapat terealisasi dengan baik..apakah karena belum rizki, jodoh atau belum ada kesempatan menggapai keinginan-keinginan dan target tersebut. Tapi terkadang, kekurangberanian dan rasa ragu yang terkadang datang selalu menghambat perwujudan dari keinginan dan target tersebut..
Ya Allah, apa gerangan yang kurang ? apakah aku kurang bersyukur, bersabar atau berdoa dan berusaha ? Enam hari lagi, batas waktu dari keinginanku yang masih menggantung.. apakah harus aku ucapkan kembali di tahun baru..apalagi tahun baru hijriyah pun lebih dekat lagi...apakah aku harus berani hijrah agar keinginan-keinginan itu dapat segera tercapai atau memang kesabaran sifat menerima lah yang harus kupelajari lagi...
Semuanya belum jelas...ato memang aku harus benar-benar mencoba hal-hal baru agar hidup gak terasa hambar ya...? Kalau menurut kalian, piepien harus gimana ya ?
Ditunggu komennya ya..

Sabtu, 13 Desember 2008

Mother Day


Ibu, Engkaulah Pelabuhan Hatiku

22 Desember adalah hari yang diperingati oleh sebagian besar bangsa
kita sebagai hari ibu. Hari yang tidak hanya sekadar seremonial belaka,
tetapi hari yang setiap harinya harus kita peringati sembari berbakti
kepada sang ibunda tercinta.

Yah, Ibu, sosok manusia yang pertama kali menyapa ku ketika hadir di
dunia. Sosok wanita, yang tak henti-hentinya berada di belakang saya,
di saat saya butuh dukungan dan tempat bersandar. Beliau berada di
depan, ketika saya butuh panduan dan bimbingan serta nasihat. .

Ibu, hati ini terasa mekar ketika mendengar suaramu yang mulai serak
walaupun hanya di ujung telepon selular. Suaramu yang serak tidak
tergantikan dengan suara orang lain walaupun lebih merdu dan indah..

Setahun yang lalu, di saat Ramadhan, kudengar kabar dari adik, kalau
engkau mengalami kecelakaan. Gemuruh hati di kala itu begitu tak bisa
kukendalikan. Rasa sedih, rasa rindu berkecamuk menjadi satu, sehingga
di sujud-sujud ku wajahmu senantiasa hadir. Setahun sebelumnya anakmu
ini pamit untuk menjemput rezeki di kota jakarta ini. Hanya tautan
komunikasi yang senantiasa menyambung tali silaturahim di antara kita. .

Ketika kabar sedih itu datang, tak kuasa kaki ini ingin melangkah
pulang ke rumah, menemuimu, mendekapmu, membantumuTapi lagi-lagi suara
serak itu bernada Jangan

Nak, insya Allah mama masih kuat. Yah, saya
tahu di kala itu, engkau sedang menahan perihnya sakit yang engkau
derita. Di saat itu, engkau sedang menangis karena rasa sakit yang tak
tertahankan, tapi lagi-lagi engkau masih mau menyembunyikannya dari
penglihatan anak-anakmu. .

Di saat operasi menjelang, engkau hanya meminta agar didoakan supaya
Allah memberikan kekuatan dan kesehatan. Padahal tidak hanya itu,
engkau butuh selain itu tapi tidak kau utarakan. Di saat itu, siang dan
malam ku hanya dihiasi dengan keingintahuan mendengar kabar dari mu,
ibu.

Di saat liburan pun, waktu 10 hari tidaklah cukup untuk menggantikan
saat dimana saya tidak bisa berada di sampingmu ketika engkau sakit. Di
saat itu pulang kembali ke jakarta adalah waktu-waktu yang sulit.
Meninggalkanmu dengan sakit yang masih engkau rasakan.

Ramadhan 1429 Hijriyah, tepat setahun setelah engkau menjalani
operasi. Kini kondisimu sudah mulai membaik walaupun rasa sakit itu
kadang terasa. .

Ibu, sosok perempuan yang tidak tergantikan oleh siapapun dalam
hidupku. Sosok yang senantiasa hadir sebagai solusi di setiap masalah
yang lagi saya alami. .

Ibu, engkaulah tempat persinggahan hatiku. Ketika ingin bicara dengan ayah, maka engkaulah orang pertama yang saya beritahu. .

Ibu, engkaulah palabuhan hatiku, di saat kapal harapan ini karam,
maka engkaulah tempat berlabuhku. Di saat hidup ini terasa samar dan
hampa, maka engkaulah yang menjadi pelita penyemangat. Engkau selalu
hadir di saat saya membutuhkan. Engkau senantiasa mendengarkan setiap
kesah dari anakmu ini. .

Lautan luas yang membentang di antara kita, bukanlah jarak yang jauh untuk sampainya doa-doa darimu di setiap waktu. .

Maka pantaslah ketika Rasulullah SAW menempatkan sosok ibu sebagai
orang pertama yang harus kita cintai, hormati dan sayangi sepanjang
waktu..

Teriring doa dan rindu dariku, anakmu yang masih sering nakal, untuk
sosok perempuan yang nun jauh disana, tetapi selalu lekat dalam doa dan
hati. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur yang berkah bagi
engkau, ibuku, pelabuhan hatiku, pelita penyemangatku. .

Fithratuddin
sumber:eramuslim. com

Jumat, 12 Desember 2008

Senyum

Tahukah kamu bahwa senyum itu menular?
Menerimanya seperti terjangkit flu.
Hari ini seseorang tersenyum padaku, dan aku balas tersenyum juga.
Di pojok ruangan seseorang melihatku tersenyum dan ia mulai tersenyum pula.
Aku jadi sadar bahwa senyum dapat ditularkan.
Lalu aku memikirkan dan mengukur senyumku.
Senyum yang unik, seperti senyumku, dapat menyebar ke seluruh dunia.
Jadi, kalau kamu merasa ingin tersenyum, janganlah berusaha menghentikannya.
Marilah kita mulai menyebarkan wabah senyum sekarang juga, hingga mempengaruhi seluruh dunia!
Tetaplah tersenyum dan kirimkan artikel ini pada para teman dan sahabatmu.
Lagi pula, bukankah setiap orang membutuhkan senyum?!!!

HAVE YOU SMILED
TODAY?????
LET ME SHOW YOU
HOW......... ......

Ayo, Semangat !!


1. Jangan pernah mengeluh

Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, berhentilah mengeluh. Tekanan, kesulitan hidup yang Anda hadapi tidak akan pernah selesai
jika disikapi dengan mengeluh saja. Bangkit dan lakukan sesuatu untuk hidup Anda. Hidup Anda begitu berarti, jangan berhenti hanya karena hal kecil, jangan mengeluh hanya karena adalah persoalan.
Apa yang terjadi dalam rutinitas kita adalah sebuah dinamika kehidupan. Respon yang kita lakukan terhadap itu semua menjadi sangat penting. Positif atau negatif reaksinya, adalah keputusan Anda.

2. Lakukan sesuatu untuk orang yang Anda cintai

Untuk siapa Anda mencari uang? Untuk siapa Anda bekerja dari pagi sampai malam? Anda melakukan itu semua untuk orang yang Anda cintai. Mungkin itu istri Anda, anak Anda, orang tua Anda, atau sanak saudara yang lain.
Sosok seorang ibu begitu kuat tekadnya menyekolahkan anak2nya, maka semangat yang keluar dalam setiap tindakannya-pun begitu luar biasa. Ketika Anda mau menyerah, ketika Anda mau berhenti di tengah perjuangan, ingatlah kembali orang-orang yang Anda cintai. Tak satupun ingin Anda menjadi pribadi yang gagal. Mereka ingin Anda menjadi pribadi yang unggul. Buktikan bahwa potensi yang Anda miliki mampu membahagiakan mereka.

3. Selalu bersyukur

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki saat ini. Rumah yang Anda tinggali saat ini, Pekerjaan yang Anda miliki saat ini, Gelar pendidikan yang Anda punya saat ini, syukuri itu semua. Karena dengan bersyukur seseorang baru mampu menjalani hidup ini dengan lebih damai.
Jangan protes akan hal-hal yang tidak Anda miliki saat ini, tetapi nikmati hal-hal yang Anda miliki saat ini. Tanamkan pola pikir bahwa hidup ini adalah anugrah dan bukan beban. Hidup ini untuk disyukuri dan bukan dikutuki. Jangan menganggap hidup Anda buruk, tetapi pandanglah hidup ini dengan penuh sukacita.

4. Perjuangan Hidup

Hidup tidak bisa sekedar menunggu rejeki datang melainkan hidup harus diisi dengan sebuah aktivitas usaha dan perjuangan. Kalau Anda tidak pernah berusaha, alhasil Andapun tidak akan mendapat apa-apa. Jangan mengibarkan bendera kekalahan, tapi kibarkan bendera kemenangan. Teruslah berjuang di tengah kerasnya kehidupan.
Jangan tundukkan kepala dan berjalan mundur. Yakinkan diri Anda bahwa Anda layak mendapatkan yang terbaik. Jangan pernah berharap apa-apa kalau Anda sendiri tidak mau berjuang demi hidup Anda dan hidup orang-orang yang Anda cintai.
From Evoy D'rumpies

Emosi

Tiga Langkah Pisahkan Emosi dari Pekerjaan

BERSIKAP profesional saat bekerja memang tidak mudah. Tidak jarang, emosi yang disebabkan permasalahan di luar maupun di dalam pekerjaan ikut terlibat. Itu membuat seseorang tidak bisa menjalankan pekerjaan secara baik dan benar. Meski tidak mudah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga agar tetap bisa bekerja secara profesional, meski emosi sedang tidak stabil.

Menurut dra Hartanti Msi Psi, kemampuan kognitif atau pola pikir dan emosi seseorang saling mempengaruhi. "Misalnya, seorang bawahan yang dimarahi atasan. Secara kognitif, dia tahu kalau dimarahi, emosinya terpengaruh hingga meledak-ledak, misalnya. Sedangkan, orang yang diputus pacar terguncang secara emosi, tapi kognitifnya bisa ikut terpengaruh. Dia jadi tidak bisa konsentrasi," jelasnya.

Mengusahakan agar keduanya tidak saling memengaruhi bukan hal yang mudah. Tapi, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah fokus pada pekerjaan. Usahakan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan yang dilakukan. "Misalnya, seorang psikolog yang menerapi anaknya sendiri. Dia harus fokus pada pekerjaannya, bukan anaknya," jelas dosen psikologi klinik Universitas Surabaya (Ubaya) itu.

Yang kedua adalah self awareness atau kesadaran diri. Maksudnya, orang tersebut harus sadar sepenuhnya bahwa dia sedang menjalankan tugas. Karena itu, dia harus bisa mengontrol diri agar tidak mudah terpengaruh emosi. Yang berikutnya adalah self acceptance atau penerimaan diri. Artinya, orang tersebut harus menerima kenyataan bahwa yang dia hadapi adalah risiko pekerjaan.

Tiga langkah itu bisa diperkuat dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan diri sendiri. "Coba tulis apa saja kelebihan dan kelemahan kita. Lalu, bayangkan kelebihan itu adalah buah dan kelemahan adalah ulat. Cari cara untuk memperbanyak buah dan mengurangi ulat agar pohon, yakni diri kita, semakin kuat," lanjut perempuan yang sering disapa Tanti itu.

Hal itu bisa dilakukan dengan melibatkan lingkungan sebagai alat untuk mengingatkan. Tapi agar tidak bergantung pada lingkungan, diri sendiri juga harus terus-menerus disugesti. Tanti lalu memberikan contoh. Dia sering memijat bagian antara ibu jari dan jari telunjuk sembari mengucapkan kata-kata seperti, "Ayo Tanti, ingat kamu harus fokus pada pekerjaan".

Tanti mengingatkan bahwa hal tersebut harus dilakukan terus-menerus agar berjalan efektif. Cara yang dia pakai tidak bersifat kaku. Masing-masing orang bisa mencari cara yang dianggap paling nyaman dan tidak mencolok perhatian orang lain. "Ada juga yang menginjak jari kaki sambil mengucapkan kata-kata untuk mengingatkan diri sendiri," katanya.