Senin, 30 Maret 2009

Jangan Takut Sendiri



Aku menemukan tulisan ini di Geulis Pikiran Rakyat...semoga bisa semakin menambah inspirasi dan keteguhan muslimah-muslimah yang masih lajang...sepertikoe

Perempuan, lajang atau bukan, adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran oranglain untuk berbagi dalam kehidupannya. Dalam konteks perempuan lajang, ia pun membutuhkan kehadiran orang lain. Terlebih kebutuhan mendapatkan lawan jenis untuk bisa saling melengkapi peran. terlepas apakah nantinya hubungan itu dibina dalam sebuah komitmen atau tidak.
Menurut Psikolog Ifa H Misbach, kondisi psikologis lajang (single) yang tidak terikat pada pasangan memberi kesempatan penuh untuk bisa mengaktualisasikan kemampuan. Seperti mengembangkan keahlian atau keterampilan diri sepuasnya tanpa harus takut dilarang atau minta izin terlebih dahulu terhadap keputusan yang diambil secara mandiri.
Aktualisasi diri ini, kata Ifa, bisa saja merupakan bentuk kompensasi karena secara sosial tidak memiliki pasangan. Dengan demikian, sang lajang berupaya mengaktualisasikan diri secara optimal agar sukses dalam rangka membentuk konsep diri yang positif.
Kendati begitu, seorang lajang seringkali harus menerima konsekuensi menjadi orang kesepian (being loneliness), karena ia tidak memiliki komitmen dengan siapapun. "tapi ingat, lajang juga manusia yang butuh perhatian selayaknya kebutuhan manusia yang paling mendasar. Jika kebutuhan afeksi ini terpenuhi tidak bisa menyebabkan kesepian," ujarnya.
KOndisi psikologis ini bisa berkembang menjadi parah atau tidak, bergantung pada kematangan kepribadian sang lajang. Jika ia termasuk tipe orang yang rentan terkena stres, perasaan kesepian bisa membuatnya terasing. kemana pun ia pergi, ia semakin segan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Jika ini dibiarkan akan membuatnya apatis dan menutup kontak untuk menjalin hubungan serius dengan lawan jenis.
Agar kondisi tidak memburuk, disarankan para lajang melakukan aktivitas bersifat grup atau kelompok. Dia juga mengakui, sejumlah keluarga dan lingkungan di Indonesia cenderung masih menghakimi status para lajang ini. Perempuan lajang yang sudah berumur tapi belum menikah sering kali dikaitkan dengan tidak laku. Pertanyaan 'Kapan Menikah ?' justru mempengaruhi konsep diri negatif pada perempuan lajang itu sehingga ia merasa tidak menarik untuk dilirik lawan jenis. Seharusnya, keluarga santai saja, tidak perlu mendesak. Namanya jodoh kan ada suratan takdir. Ada yang cepat ada juga yang lambat, jadi jangan takut. Be your self, be confidence.. seperti lagunya Opie Andaresta ...I'm Single I'm Happy..

Tidak ada komentar: