Sabtu, 16 Mei 2009

Belajar dari Lalat


Giliran Lalat Bercerita

Mengamati lalat yang terbang di dalam mobil di sekitar dashboard mobil, lalat itu terbang berputar-putar di dashboar mobil, dari atas-kebawah, ke kanan kekiri, saya berusaha mengusir lalat tersebut ternyata lalat itu cukup lihat untuk menghindar, saya buka kaca jendela mobil untuk menghilangkan hawa panas dan membiarkan lalat itu pergi, sesaat saya masuk kerumah untuk memasukan barang, karena saya ingin pergi.

Setelah sesaat saya kembali ke mobil, lalat itu belum pergi tetapi, Di salah satu sudut dashboard mibl, saya melihat lalat itu ternyata telah terbaring mati, mungkin karena kepanasan terkena matahari, padahal jendela mobil telah saya buka lebar-lebar Seandainya lalat tersebut mau berusaha terbang menuju ke jendela itu, mungkin dia telah menikmati kebebasannya, padahal jarak dashbord ke jendela tidak lah jauh..

Dia berusaha keras untuk menembus kaca tersebut. Namun sekeras apapun dia bekerja, tidak akan pernah mungkin bisa menembus kaca tersebut. Akhirnya lalat tersebut mati karena kehabisan tenaga, mungkin mati dengan rasa penasaran, mengapa cahaya kebebasan yang seolah-olah hanya tinggal sejengkal lagi tidak dapat diraihnya... .

Coba berfikir dan belajar dari apa yang saya lihat dari lalat tersebut sambil membuang mayat dari lalat tersebut bahwa Banyak diantara kita yang terjebak dalam kehidupan seperti lalat itu. Kita berusaha bekerja keras dengan harapan akan mampu mengangkat kehidupan kita ke taraf yang lebih baik. Tapi semakin kita bekerja keras, semakin kita tidak mempunyai waktu, untuk diri kita sendiri maupun keluarga. Dan pada satu titik tertentu, mungkin kita akan merasa frustasi, karena semua kerja keras yang kita lakukan tidak bisa memberikan harapan seperti yang kita inginkan.
Terkadang, di dalam kehidupan, bekerja keras saja tidaklah cukup.
Kita harus BERUBAH ARAH. Banyak orang berpendapat, bahwa berubah arah berarti berganti pekerjaan atau pindah perusahaan.
Mereka yang termasuk dalam kategori ini, bisa diibaratkan lalat tersebut yang berusaha terbang ke kiri-kanan, atas-bawah, tapi selalu menghadapi `kaca' yang selalu menghalangi langkah mereka.
Jika kalian berada dalam situasi tersebut, mungkin berubah arah disini berarti PERUBAHAN YANG TERJADI DI DALAM DIRI ANDA, bukan di luar.

Bagaimana dengan cara kerja kalian, sudahkah kalian bekerja secara efektif dan efisien ?
Bagaimana dengan pengaturan time management kalian ?
Bagaimana dengan cara pandang kalian terhadap pekerjaan dan perusahaan kalian..
Apakah anda sudah memandang dengan cara yang benar ?
Apakah anda berpikir bahwa gaji yang anda terima lebih kecil dibanding kerja anda yang berat ?
Apakah anda berpikir bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah beban ataukah sebuah kesenangan ?
Apakah anda merasa bangga bekerja di tempat anda sekarang .... ataukah anda lebih suka membicarakan keburukan tempat kerja anda dengan rekan yang lain ?
Apakah anda merasa sudah mentok, karena tidak ada kesempatan yang diberikan perusahaan anda untuk naik pangkat ... Ataukah anda berusaha menciptakan kesempatan itu, dengan menciptakan suatu prestasi tertentu, misalnya ?
Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana `pelit'nya perusahaan terhadap anda .. ataukah anda lebih suka memikirkan, bagaimana perusahaan anda bisa tumbuh dan berkembang seperti sekarang ?
Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana rekan anda yang `pandai menjilat' sehingga prestasinya melesat ... Ataukah anda belajar, prestasi apakah yang telah dia ciptakan sehingga cepat maju ?

Rekan-2 sekalian, hanya anda sendiri yang bisa menjawab pertanyaan-2 tersebut. Namun saya ingatkan kembali, bila jalan yang akan anda lalui tertutup oleh `kaca', cobalah untuk melihat ke sudut lain, untuk mencari `pintu' yang akan membawa anda ke kehidupan yang lebih baik.

Senin, 04 Mei 2009

Anakmu

Anakmu Bukanlah Anakmu

Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada dirinya sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak demi engkau
Mereka ada padamu, tetapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu,
Tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam dimasa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur.
Sang pemanah Maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap

Kahlil Gibran

Tuhan Tahu

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan!

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU