Jumat, 20 November 2009

Tetap Semangat

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan performa kerja kita setelah berlibur. Ini dia contekan dari CC!

Semangat di meja kerja
Meja kerja adalah 'rumah' kita di kantor. Sebagian besar waktu kita habiskan di sini. Supaya kita makin betah, percantik, dong, meja kita.

Tanaman hijau atau bunga cocok untuk mengingatkan kita pada keindahan alam. Apalagi kalau kita habis berlibur ke tempat terbuka seperti pegunungan. Bisa juga kita letakkan foto-foto lucu, seperti kucing kesayangan kita, pacar, atau sahabat-sahabat tercinta. Keinginan untuk have fun bareng mereka bisa memotivasi kita untuk giat bekerja. Sebelumnya bebaskan dulu meja dari sampah menumpuk, ya!

Target baru
Setelah senang-senang berlibur, nggak ada salahnya kalau kita bikin target baru. Bila beberapa waktu lalu, target kita hanya diangkat sebagai karyawan tetap, tentukan target yang lebih tinggi.

Buat, deh, target jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, nih, dalam 6 bulan ke depan kita berencana mendapat peran lebih besar dalam menangani suatu proyek. Untuk mencapai target itu, kita harus mendapatkan kepercayaan atasan lebih dahulu.

Untuk jangka panjang, kita bisa saja, tuh, memasang target untuk jadi kepala divisi tertentu. Kalau ingin mencapainya, tentu kita harus mencapai target kecil dulu. Atur prioritas sehingga kita mampu melakukannya. Kalau perlu, tuliskan target kita di kertas dan tempel di meja kerja. Saat kita mulai malas, baca lagi, deh, target yang ingin dicapai agar kembali semangat. CC

Jurus Bebas Gosip

Di mana pun, termasuk kantor, biasanya ada saja orang yang selalu mau tahu urusan orang lain. Itu, tuh, kayak tokoh Elaine di serial Ally McBeal dulu. Dia kayaknya paling nggak bisa melihat orang lain tenang. Bayangkan, deh, seandainya mereka teman sekantor kita. Dijamin, setiap gerak-gerik kita di kantor nggak lepas dari perhatiannya! Salah-salah, nama baik kita bisa tercemar.

Bukannya parno, tapi mendingan sedia payung sebelum hujan. Hindari, deh, sikap yang bisa memancing timbulnya gosip. Muncul dengan muka kusut dan mata lebam, misalnya, bisa-bisa dikira habis bertengkar dengan pasangan (padahal, sih, nangis gara-gara nonton The Break-Up).

Hati-hati juga dalam memakai bahasa tubuh. Saat di kantor, bersikap sewajarnya, deh, apalagi kalau kita anak baru, atau memang 'seleb' lokal. Cekikikan atau marah-marah di telepon sebaiknya tidak kita lakukan di lingkungan kantor saat lagi jam kerja.

Kalaupun terpaksa bertindak di luar kebiasaan, kasih penjelasan dengan teman kantor yang paling dekat dengan kita. Kalau bisa perbesar volume suara kita. Jadi nih, kalau si biang gosip memulai aksinya, banyak yang nggak peduli karena sudah 'nguping' sendiri penjelasan kita.
from Cita Cinta