Jumat, 31 Oktober 2008

Astagfirullah...

BUDIDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA.
Pidato Kebudayaan Taufiq Ismail

Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru.

Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik, berdiri-menjamurnya partai-partai politik baru, keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya SIUPP (izin penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik, diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung, dan seterusnya, dinikmati belum sampai sewindu, tapi sementara itu silih berganti beruntun-runtun belum terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan rekening reformasi ternyata mahal sekali.

Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu menumbuh dan menyuburkan kelompok permissif dan addiktif negeri kita, yang sejak 1998 naik daun. Arus besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita adalah gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak bersosok organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan capital raksasa mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.

Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?

PERTAMA adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok dalam perilaku seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sebagian berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga normal, sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.

KEDUA, penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah menikmati tiada perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah dan kulit perempuan muda, lalu menawarkan jasa hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai alat kelamin tiruan (kue pancong berkumis dan lemper berbaterai) dan boneka karet perempuan yang bisa dibawa bobok bekerjasama.

KETIGA, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat. Seks siswa dengan guru, ayah dengan anak, siswa dengan siswa, siswa dengan pria paruh baya, siswa dengan pekerja seks komersial ­- ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya terkenal. Remaja berseragam OSIS memang menjadi sasaran segmen pasar penting tahun-tahun ini. Beberapa guru SMA menyampaikan keluhan pada saya. “Citra kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak cerdas, kurang pergaulan dan memalukan.” Mari kita ingat ekstensifnya pengaruh tayangan layar kaca ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata 170.000.000 yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.

KEEMPAT, 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam mau pun Klaten. Pornografi gratis di internet luarbiasa besar jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika Serikat mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya bagaikan “gelombang tsunami setinggi 30 meter, dan kami melawannya dengan dua telapak tangan.” Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno diblokir pemerintah untuk terutama melindungi anak-anak dan remaja. Pemerintah kita tidak melakukan hal yang sama.
KELIMA, penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat ¼ sastra dan ½ sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya penulis pria. Di Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah selangkang dan sekitarnya mayoritas penulis perempuan. Ada kritikus sastra Malaysia berkata: “Wah, pak Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani. Kok mereka tidak malu, ya?” Memang begitulah, RASA MALU ITU YANG SUDAH TERKIKIS, bukan saja pada penulis-penulis perempuan aliran s.m.s. (sastra mazhab selangkang) itu, bahkan lebih-lebih lagi pada banyak bagian dari bangsa.

KEENAM, penerbit dan pengedar komik cabul. Komik yang kebanyakan terbitan Jepang dengan teks dialog diterjemahkan ke bahasa kita itu tampak dari kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara siswa dengan Bu Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian komik-komik itu tidak semata lucah saja, tapi ada pula kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang banyak aturan ini-itu, termasuk terhadap seks bebas. Dalam salah satu komik itu saya baca kecaman yang paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang. Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam jadinya Menteri Pendidikan Nasional kita.

KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta – 20 juta keping setahun. Harga yang dulu Rp30.000 sekeping, kini turun menjadi Rp3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan peraturan pemerintah.

Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid laki-laki yang kumpul jam dua sore seminggu di rumah salah seorang dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD, kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.

KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.

KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.

KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati, atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan pajak Rp15 triliun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit akibatnya Rp30 triliun rupiah. Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan. Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.

KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi yang diperlukan.
KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi berfungsi.

KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang sesudah menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ‘Praktisi aborsi gelap menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.

Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta menyebutkan bahwa angka aborsi di Indonesia 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal akibat dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas. Inilah produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial yang diakibatkannya. Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini, pornografi dan pornoaksi menjadi bintang panggungnya, melalui gemuruh kontroversi pro-kontra RUU APP.

Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU itu, yang total kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa dalam gelombang gerakan syahwat merdeka ini. Tetapi bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di dalamnya.

Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu ditambah-sempurnakan adalah perlindungan bagi anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap kekerasan pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini, terlupakan betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak 9-12 tahun terpapar pornografi, situs porno di internet naik lebih sepuluh kali lipat, lalu 40% anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan hubungan seks pra-nikah. Sementara anak-anak di Amerika Serikat dilindungi oleh 6 Undang-undang, anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena kunonya. Gelombang Syahwat Merdeka yang menolak total RUU ini berarti menolak melindungi anak-cucu kita sendiri.

Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini terkoordinasi bahu-membahu menumpang gelombang masa reformasi mendestruksi moralitas dan tatanan sosial. Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.

Menguji Rasa Malu Diri Sendiri

Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang cerita pendeknya yang dimuat di sebuah media. Dia berkata, “Kalau cerpen saya itu dianggap pornografis, wah, sedihlah saya.” Saya waktu itu belum sempat membacanya. Tapi saya kirimkan padanya pendapat saya mengenai pornografi. Begini.

Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes, menguji karya saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila tokoh-tokoh di dalam karya saya itu saya ganti dengan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau adik saya; lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak, adik, siswa di kelas sekolah, anggota pengajian masjid, jamaah gereja; kemudian saya tidak merasa malu, tiada dipermalukan, tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.

Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan orang-orang itu saya merasa malu, dipermalukan, tak patut, tak pantas, canggung, risi, muak dan jijik, maka karya saya itu pornografis. Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya, ketika saya menilai karya orang lain. Sebaliknya dipakai tolok ukur yang sama juga, yaitu bila orang lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa melakukan tes tersebut dengan cara yang serupa. Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa malu itu yang kini luntur dalam warna tekstil kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal.

Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik, Playboy, menumpang taufan reformasi dan gelombang liberalisme akhirnya terbit juga di Indonesia. Majalah ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun kemudian, dikalahkan internet, sehingga jadilah publik pembaca Playboy dan publik langganan situs porno internet Amerika masturbator terbesar di dunia. Majalah pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh perempuan ini, mencoba menjajakan bentuk eksploitasi kaum Hawa di negeri kita yang pangsa pasarnya luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di tubuh perempuan dan fundamentalis- syahwat-merdeka seperti Penthouse, Hustler, Celebrity Skin, Cheri, Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.

Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur Playboy Indonesia, saya sarankan kepada mereka melakukan sebuah percobaan, yaitu mengganti model 4/5 telanjang majalah itu dengan ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, isteri dan anak perempuan mereka sendiri. Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu hari ketika Playboy Indonesia keluar perilaku aslinya dalam masalah ketelanjangan model yang dipotret. Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10 saluran televisi dan 25 suratkabar. Bagaimana? Berani? Malu atau tidak?

Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah menduga-memperkirakan-mengingat akibat yang mungkin terjadi sesudah orang membaca karya pornografis itu. Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang memberi sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan kelamin, apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan adegannya, apakah dengan kata-kata indah yang dianggap sastrawi atau kalimat-kalimat brutal, maka pembaca akan terangsang. Sesudah terangsang yang paling penakut akan onani dan yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa perempuan dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil jadi sasaran. Perkosaan banyak terjadi terhadap anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum haid yang di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja, pembantu pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.

Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi dan ditanya kenapa, umumnya bilang karena sesudah menonton VCD porno mereka terangsang ingin mencoba sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih jauh kasus yang sangat banyak ini (peneliti yang rajin akan bisa mendapat S-3 lewat tumpukan guntingan koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul.

Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi, prostitusi, penularan penyakit kelamin gonorrhoea, syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di kota-kota besar Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.

Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis

Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah difikirkan oleh penulis cerpen-puisi- novelis erotis yang umumnya asyik berdandan dengan dirinya sendiri, mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung ke sini dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang mungkin ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen dan novel pasca reformasi sudah dikatakan orang mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel dengan rangsangan syahwat terbit, maka beberapa ratus atau ribu pembaca yang terangsang itu akan mencontoh melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea di atas tadi, dengan segala rentetan kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya?


Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel syahwat itu, beradik-kakak dengan destruksi yang dilakukan produsen-pengedar-pembajak- pengecer VCD/DVD porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20 juta keping, yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia. Dulu harganya Rp30.000 sekeping, kini Rp3.000, sama murahnya dengan 3 batang rokok kretek. Mengisap rokok kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki dan menonton sekeping VCD/DVD syahwat sepanjang 6o menit itu. Bersama dengan produsen alkohol, narkoba dan nikotin, mereka tidak sadar telah menjadi unsur penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif serba-boleh- apa-saja-genjot, yang dengan bersemangat melabrak apa yang mereka anggap tabu selama ini, berpartisipasi meluluh-lantakkan moralitas anak bangsa.

Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang

Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca cerpen karya penulis yang disebut di atas. Dalam segi teknik penulisan, cerpen itu lancar dibaca. Dalam segi isi sederhana saja, dan secara klise sering ditulis pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar negeri, yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri asing dengan perempuan asing negeri itu. Kedua-duanya kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa isteri di kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan berciuman. Begitu saja.

Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis tidak menyatakan sikap yang jelas terhadap hubungan kedua orang itu. Akan ke mana hubungan itu berlanjut, juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada hubungan pernikahan atau perzinaan, kabur adanya. Perzinaan adalah sebuah pencurian. Yang melakukan zina, mencuri hak orang lain, yaitu hak penggunaan alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina melakukan intervensi terhadap ruang privat alat kelamin yang dizinai. Dia tak punya hak untuk itu. Yang dizinai bersekongkol dengan yang melakukan penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya. Pemerkosa adalah perampok penggunaan alat kelamin orang yang diperkosa. Penggunaan alat kelamin seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang suci adanya.

Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada lembaga pernikahan, dan/atau melakukan hubungan kelamin semaunya, yang tokoh-tokoh dalam karyanya diberi peran syahwat merdeka, adalah rombongan pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka maling tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi maling, karena (herannya) ada propagandis sastra menghadiahi mereka glorifikasi, dan penerbit menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit sastra semacam ini, dalam istilah kriminologi, berkomplot dengan maling.

Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap) sastra, tapi juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat hiburan malam, dan direktori semacam itu. Buku petunjuk yang begitu langsung tak langsung menunjukkan cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri haknya dengan cara membayar tunai atau dengan kartu kredit gesekan.

Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan berbagai masalah wilayah selangkang dan sekitarnya. Kalau di Malaysia pengarang-pengarang yang mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka di Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas perempuan. Beberapa di antaranya mungkin memang nymphomania atau gila syahwat, hingga ada kritikus sastra sampai hati menyebutnya “vagina yang haus sperma”. Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik disigi, tentang kemungkinannya jadi epidemi, dan harus dikasihani.

Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa dan Sulawesi Selatan naik takhta sebagai penguasa tertinggi kerajaan, Sultanah atau Ratu dengan kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21 ini sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu tepuk tangan kelompok permissif dan addiktif sebagai penulis sastra selangkang, yang aromanya jauh dari wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin tersendiri, yang bagi mereka parfum sehari-hari.

Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan

Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di Iowa Writing Program, Universitas Iowa, di benua itu sedang heboh-hebohnya gelombang gerakan perempuan. Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya sampai ke Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum perempuan, terutama liberasi kopulasi, kebebasan berkelamin, di koran, majalah, buku dan televisi.

Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan alat kelamin orang lain itu di layar kaca, yang cengengesan dan mringas-mringis seperti Gloria Steinem dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya. Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin HIV-AIDS yang meruyak menyebar seantero Amerika Serikat waktu itu, menimpa baik orang laki-laki maupun perempuan, hetero dan homoseksual, akibat kebebasan yang bablas itu.

Di setasiun kereta api bawah tanah New York, seorang laki-laki korban HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar matanya kosong, suaranya parau. Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan bablas itu. Para pembebas kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat heran. Sungguh memuakkan.

Kalimat bersayap mereka adalah, “This is my body. I’ll do whatever I like with my body.” “Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku suka dengan tubuhku ini.” Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh mereka itu ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman kredit mencicil dari Tuhan, Cuma satu tingkat di atas sepeda motor Jepang dan Cina yang diobral di iklan koran-koran.

Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu. Penganjur masyarakat permissif di mana pun juga, tidak suka Tuhan dilibatkan dalam urusan. Percuma bicara tentang moral dengan mereka. Dengan ringan nama Tuhan dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini merupakan riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke awal abad 21 ini, advokatornya dengan semangat dan stamina mirip anak-anak remaja bertopi beisbol yang selalu meniru membeo apa saja yang berasal dari Amerika Utara itu.

Penutup

Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat Merdeka ini adalah budaya malu yang telah kikis nyaris habis dari susunan syaraf pusat dan rohani mereka, dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak penggunaan kelamin orang lain yang disabet-dicopet-dikorupsi dengan entengnya. Tanpa memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan garong genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin dan narkoba, menjadi perantara kejahatan, mencecerkan HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi, bersuluh bulan dan matahari.
Kiriman dari milis Muhsinudin el-Fahdiey

Rabu, 29 Oktober 2008

Wuah..lelahnya..

Assalamu'alaikum Wr Wb

Akhirnya, pi2n masih punya kesempatan nulis lagi deh..oiya kemarin sempet tertunda obrolan minggu kemarin. Sabtu pekan kemarin, tepat ada Pilwalkot Bogor. Kebetulan pi2n dapet liputan ke tiga kelurahan di Bogor Tengah, yakni Pabaton, Cibogor dan Ciwaringin...Sebetulnya tugasnya masih terbilang ringan, kalau kordinasinya jelas... kenyataannya nggak berjalan sebagaimana yang direncanakan...Yang cukup melelahkan, pi2n harus jalan kaki mendatangi satu persatu TPS yang ada di tiga kelurahan itu...Kebayang nggak, harus jalan kaki sementara jarak antara satu TPS dengan TPS lain lumayan jauh khususnya yang berada di Kelurahan Cibogor. Sampai-sampe pi2n harus nyebrangin sungai kecil dan naik turun tangga yang jumlahnya puluhan...aduh pokoke cape deeh...belum lagi ada petugas TPS yang nggak mau kerjasama.. Sebelnya, data yang udah bersusah payah dicari dan ditulis pake lari-lari malah nggak kepakai sama sekali...btw semuanya bisa dilalui dengan lancar..
Ternyata blogger sayang, kelelahan pi2n nggak berhenti di situ karena hari berikutnya harus berlelah-lelah belanja untuk kebutuhan sunatan massal..dan hari H-nya ampe-ampe jadi MC tak terkontrol dan berantakan..aduh pokonya malu deh, karena bawain acaranya belepotan karena sambil ngurusin paket lah, snack de elelel ...Tapi Alhamdulillah acaranya lancar sih...
Ya Allah, berilah hambaMU ini kemudahan untuk segera lepas dari kelelahan dan kejenuhan dari rutinitas dan pekerjaan di depan komputer dan kuli pulpen ini...!
Abis blogger, pi2n dah bosan tidur malam dan tidur lagi pagi...apalagi setiap hari harus masuk...cukup melelahkan banget..Kalau memang pekerjaan lain lebih memudahkanku mendekat dan mengingatMU maka kabulkanlah dan lancarkanlah jalannya ...Amin Ya Robbal Alamin

Minggu, 26 Oktober 2008

Kekuatan Cinta & Motivasi

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah, akhirnya pi2n bisa nulis lagi setelah tiga hari ini disibukkan dengan beberapa kegiatan...
Padahal, udah nggak sabaran loh, pingin cerita sama kalian kegiatan-kegiatan yang dikerjain kemarin.. Apa dulu ya..? Oiya, Kamis (23/10), pi2n balik lagi ke Jakarta bwt ngeliput seminar yang diadain IPB...Biasanya berangkat pake kereta, kemarin kebetulan ada bus milik IPB...Jadi deh, kita berangkat ke lokasi bareng...Di sana sempat dengar-dengar cerita Prohumasi IPB dari Pa Waluyo sama reporternya Rahman.. Untuk seminarnya sebetulnya menarik tentang 'Peran Bioteknologi terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia', tapi karena nggak terlalu fokus jadinya cuma tahu dasar-dasarnya deeh...Tapi akhirnya faham, ternyata tanpa ada penelitian dan pengembangan inovatif terhadap tanaman seperti sistem bioteknologi, bisa-bisa kita akan kehilangan jenis pangan yang mulai hilang di pasaran loh..
Tak berhenti di Kamis, pi2n juga dapat banyak pengalaman dan wawasan baru di hari JUmat (24/10). Mulai dari bertemu dengan orang-orang di Kejari dan Jamsostek hingga melihat lebih dekat penulis buku yang aku favoritkan 'Laskar Pelangi' Andrea Hirata. Tapi sayang, kami berlima plus pie, evoy, cumi dan rtn (oiya, nanti di edisi khusus pi2n ceritain ya siapa aja mereka) gak bisa pose bareng sang idola he..he.. Ma'lum banyak orang yang juga punya keinginan yang sama. Apalagi qt sempat antre berjam-jam di pintu masuk, beruntung qt bawa tiket jadi bisa lebih dulu dan dapet bingkisan deeeh...Yang menyenangkan ternyata kekuatan cinta dan motivasi dapat mengubah hidup seseorang. Lakukan apa yang kamu inginkan, berfikirlah positif pasti qt akan bisa melakukan sesuatu di luar ekspektasi...
Aduh, sebetulnya pi2n masih punya cerita di hari Sabtu (25/10), tapi karena ada rapat redaksi jadi nanti aja dilanjut obrolannya ok!!!!!

Rabu, 22 Oktober 2008

Memilih Pendamping

Bagi mereka yang sedang mencari pasangan, telah memperoleh pasangan atau telah menikah.

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.
Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARATitu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada
mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah
seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"
Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."
Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?" Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis." Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"
Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam
kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'
Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,"Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?" Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih
mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "
Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini.
Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu." "Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi. "Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?" "Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan." Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil."
"Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.
"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI
PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni." Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,"Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak
seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg
dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya." Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan
selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
(Dikutip dari: "When We Have to Choice"/ Kumpulan Sharing & Cerpen)


Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:

BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN
(setengah hari untuk memilih)

MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN
(setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Di luar, memang KITADIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang
memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH
MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin
hubungan) dan MENYELARASKAN HATI. Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya
sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG"Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam
jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN)Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIKhal ini.

BAGI YANG TELAH MENIKAH
(setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan
orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada
emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG.Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai
lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.
Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...
Good day & wonderful week ahead

Selasa, 21 Oktober 2008

Lentera Jiwa

Karir yang Rekreatif

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena 'pecah kongsi' dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan 'power' yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. 'Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.''
Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya 'dipindahkan' oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari 'keju' itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti 'lentera jiwa' saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.
Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul 'Lentera Hati' yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.

Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa 'lentera jiwanya' ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.
Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.
Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. "Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,'' ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.
Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.
Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.
Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. "Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,'' ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ?'Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,'' katanya.
Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.
From Catatan Andy F Noya (Kick Andy)

Senin, 20 Oktober 2008

Perempuan

Tahu Nggak Sih, Istimewanya Perempuan ?

Banyak perempuan yang bilang bahwa susah menjadi perempuan, lihat saja aturan-aturan di bawah ini:
1. Perempuan auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Perempuan perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Perempuan saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Perempuan menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Perempuan perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Perempuan wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Perempuan kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas, dan lain-lain.

Tetapi… Pernahkan Kita Lihat Kenyataannya ?
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik.
Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.
2. Perempuan perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya?
3. Perempuan menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya?
4. Perempuan perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,
tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. Di akherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu: Istrinya, Ibunya,Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
5. Seorang perempuan boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu: Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya.
6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi perempuan jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada perempuan..
Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.
Wasalamu'alaikum...From Ahmad Mukhsinuddin el-Fahdiey

Minggu, 19 Oktober 2008

My Home

Senengnya...
191008

Assalamu'alaikum, akhirnya qt bisa ngobrol lagi...kalian tahu nggak, hari ini aku senang banget..tau nggak kenapa ? ..Ayo napa, pasti kalian juga tahu atau penasaran apaan sih yang bikin pia senang...!!
Yap, aku baru aja pulang..sebetulnya cuma bentar sih..tapi karena waktu libur lebaran belum puas jadi kepulangan kemarin jadi pengobat rindu deh...padahal di rumah cuma sempet ngobrol bentar malahan kelamaan nonton kali ye...soalnya di kostan sepi ga ada hiburan (do'ain ya, biar minggu-minggu ini aku bisa beli sesuatu bwt hiburan usai pulang kantor)..Ma'lum, kepulangan kali ini bisa cerita kostan baru ke ortu (o..iya, tahu gak aku kan baru pindah kostan loh ? ) Plus liat kontrakan baru yang dibangun mereka di lahan yang dulu sawah, tempat maen waktu kecil bwt nyari kijing, udang, genjer atau naik pohon kelapa...Sedih juga sih, pohon-pohon dulu dah pd ilang..kayak durian, jambu dan rambutan..Padahal, duriannya manis dan tebel loh dagingnya...Tapi ga pa-pa, daripada buahnya nyelakain tetangga..lagian kontrakan ini juga nantinya kan bwt pemasukan ortu juga...apalagi aku belum bisa ngasih..cuma kadang-kadang..Doain ya, mudah-mudahan lancar pembangunan kontrakannya..usaha ortukoe lancar n' biar bisa nambah dua kontrakan lagi deh...
Oiya,,,sebetulnya ada pengalaman lucu lagi..tapi aku belum mau bagi-bagi ceritanya sama kalian.. masih rahasia..Ok, dah dulu yaaah..I come back to kostan...ngantuak terus ada bacaan yang belum diterusian deh...

Kegagalan

Tahukah kenapa kita jatuh ?
Tuhan memberi kita nikmat jatuh, supaya kita belajar bagaimana caranya untuk bangkit, setiap kita jatuh Tuhan sedang menumbuhkan jiwa pemenang dalam diri kita...So, semangat pemenang !

Pekerjaan

Kesenangan Dekat (201008)

Enjoy ...

- Pekerjaan adalah sarana mengubah kualitas hidup. Banyak dari kita
bekerja dengan harapan dapat hidup menjadi lebih baik dimasa yang akan
datang. Untuk itulah banyak yang merencanakan liburan dengan harapan
setelah berlibur maka kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Tapi
sadarkah kita bahwasanya banyak sekali (sebagian besar dari kita) yang
pusing tujuh keliling setelah berlibur. Membayar utang karena berlibur
sering gesek credit card, kembali mengisi celengan karena uang habis
terkuras ?.

Kita seringkali lupa dan lalai mengingat bahwa liburan yang
direncanakan sesegera setelah kita melakukan pekerjaan adalah
KESENANGAN DEKAT. Kesenangan Dekat ini akan menghabiskan hasil yang
kita dapat dari bekerja selama satu tahun. Banyak dari kita yang lupa
merencanakan KESENANGAN JAUH (hari tua/amal kebaikan menuju kematian
atau hari akhir).

Seringkali kita menggunakan LIBURAN sebagai PENGHINDARAN atas
kewajiban/pekerjaan yang seyogyanya kita lakukan. Orang yang melakukan
hal seperti ini memisahkan kesenangan dengan kewajiban, padahal
idealnya/seharusnya berliburlah didalam pekerjaan kita. Oleh karenanya
banyak yang mengukur keberhasilan dirinya dengan keren2an berlibur dan
menghabiskan uang banyak.

"Org yang merasa keren dan pakai barang mahal adalah org yang lebih
murah drpd barang itu sendiri. Orang yang berlibur dengan liburan
mahal adalah orang yang lebih murah dari liburan yang seharusnya ia
nikmati itu. Orang yang keren adalah org yang BERDAMAI dengan dirinya.
Karena pelana tidak menjadikan keledai menjadi kuda. Banggalah dengan
diri anda sebagaimana anda adanya"

Bagaimana agar tetap fokus kepada rencana yang di set di awal tahun ?
berliburlah dalam kehidupan anda. Biasakanlah memberi hadiah atas
sebuah kebaikan. Tepuk pundak sendiri dan katakan "you did a very good
job", krn kita butuh pujian. Hadiahi diri sendiri.

Bagaimana menghadiahi liburan yg menyenangkan. Teknik sandwich. Tau
dimana anda berada. jangan sombong krn ingat ! ada yang lebih kaya dan
jangan sombong krn ada yg lebih miskin. Know where you stand sehingga
perjalanan anda menjadi jelas.

SUPER TIP : Jangan simpan tenaga anda utk sebuah kehidupan yg sedang
anda tunggu, krn kehidupan telah lama terjadi. Byk org hidupnya baru
bersiap2 pdh hidupnya telah lama dimulai. Pensiunlah semuda mungkin
sehingga semuanya masih masuk akal dijalani. Perbaiki usia pensiun
anda, jangan ikuti standard normal (55 tahun). Mulailah persiapkan
KESENANGAN JAUH anda mulai hari ini. Karena kebanyakan orang hidupnya
bersaing dengan biayanya, bukan bersaing dengan impiannya, yang mana
kalau menang (dari persaingan tersebut) maka pendapatannya hanya
sedikit diatas biayanya. Jadi, kejar impian anda dari sekarang.

Rejeki itu adalah akibat, akibat dari apa yang anda usahakan dan
impikan. Suami yang kikir thd keluarganya, maka Allah tidak akan
berpikir utk memberikan anggaran lebih untuk suami tersebut. Orang
yang tidak memiliki proyek dalam hidupnya maka Allah tidak akan
berpikir untuk memberikan lebih. Karena proyek adalah doa. Segera buat
proyek pribadi (beli rumah, beli kendaraan, renovasi, liburan, dll)
dan berdoa + berusahalah agar proyek tsb berhasil.

Brp sering anda berdoa untuk kebaikan org lain dibandingkan dgn utk
diri sendiri ? berdoalah agar anda mampu membahagiakan org lain,
berdoalah untuk org lain

WISE CARD dari Mario Teguh
Janganlah menjelaskan mgp anda belum mencapai yg belum anda capai,
tetapi segeralah bekerja menyelesaikan yg telah jelas bagi anda. Ini
akan menuntun pekerjaan lain yang besar. Perbesarlah kesungguhan dlm
pekerjaan apapun yang menjadikan anda besar

Miliki kesungguhan baru dan terlibatlah pada kesibukan2 yang
membahagiakan orang lain. Buatlah diri anda penting bagi org lain.

HASIL AKHIR kadang mengganggu kesungguhan kita. bgmn menyikapinya ?
hasil yang anda terima tdk boleh dilihat sbg sesuatu yang final. Org
yang mengeluh adalah org yang melihat masalahnya permanen, orang yang
sombong adalah orang yang melihat keberhasilannya permanen. Hasil anda
adalah PEMUNGKIN untuk hasil yang lebih baik. Gunakan apa yg ada skrg
sbg pemungkin untuk hasil yang lebih baik yang dapat menuntun anda
mencapai impian anda

RANGKUMAN
Hidup yg paling balik adalah a life of vacation, hidup seindah
liburan, karena dijalani dg gembira. Sesuaikan rasa dan hati anda
sesuai dengan kualitas yang anda harapkan.

"Manfaatnya sangat bermanfaat ketika Anda tidak lagi bermanfaat"
"Manfaatnya tidak bermanfaat saat Anda sedang bermanfaat"

Sabtu, 18 Oktober 2008

Cinta

Sebab Cinta Memang Harus Diupayakan

1. Menikah dengan orang yang kau cintai
2. Mencintai orang yang kau nikahi

Mana yang kau pilih ?
Pilihan kedua...kenapa ?
Sebab jodoh adalah hal yang pasti meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara.
Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk menciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah
Itu jawaban saat itu, tapi beberapa jarak setelah itu Anda mungkin termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Kemudian jawaban itu menjadi ragu, benarkah begitu ?
Pilihan Pertama, menikah dengan orang yang saya cintai mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya sebab cinta itu sudah dilegalkan.
Pilihan Kedua, mencintai orang yang saya nikahi..hmmm pasrah, menerima nasib, ah tidak, saya menerjemahkannya menjadi bentuk syukur padaNYA. Sebab ada yang Allah telah pilihkan kita, tentu itulah yang terbaik maka kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya. Bukankah, jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja ? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya ? tetapi sekali lagi betapa menyenangkan jika pertamalah yang menjadi pilihan. Menikah dengan orang yang saya cintai seperti Fatimah dengan Ali sebagaimana Khadijah menikah dengan Muhammad .
Tetapi kalaupun akhirnya Allah memilihkan oranglain maka pilihan keduapun bukan hal yang tidak menyenangkan tidak ada yang tidak mungkin, sebab cinta memang harus diupayakan...
Bagaimana dengan Anda ? Apakah akan menikah dengan orang yang Anda cintai atau akan mencintai orang yang Anda nikahi...
Dialog hati berakhir...Aku ingin mewujudkan pilihan pertama tetapi Allah tak berkenan, semoga Ia memberi energi untuk mengupayakan pilihan kedua..Sebenarnya itu semua cuma pilihan. Sebab hasilnya Allah tentukan. Bahkan Allah akan menggiring kita hingga memilih pilihan sesuai yang Allah mau. Bingung ? ga usah bingung Allah maha segalanya kok ) Semuanya mungkin bagi Allah..siapa yang bisa menjamin pilihan pertama adalah yang terbaik ? Lalu siapapula yang menjamin kalo pilihan kedua adalah pilihan cadangan ? Sama seperti ketika kita memilih sekolah.
So, coba dikiaskan dengan yang lain, agar terbuka pikiran kita dan makin mudah bagi kita mensyukuri apa yang sudah Allah bagi untuk kita.
From : Annida Magazine

Wallahu A'lam

Tipe Ibu

Enam Tipe Ibu

- The Playful Mother:
Si ibu mempunyai karakter spontan, tidak banyak pikiran, suka bereksperimen, trendi, dan hangat. Tipe ibu ini bisa memposisikan diri sebagai teman beramin anaknya. Sekaligus, dia bisa mendorong rasa ingin tahu anaknya. Bahkan, kenakalan anak-anak ini, bisa diarahkan untuk merangsang si anak, untuk lebih bersikap kritis terhadap lingkungannya.
Di Asia, tipe ibu ini lebih memiliki rasa sayang dan menyenangkan. Selain itu, tipe ibu speerti ini, akan banyak mendorong anak-anaknya untuk bereksplorasi dengan aktif. Sehingga, hasil eksplorasinya itu bisa dijadikan kebanggaan.

- The Natural Mother:
Si ibu memiliki kepribadian yang ceria, pintar, penuh kasih sayang, dan penyayang. Ibu tipe ini, menginginkan anaknya hidup bahagia, mandiri, dan terbuka. Ia menggunakan pendekatan yang santai dalam membesarkan anaknya. Tentunya, ibu tipe ini selalu menunjukkan kasih sayang, mudah bergaul, dan memposisikan sebagai teman anaknya.
Tipe ibu ini, membentuk lingkungan yang sempurna bagi anaknya. Dia lebih peduli dalam mendorong anak-anaknya, supaya hidup lebih mandiri. Dia pun ibu yang menyadari, bahwa masa bermain anak-anak itu, harus dinikmati.

- The Protective Mother:
Si ibu lebih berhati-hati, rajin, mengabdi, lembut, konservatif, dan tidak suka risiko. Ia menginginkan anaknya menjadi innocent, lembut, berharga, dan terlindungi. Selain itu, si ibu ingin menjadi sumber utama yang memberikan perlindungan dan kenyamanan anaknya. Termasuk, nasihat serta hal yang menyenangkan untuk melakukannya. Menurut ibu tipe ini, anak adalah segalanya. Tipe ibu ini di Asia, sebagian besar lebih sensitif pada perannya, tetapi jauh lebih mandiri, dibanding dengan ibu-ibu yang memiliki tipe sama di belahan dunia lainnya.

- The Independent Mother:
Ibu tipe ini lebih bersikap aktif, suka berpetualang, berani, dan mandiri. Ia menginginkan anaknya menjadi, enerjik, sehat, mandiri, selalu ingin tahu, dan yang pastinya anaknya itu harus berjiwa petualang. Uniknya, ibu tipe ini percaya dengan kemampuannya dan dalam menjalankan perannya dia bisa bersikap tenang. Sekaligus, menjadi ibu baginya adalah petualangan yang penuh kenikmatan.

- The Ambitious Mother:
Si ibu lebih berorientasi pada tujuan, yang mengharapkan pada kesuksesan. Dia pun, lebih mementingkan gaya, dan cenderung penuntut pada anaknya. Harapan dari ibu tipe ini, dia menginginkan anaknya menjadi lebih besar dan lebih baik. Artinya, di segala kesempatan, dia berharap anaknya ini bisa jadi pemenangnya. Ibu tipe ini pun, memiliki sikap yang disiplin. Dia akan berbangga hati, bila bisa memberikan yang terbaik buat anaknya. Sehingga, dalam kehidupannya, ibu tipe ini akan mengarahkan impian yang besar, dan bekerja keras untuk menyalurkan bakat anaknya, supaya sukses di masa depan.

- The Competent Mother:
Ibu tipe ini, lebih bertanggung jawab, rasional, berpikir jernih, teliti, dan selalu memiliki innformasi terkini. Dia pun menginginkan anaknya itu menjadi anak yang dibesarkan dengan baik, bersih, dapat tampil, memiliki kemampuan menganalisis, dan menguasai ketrampilan. Biasanya, sikap ibu tipe ini, yaitu, terencana dengan baik, tinggal dilingkungan yang sempurna, mempunyai jiwa pendekatan yang sistematis, dan dia merasa bangga bila dapat memberikan anaknya permulaan yang baik.
Sumber: Kimberly-Clark Indonesia from Ahmad Mukhsinuddin el-Fahdiey

Kamis, 16 Oktober 2008

Menara Peninsula

16-10-08

Sebetulnya, ini bukan kali pertama aku liputan ke Jakarta tapi ini merupakan kesan pertama di mana pengalaman hari ini bisa aku tuangkan lewat blogg yang baru dua hari ini online...Sebenarnya aku bingung mau nulis apa tapi karena terinspirasi dari novel yang dibaca seharian tadi..jadi kuketik saja pengalaman ku ke Jakarta tepatnya ke Menara Peninsula...Berangkat sekitar pukul 08.45, aku sempat tergesa-gesa karena takut telat ma'lum tadi malas banget bangun, apalagi beberapa hari ini aku lagi istirahat dari kewajiban ku menghadap-NYA..ya udah keenakan...Beruntung, sesampainya di Stasiun Cilebut kereta ke Jakarta tiba..Sehingga aku pun langsung bergegas masuk dan kebetulan hari itu ada tempat duduk kosong...Jadi, perjalanan tadi sedikit melegakan karena bisa duduk dan baca novel..sampai tak terasa kalau aku dah sampai Duren Kalibata..berarti satu stasiun lagi aku turun di Cawang..Kalian mungkin mengira kalau perjalananku membosankan, karena tak ada kenalan baru atau hal menarik yang bisa diceritakan...Tapi tenang dulu, saat aku sampai di lokasi acara, tepatnya di Menara Peninsula..aku bertemu dan berkenalan dengan wartawan dari Rakyat Merdeka dan Non Stop...Kita sempat ngobrol tapi perbincangannya biasa-biasa saja, jadi sepertinya tak akan membuat kalian tertarik...Apalagi kepergianku ke Jakarta untuk tugas liputan...Aduh, sepertinya pengalaman pertama yang kutik di blogg belum menarik deehhh...lain kali qt sambung lagi ya..coz aku pingin cepet nyampe kamar dan keluar dari kantor... ok CU

Tak Sekadar Kata-kata

Saya Ingin Seperti Ayah
Suatu hari suami saya rapat dengan beberapa rekan bisnisnya yang kebetulan mereka sudah mendekati usia 60 tahun dan dikaruniai beberapa orang cucu. Di sela-sela pembicaraan serius tentang bisnis, para kakek�yang masih aktif itu sempat juga berbagi pengalaman tentang kehidupan keluarga di masa senja usia.

Suami saya yang kebetulan paling muda dan masih mempunyai anak balita, mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dan untuk itu saya merasa berterima kasih kepada rekan-rekan bisnisnya tersebut. Mengapa? Inilah kira-kira kisah mereka......

Salah satu dari mereka kebetulan akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta tolong diatur tiket kepulangannya melalui Surabaya karena akan singgah ke rumah anaknya yang bekerja di sana.

Di situlah awal pembicaraan 'menyimpang' dimulai.
Ia mengeluh, "Susah anak saya ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main."
"Kalau saya telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat cucu."

Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain. "Kalau Anda jarang bertemu dengan anak karena beda kota, itu masih dapat dimengerti," katanya.
"Anak saya yang tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau ingin bertemu."

"Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena kedua anak�saya jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon."

Ada lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya mengengok anak laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika. Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya, "Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia?"
"Bayangkan! Kami menempuh perjalanan hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang."
Apa yang digambarkan suami saya tentang mereka, adalah rasa kegetiran dan kesepian yang tengah melanda mereka di hari tua. Padahal mereka adalah para profesional yang begitu berhasil dalam kariernya.

Suami saya bertanya, "Apakah suatu saat kita juga akan mengalami hidup seperti mereka?" Untuk menjawab itu, saya sodorkan kepada suami saya sebuah syair lagu berjudul Cat's In the Cradle karya Harry Chapin. Beberapa cuplikan syair tersebut saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia agar relevan untuk konteks Indonesia.

Serasa kemarin ketika anakku lahir dengan penuh berkah. �Aku harus siap untuknya, sehingga sibuk aku mencari nafkah sampai 'tak ingat kapan�pertama kali ia belajar melangkah. �Pun kapan ia belajar bicara dan mulai lucu bertingkah Namun aku tahu betul ia pernah berkata, "Aku akan menjadi seperti Ayah kelak"� "Ya betul aku ingin seperti Ayah kelak"

"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Ketika saat anakku ulang tahun yang kesepuluh; Ia berkata, "Terima kasih atas hadiah bolanya Ayah, wah ... kita bisa main bola bersama. Ajari aku bagaimana cara melempar bola"

"Tentu saja 'Nak, tetapi jangan sekarang, Ayah banyak pekerjaan sekarang" Ia hanya berkata, "Oh ...."
Ia melangkah pergi, tetapi senyumnya tidak hilang, seraya berkata, "Aku akan seperti ayahku".
"Ya, betul aku akan sepertinya"

"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Suatu saat anakku pulang ke rumah dari kuliah; �Begitu gagahnya ia, dan aku memanggilnya, "Nak, aku bangga sekali denganmu, duduklah sebentar dengan Ayah"
Dia menengok sebentar sambil tersenyum, "Ayah, yang aku perlu sekarang adalah meminjam mobil, mana kuncinya?" �"Sampai bertemu nanti Ayah, aku ada janji dengan kawan"
"Nak, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Yah, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama"

Aku sudah lama pensiun dan anakku sudah lama pergi dari rumah; Suatu saat aku meneleponnya.
"Aku ingin bertemu denganmu, Nak" �Ia bilang, "Tentu saja aku senang bertemu Ayah, tetapi sekarang aku tidak ada waktu. Ayah tahu, pekerjaanku begitu menyita waktu, dan anak-anak sekarang sedang flu. Tetapi senang bisa berbicara dengan Ayah, betul aku senang mendengar suara Ayah"

Ketika ia menutup teleponnya, aku sekarang menyadari; Dia tumbuh besar�persis seperti aku; Ya betul, ternyata anakku persis seperti aku. Rupanya prinsip investasi berlaku pula pada keluarga dan anak. Seorang investor yang berhasil mendapatkan return yang tinggi, adalah yang selalu peduli dan menjaga apa yang diinvestasikannya. Saya sering melantunkan cuplikan syair tersebut dalam bahasa aslinya,

"I'm gonna be like you, Dad, you know I'm gonna be like you",
kapan saja ketika suami saya sudah mulai melampaui batas kesibukannya.
Ternyata cukup manjur. "Lutfi ... ayo kita kasih makan kelinci," katanya kepada anak kami yang berusia 3 tahun.

Prinsip diatas dapat kita terapkan dalam kehidupankita sehari hari maupun dalam tugas kerja kita mengembangkan manusia yang menjadi tanggung jawab kita ataupun bawahan kita.
Apabila kita mempunyai bawahan dengan kwalitas kerja yang kurang atau dibawah standard maka...... sadarlah bahwa kejadian ini mungkin�merupakan refleksi atau bentukan dari diri kita sendiri jadi jangan salahkan mereka.... jangan mem "vonis" mereka tapi coba cari titik awal timbulnya masalah, dan coba introspeksi.

Pentingnya Gizi bagi Balita

Perangi Gizi Buruk Balita!

Jutaan anak Indonesia rentan terkena gizi buruk dan gizi kurang, khususnya anak di bawah usia tiga tahun (batita). Usia yang relatif singkat, namun sarat dengan proses pertumbuhan.
Kondisi itu terjadi karena kurangnya asupan pangan hewani maupun nabati, yang menjadi penentu bagi pertumbuhan balita. Kekurangan asupan gizi itu akan mengganggu perkembangan fisik maupun mental anak.
Berdasarkan data 2007, 4 juta balita mengalami gizi kurang dan 700.000 diantaranya adalah penderita gizi buruk.
Padahal, jika anak-anak balita mengalami kekurangan gizi yang berkepanjangan tak hanya mengganggu perkembangan fisik seperti tinggi dan berat badan, tapi juga pada perkembangan otak. Karena faktor itulah, yang menjadi tolok ukur kasus gizi buruk di Indonesia. “Anak usia dua tahun mengalami pertumbuhan berat badan kurang dari 2 kg dan tinggi rata-rata kurang 2 sentimeter dari pertumbuhan bayi normal,” jelas Guru Besar Pangan dan Gizi IPB Prof Dr Ali Khomsan. Ini dikarenakan pola makan dan asupan gizi tidak memenuhi kebutuhan. Padahal, pangan hewani atau asupan gizi adalah penentu kecerdasan. Bila kekurangan itu terjadi pada fase tumbuh kembang anak, maka kecerdasan anak tidak akan dapat diperbaiki lagi.
Karena itu, saat menginjak usia setahun, hendaklah anak diperkenalkan dengan beragam makanan keluarga yang diseimbangkan dengan susu. Apalagi susu merupakan sumber gizi terbaik bagi pertumbuhan anak usia balita, yang masih membutuhkan banyak asupan kalsium.(pia)

Banyak Aspek Melatarbelakangi

Jumlah penderita gizi buruk tampaknya akan terus meningkat jika perekonomian bangsa tidak stabil, dimana harga kebutuhan pokok meningkat setiap tahunnya. Akibatnya, sebagian ibu rumah tangga tak mampu menerapkan pola asuh yang baik karena harus mencari uang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, atau tak bisa mendatangi posyandu dan pusat kesehatan lainnya, karena ketidaktahuan atau ketidakmampuan secara ekonomi.
Faktor kesejahteraan ini otomatis berpengaruh terhadap asupan gizi balita. Balita lebih banyak mendapat porsi makanan siap saji dengan asupan energi lebih banyak, sedangkan asupan protein hewani kurang. Ini bisa diatasi, salah satunya dengan mengkonsumsi susu.
Konsumsi susu sangat lamban di Indonesia, yakni dalam 30 tahun baru meningkat 4,68 kg per kapita per tahun dari 1,82 kg per kapita per tahun. Angka ini sangat rendah, bahkan dibandingkan dengan Vietnam atau negara berkembang lainnya. Dikarenakan faktor ekonomi, sebagian keluarga tak mampu membeli makanan bergizi atau susu. Meskipun tak sedikit pula, orangtua dari anak-anak penderita gizi kurang ini tetap menganut kebiasaan merokok. Padahal jika dikalkusikan, uang rokok dalam sehari sama dengan satu liter susu atau tiga setengah butir telur.
Lalu di mana sisi ketidakmampuannya membeli makanan yang bergizi atau susu?
Sementara, program makanan tambahan (PMT) yang dikembangkan pemerintah belum menjangkau semua lapisan. Begitupula akses kesehatan dan pendidikan, yang tidak terjangkau sepenuhnya oleh sebagian masyarakat kecil.
Ditambah, kata mantan Praktisi Kesehatan Rachmat Sentika, dari 250 ribu Posyandu yang ada di Indonesia, sekitar 40 persen sudah tidak aktif. Alhasil, cakupan pengendalian dan pantauan kualitas gizi balita tidak lebih dari 50 persen.
Di sinilah, kata Prof Ali Khomsan, peran Posyandu dalam menerapkan program nutrisi, upaya perbaikan gizi dan program penyuluhan serta PMT perlu ditingkatkan.
Selain menerapkan konsep Posyandu yang memberikan penanganan lengkap dalam mengintervensi kesehatan keluarga, perlu terobosan baru untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dan menurunkan angka gizi buruk.(pia)




Kembangkan Warung Pintar di Tiap Desa

Perkembangan jumlah penderita gizi buruk di Indonesia yang tidak pernah menurun, tak sekadar butuh keprihatinan, tapi diperlukan sinergi dari semua pihak. Sehingga image bahwa gangguan gizi buruk adalah urusan kesehatan harus dihilangkan, agar masalah ini bisa cepat tertangani. Peneliti sekaligus dokter di Puslitbang Gizi Bona Simanungkalit mengusulkan agar pemerintah atau siapapun yang peduli dengan kasus gizi buruk membuat program berkala atau kontinyu. Cukup sederhana, dengan membuat sebuah warung yang terdidik secara ekonomi di lokasi atau desa yang memiliki banyak penderita gizi buruk. Nantinya, keberadaan warung itu bisa menyediakan beragam makanan termasuk susu khusus pertumbuhan untuk masyarakat yang memiliki balita secara gratis.
Tak hanya menyediakan makanan yang bergizi, warung itupun dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan, pola pengasuhan, pertanian dan wawasan edukasi lainnya. Agar mereka dapat belajar memasak yang bersih, mengasuh anak yang benar dan membuat makanan bergizi untuk anak.
Tak hanya ada program, warung ini harus melibatkan mahasiswa atau LSM yang diberi insentif. Untuk warga, cukup menyerahkan kupon ketika akan membeli makanan di warung tersebut. Kenapa harus pakai kupon? Nantinya, kupon itu sebagai pertanggungjawaban bagi donatur atau pemerintah. Setelah mapan, warung itu dapat dijadikan pos dalam bentuk koperasi kemudian dana bergulir bagi masyarakat. Jika berkembang dengan baik dan masyarakat di tempat itu mampu mengelolanya, kemudian dilepas dan program warung pintar berpindah ke desa lain. “Cara tersebut lebih nyata dan dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat karena ada perputaran secara ekonomi. Mudah kok, asalkan ada kontinuitas dari orang yang memiliki dana dan bisa menjadi project percontohan,” ujarnya.(pia)

Falsafah Air Mendidih

Air Mendidih

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.

Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?” Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. “Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?”

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Selasa, 14 Oktober 2008

techno kids

Jangan Jauhkan Anak dari Teknologi

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini yang terjadi hampir di segala bidang, menjadikan keluarga Indonesia pada umumnya mau tidak mau harus mulai mengenal berbagai peralatan elektronik, baik itu teknologi digital, multimedia hingga internet, yang sudah mulai merambah hampir ke setiap rumah di kota besar seperti Bogor dan Jakarta. Fenomena Techno Kids, anak kecil yang lebih melek teknologi dibandingkan orangtuanya pun tak terelakkan lagi karena pesatnya perkembangan teknologi juga tidak dapat dicegah.

Pakar Telematika Roy Suryo menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat, jangan pernah dijauhkan dari anak-anak. “Kita akui bahwa teknologi memiliki dampak positif dan negatif, tapi jika semakin dijauhkan, anak-anak malah akan mencari ke luar dan ini akan lebih berbahaya,” jelasnya. Apalagi seringkali orangtua merasa 'kecolongan' ketika anak mereka tanpa sengaja (dengan kepolosannya) membuka situs yang tidak sesuai dengan usianya. Oleh sebab itu, lanjut Roy, orangtua harus mendekatkan teknologi yang cocok dengan anak tapi dimengerti orangtua sehingga bisa diarahkan dengan baik. “Lakukan terus pendekatan dengan mensinergikan apa yang disukai anak-anak agar tekonologi ini bisa dimanfaatkan secara positif,” tandasnya, saat menjadi pembicara dalam talkshow bertema 'Techno Kids- Kontroversi Perkembangan Teknologi Informasi pada Anak di Graha Unilever Jakarta, beberapa waktu lalu.(pia)