Rabu, 26 November 2008

friendship (3)

Ada yang disesali saatkoe lulus dari pesantren, yakni berlama-lama untuk kangen-kangenan usai penobatan juara dan wisuda Mu'alimin..Saking nggak pernah pulang, ditambah saat itu keluarga membawa kendaraan kosong untuk menghadiri wisuda, aku pun langsung ikutserta bersama mereka pulang ke kampung halaman. Padahal, di akhir tinggal di asrama sambil menunggu pelantikan ketua asrama baru dan perpisahan penghuni asrama sebelum libur panjang, teman-teman yang tinggal di pondok saling kangen-kangenan dan bermain menghabiskan waktu di pesantren tercinta. Nyesel banget...sampe-sampe aaku pulang ke rumah dan memulai aktivitas baru selalu teringat kejadian lucu, sedih, bahagia dan perasaan campur aduk lainnya yang menghinggapi kami selama di sana...Hanya sebagian foto dan buku-buku lah yang mengobati kekangenanku terhadap pondokku..Apalagi kesibukan dan jarak membuat koe sulit menjangkau tempat tersebut. Tapi ada satu yang tak akan pernah piepien lupa, kenangan dan ilmu yang didapatkan selama di sana menjadi bekal penting untuk kedewasaan dan kemandirian menapaki kehidupan selanjutnya...terutama di bangku kursus dan kuliah di Jakarta. Meski harus berpisah dengan para asatidz dan sahabat-sahabat koe, penyesalan tak harus menetap di hati karena bagaimanapun ada pertemuan maka konsekuensinya harus siap dengan perpisahan.

Teman jauh yang mendoakan kita, merupakan doa yang paling diijabah Allah SWT.. Ya Tuhanku, ampunilah aku dan teman-temanku berilah kami kemudahan dalam menjalani hidup dan kabulkanlah harapan dan keinginan kami yang belum tercapai dan tergapai...Amiiin

Senin, 24 November 2008

Pendidikan


Ada Psikopat di Sekolah

Mengapa siswa gemar menyontek? Pertanyaan ini memang klasik. Tapi, para guru dan otoritas pendidikan sampai kita hari ini masih terus garuk-garuk kepala karena belum berhasil menemukan metode tercanggih untuk menghentikan kebiasaan menyontek anak-anak didik. Bahkan, tak sedikit pula yang "pasrah" dan menganggap perilaku menyontek sebagai kelaziman yang tidak berimplikasi serius.
Pastinya, jangan pandang enteng apabila anak didik -siswa maupun mahasiswa-kedapatan mengandalkan hasil menyontek untuk menyelesaikan tugas-tugas guru atau dosen mereka. Apalagi jika aksi menyontek dilakukan berkali-kali sampai-sampai anak didik tidak lagi percaya bahwa dia mampu menuntaskan pekerjaan sekolah dengan mengandalkan dirinya sendiri.
Itulah pesan tegas yang muncul berdasar riset banyak peneliti. Lawson (2004), misalnya, mengindikasikan bahwa siswa yang melakukan tindakan kebohongan akademik cenderung akan berbohong di tempat kerja.
Kenyataannya, fenomena menyontek lebih serius daripada pandangan umum. Kompleksitas yang terungkap dari temuan-temuan Barat tentang "kejahatan akademis" ini juga relevan dengan situasi di dunia pendidikan Indonesia.
Contohnya, di antara empat ribuan pelajar yang disurvei Rutger's Management Education Center, 75 persen di antaranya diketahui melakukan aksi menyontek dengan bobot yang sudah tergolong serius. Yang mengenaskan, 50 persen di antaranya bahkan menganggap tindakan menyontek bukan sebagai sesuatu yang salah dan perlu dihentikan.
Pada riset lain, saat ditanyakan mengapa menyontek, 80 persen di antara keseluruhan siswa yang diteliti Newberger (2003) beralasan bahwa tindakan terlarang itu tetap mereka lakukan agar berhasil masuk ke sekolah yang lebih tinggi, khususnya universitas. Para penyontek, seperti halnya siswa yang tidak menyontek, yakin bahwa universitas adalah prasyarat mutlak demi pencapaian sukses masa depan. Jadi, tuntutan untuk meraih keberhasilan justru mendorong siswa menjiplak kreasi akademis orang lain, lalu mengklaimnya sebagai hasil belajar mereka sendiri. Ini alasan pertama.
Alasan kedua, plagiat merupakan konsekuensi negatif tingginya tuntutan akademis yang dibebankan ke anak didik. Faktanya, jangankan pelajar tingkat lanjut, pelajar kelas dua sekolah dasar dewasa ini pun saban hari sudah terpaksa menggendong tas sekolah berukuran besar yang dipenuhi buku pelajaran. Muatan pelajaran dalam buku-buku pelajaran mereka jauh lebih penuh sesak ketimbang buku yang saya baca saat masih seusia mereka dua puluhan tahun silam. Beban studi terlalu besar. Alokasi waktu terbatas. Elemen kegembiraan saat belajar, sebagai keharusan bagi siswa tingkat dasar, terpinggirkan. Akibatnya, bersekolah bukan lagi sebuah proses belajar yang mengasyikkan, melainkan semata-mata aktivitas yang keberhasilannya diukur berdasar pencapaian akhir. Demi mengejar target akhir itu, menyontek menjadi "solusi" guna mengatasi keletihan sekaligus cara untuk membahagiakan orang tua, guru, dan pihak-pihak lain selain si anak didik sendiri.
Uraian di atas menghadirkan pemahaman baru. Kontras dengan pandangan awam, menyontek sangat mungkin bukan pertanda kurangnya kecerdasan siswa. Karena aktivitas menyontek kian lama kian canggih, para pelakunya bisa jadi tergolong pintar, kreatif, bahkan mungkin memiliki tingkat kecerdasan superior. Menyontek, dengan demikian, merupakan penanda betapa anak-anak cerdas itu merasa kian frustrasi karena tidak berkesempatan melakukan petualangan dan akrobat intelektual.
Alasan ketiga, menyontek adalah hasil mimikri anak terhadap kelakuan orang-orang yang lebih dewasa. Anak didik menjadikan figur dewasa sebagai acuan moral mereka. Orang-orang dewasa memang tidak menjiplak seperti yang berlangsung di ruang-ruang kelas. Tapi, aksi mencuri milik orang lain, lalu diikuti dengan memberikan label sebagai milik pribadi, intisarinya sama persis dengan perilaku menyontek. Jadi, maling, koruptor, preman, dan sejenisnya adalah model bagi anak-anak didik untuk menampilkan tindakan sejenis di kelas mereka.
Perilaku orang dewasa seperti menginspirasi siswa melakukan tindakan scholastic psychopathy, di samping mengondisikan mereka pada pandangan bahwa tindakan semacam itu adalah sesuatu yang wajar. Menurut Williams (2002), siswa pada gilirannya menjadi yakin akan keandalan cara-cara antisosial dalam meraih prestasi sekaligus mengalami proses perkembangan moral yang senjang.
Kebiasaan menyontek sejak dini semakin memperbesar predisposisi anak didik untuk kelak berkembang menjadi individu berkepribadian psikopat. Hare (2000) dan Heller (2001) menegaskan hal itu dengan menyebut bahwa individu-individu dewasa berkepribadian psikopat telah memiliki problem tingkah laku sejak usia sebelum tiga belas tahun. Mulai mencuri, berbohong, vandalisme, bullying, aktivitas seksual, membuat kebakaran, mengendus lem, mengonsumsi alkohol, kabur dari rumah, dan -tentu saja- menyontek.
Orang tua melakukan korupsi di tempat kerja. Anak menjiplak tanpa beban, bahkan terorganisasi, di sekolah. Silakan bayangkan, mau ke mana negeri ini!(*)
Oleh Reza Indragiri Amriel, ketua jurusan Psikologi Universitas Binus Jakarta

Kamis, 20 November 2008

Pendidikan Anak (2)


Kembangkan Anak Inovatif Sesuai Kepribadian

Dengan metode Myers Briggs Type Indicator (MBTI) yang disampaikan dalam workshop “Kunci Emas Pengembangan Kompetensi Anak”, Unilever mengajak para guru dan orangtua untuk mengembangkan kompetensi anak sesuai dengan tipe kepribadian anak

Setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Tidak ada seorang anakpun di dunia ini yang memiliki sifat dan kepribadian yang sama persis. Untuk itu, penting bagi guru dan orang tua mengenal kepribadian anak dalam hal mendidik mereka. Karena dengan mengenal kepribadian anak, baik guru maupun orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik dan cara yang tepat dalam memberikan arahan dan bimbingan pada anak. Tentunya juga akan membantu memudahkan proses belajar mengajar sehingga lebih efektif.
Dengan alasan itulah, PT Unilever Indonesia Tbk, melalui merek makanan ringan andalannya Taro, kembali mengadakan workshop bagi para guru dan orang tua untuk mengembangkan kompetensi anak usia sekolah dasar (6-12 tahun). Salah satunya melalui metode Myers Briggs Type Indicator (MBTI) yakni mengenal lebih jauh kepribadian anak. Workshop yang menghadirkan psikolog anak dari Propotenzia Jakarta, Lina E. Muksin MPsi ini, dilaksanakan di hotel JW Mariott Surabaya.

Brand Manager Taro, Amalia Sarah Santi menuturkan, melalui workshop tersebut Taro mengajak guru dan orang tua untuk lebih memahami dunia anak serta berbagi strategi bagaimana menjadi guru idola untuk mengembangkan kompetensi mereka, salah satunya dengan cara mengenal dan memahami kepribadian anak.
Dengan demikian, guru akan disukai dan disenangi anak, karena anak merasa dihargai dan merasa nyaman belajar. Karena perasaan nyaman tersebut, anak akan mengidolakan gurunya. ”Sosok guru idola inilah yang dapat membantu terwujudnya karakter anak-anak Indonesia yang tangguh, kreatif dan kompetitif. Seperti sosok ibu guru Muslimah dalam film Laskar Pelangi,” ujarnya.

Mengapa memahami dunia anak dan mengenal kepribadian mereka menjadi sangat penting? Sarah menambahkan, anak adalah individu yang unik dan dalam keunikan inilah banyak kompetensi yang bisa diasah secara optimal. ”Baik orang tua maupun guru perlu memahami dunia dan kepribadian anak untuk mengembangkan kompetensi mereka dengan cara yang menarik, menantang yang akhirnya meningkatkan minat mereka. Metode mengajar yang bervariasi inilah yang dibutuhkan anak-anak, dimana bertualang merupakan salah satu alternatifnya,” beber dia.

Bertualang merupakan salah satu aktivitas belajar di mana anak mendapat kesempatan memperoleh hal baru serta mengeksplor lingkungan sekitar. Melalui bertualang anak mendapat peluang untuk mengasah kemampuan diri dengan cara yang berbeda pada setiap anak. Dengan demikian, bertualang, selain aktivitas yang menyenangkan bagi anak, juga menunjang pengembangan pribadi anak.

Menurut Psikolog Lina E Muksin, setiap anak belajar dengan cara yang berbeda. Hasil riset menunjukkan bahwa hasil belajar (prestasi akademik) anak berhubungan erat dengan cara belajar yang berbeda pada setiap anak didik. Dengan pendekatan pengajaran yang berorientasi pada anak, diharapkan guru mampu menyediakan pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan setiap anak didik, sehingga tercipta suasana kegiatan belajar yang menarik, bebas dari kecemasan dan tekanan agar tercapai proses belajar mengajar yang efektif. ”Dengan memahami kebutuhan anak sesuai tipe kepribadiannya, akan membuat seluruh potensi anak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang guru maupun orang tua untuk memahami dan memperhatikan keunikan setiap anak,” jelas Lina.

Lina menambahkan, metoda pengajaran yang cenderung menyamaratakan anak, artinya guru beranggapan bahwa semua anak memiliki pemahaman yang sama tentang penjelasan materi ajar yang disampaikan. Hal ini dapat merugikan proses belajar itu sendiri, karena semua anak tidak belajar dalam cara dan kecepatan yang sama, sehingga tujuan belajar yakni meningkatkan pengetahuan dan membangun pemahaman mengenai materi yang diberikan tidak optimal.
”Suasana belajar yang kurang kondusif, penuh dengan kecemasan, dengan mengabaikan kebutuhan dari sisi anak didik, pada sebagian anak dapat menyebabkan anak kehilangan motivasi belajar, mogok sekolah maupun masalah psikologis lainnya,” beber Lina.

Oleh karenanya, untuk mengenal dan memahami kepribadian anak, seorang guru memerlukan metode mengajar yang bervariasi, agar suasana belajar menjadi lebih aktif, ada interaksi / timbal balik antara guru dan murid, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan optimal. Dengan cara pengajaran yang bervariasi akan membuat anak termotivasi untuk belajar dan minat mempelajari hal baru pada anak pun meningkat.

Dalam workshop ini Lina menyampaikan metode Myers Briggs Type Indicator, yang mengklasifikasikan kepribadian ke dalam skala preferensi. Setiap anak didik memiliki cara berbeda dalam hal sikap belajar, menyelesaikan tugas-tugas, maupun dalam cara memaknai informasi yang diperoleh dari dari guru atau lingkungan sekitar. Sebagai contoh, anak dengan kecenderungan ekstrovert, ia senang berinteraksi, mudah bergaul dan menyenangi kegiatan beragam, sebaliknya anak dengan ciri introvert, lebih fokus pada satu kegiatan, senang lingkungan yang tenang dan senang belajar sendiri. Seorang anak dengan ciri sensing (pengamat) senang bekerja secara detil dan menyukai hal-hal praktis. Anak dengan tipe intuitive (penghayal) senang dengan tantangan dan hal baru, mereka menyukai kegiatan imajinatif atau berdaya cipta, kreatif dan penuh dengan inspirasi.
Sedangkan anak dengan ciri thinking (pemikir) dalam hal mengambil keputusan lebih menggunakan pemikiran logis, tegas, dan tidak sungkan mengkritik. Di sisi lain anak dengan ciri feelling (perasa), lebih mempertimbangkan orang lain, mereka suka dengan keharmonisan, dan sensitif terhadap kritikan. Pada anak dengan kecenderungan judging (teratur) ditandai dengan ciri-ciri; nyaman dengan keteratuan, terencana, dalam melakukan aktivitas, memiliki target yang harus diselesaikan, sementara bagi anak dengan ciri perceiving (spontan), suka dengan hal-hal baru, banyak ide dan cenderung menunda tugas sekolah.

Selain mengenal dan memahami kepribadian anak, peserta juga mendapatkan strategi lain untuk meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran, yakni dengan pendekatan konsep multiple intelligent/kecerdasan majemuk, dan strategi 3 H (Head, Heart, dan Hand). Semua ini bertujuan agar terjalin kedekatan anak dengan orang tua maupun hubungan yang lebih baik antara anak didik dengan guru.

”Sebagai brand yang menjadi bagian dari dunia anak, sudah menjadi komitmen Taro untuk membantu anak Indonesia tumbuh dan berkembang sesuai usia, sehingga setiap anak memiliki masa kecil yang menyenangkan dan bermakna. Melalui workshop ini Taro memberikan kunci emas pengembangan kompetensi anak dengan menjadi idola bagi Anak. Oleh karenanya, mari bersama mewujudkan anak Indonesia yang tangguh, kreatif dan kompetitif,” tandas Sarah. (pia/*)

Senin, 17 November 2008

Beda Matahari dan Kumbang

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari. Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.

Senin, 10 November 2008

Friendship (2)


Kalian belum disebut orang yang beriman, jika belum mencintai oranglain seperti mencintai saudara sendiri...sahabat, bukan untuk jadi tonk sampah atau pemanis ruangan tapi sahabat hadir untuk menjadi bagian dari diri kita...

Masih lekat dalam ingatan, kami berempat (piepien, rani, wati dan ida) sama-sama jauh dari orangtua tapi kecepatan dalam memahami penjelasan asatidz/ah membuat kami sering bersama..meskipun saat itu, kami berbeda kamar tidur..Kendati ada dalam kebersamaan, kompetisi positif di antara kami selalu ada khususnya dalam mengejar prestasi.., tapi itu semua tak menyurutkan kedekatan dan keterbukaan kami dalam berbagi suka, duka hingga kejahilan. Seiring waktu, kebersamaan itu berkurang ketika salah satu sahabat kami (ida) harus mendapat perawatan kemudian memutuskan pindah dari pondok, tempat kami menuntut ilmu selama ini.. tak selang berapa lama, satu lagi (wati) memutuskan untuk melanjutkan jenjang mu'alimin (SMA) di sekolah dekat rumahnya...Perasaan sedih sempat menyelimuti perasaan kami (piepien dan rani), tapi kamipun kembali dekat dengan penghuni asrama sekaligus teman kelas kami juga (irma, wiwi dan nurul)..yang berbaur bersama..apalagi saat piepien mendapat kepercayaan sebagai ketua astri 1 (nurul ketua umum dan wiwi ketua astri 2)....to be..continued

Minggu, 09 November 2008

Friendship

Apakah kalian Tahu hubungan antara 2 biji mata ? Mereka berkedip bersama, bergerak bersama, menangis bersama, melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu sama lain..Persahabatan seharusnya seperti itu...kehidupan seperti neraka tanpa sahabat...

Berbicara sahabat, piepien terkadang sedih..., apalagi selama ini sekolah di tempat yang jauh sehingga ketika kelulusan tiba..otomatis qt juga harus siap berpisah dengan mereka yang selama ini bersama-sama dalam canda, tawa, tangis dan senyuman..Tak berhenti di situ, komunikasi pun mulai putus nyambung karena jarak yang ada di antara kami..kayaknya masih lekat dalam ingatan, pertama mondok di sebuah pesantren di Garut.., piepien mengenal orang-orang baru..harus berpisah dari keluarga, sendirian di kota lain yang saat itu membutuhkan tujuh jam perjalanan untuk mencapai ke sana..Tapi piepien cukup senang, bangga bisa mengenal dunia pesantren dan mengenal banyak teman di sana..apalagi banyak kelucuan, pengalaman menarik, kejadian yang menyedihkan, menyenangkan, mengharukan dan menegangkan..mulai dari soal pelajaran, ustadz, asrama, hubungan teman, cinta, curhat adik kelas de el el..
Aduh..kayaknya obrolan qt dilanjut nanti, coz ada pemantau dan udah malem pingin cepet pulang ke kostan..

Sabtu, 08 November 2008

Ada yang baru

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Akhirnya...piepien bisa nulis lagi nih..Tak hanya itu, pekan ini piepien juga dah bisa memenuhi keinginan mencari pengisi kesepian di kostan..itu tuh..tv ma dvd..selain mengisi kekosongan dan pengganti tidur di siang hari, nonton film juga nambah inspirasi loh...semangat untuk bercita-cita, kebersamaan dan cinta... Aduh, pokoknya target yang satu udah kesampaian..
Nah, sekarang piepien punya target untuk menemukan pelabuhan baru dalam mengejar sampan atau kapal yang bisa mendekatkan ke arah impian...do'ain yaa...
Tahu gak sih, ternyata merealisasikan keinginan untuk berbisnis susah ya..selalu ragu dan takut..Padahal, piepien harus inves di akhir tahun ini...kalau tidak, tabungan gak bisa berkembang-kembang..segitu-gitu aja, apalagi gajikoe sekarang harus diirit-irit untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan di masa mendatang... Ya Allah, berilah jalan pada hambamu ini, jika saat ini yang lebih baik bagiku pekerjaan, jodoh atau

"You may have someone in your heart, you may have someone your dream, you may have someone in your memory, but Allah is someone when you have no one..."

Jumat, 07 November 2008

cari ilmu

Kalau Harapan Itu Ada

Kau adalah seseorang yang meyakini akan datangnya fajar setelah gelapnya malam, berharap muncul setelah derasnya hujan, berharaplah dan jangan mudah putus asa akan rahmat dan petunjukNYA. Semoga Tuhan menebar benih-benih keoptimisan dalam dadamu agar berbuah keoptimalan dalam beramal sesuatu..Amin

Di satu masa riak bebunyian terhempas gelap, kala itu sinar cahaya alam perlahan mengais bumi seisinya tuk tertunduk sujud menghentikan segala aktivitas...oh alamku..berikan aku seuntai makna hidup di setiap ruang yang kulewati, secercah harapan mengilhami diri untuk meratapi hari esok kelak. Berharap dipertemukan seekor kumbang jantan yang indah yang sedang merekah, yang siap menghisap madu tanpa rasa lelah dan padam semangat.. Kalaulah harapan itu ada, pernah kau tunda waktu mu buatku mengenalnya! bahkan memilikinya! sungguh, kesemuanya itu adalah ilham yang selalu kudamba atas segala kekuasaanMU..Jika makna hidup adalah sebuah pilihan, maka izinkan kurengkuh segala angan-anganku..izinkan aku mengarungi segala niatku sampai diri ini sadar betapa berharganya jiwa raga ini demi mengharap satu harapan hidup yang penuh nilai, dengan berani dan berkata 'Ini telah kulakukan' demi menggapai pilihan yang selalu ku IMPIKAN-
dean alfange (from K'miftah...reminder)

Tabah Ya...

Muslim sejati selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, bangkit dan tetap semangat..Tuk piepin yang manies semoga selalu tersenyum..

Bila Allah adalah muara dari seluruh persoalan hidup kita di dunia, takkan ada persoalan yang mampu dikalahkan dengan sabar dan tawakal serta ikhlas. Tuk orang-orang yang paling kita cinta, moga Allah berikan keistimewaan tuknya di tempat yang utama.

Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, terdapat dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa dan umrah. Para sahabat bertanya : apa yang dapat menghapusnya ya Rasulullah ? Rasul menjawab : Semangat dalam mencari rizki..HR Thabrani

From : K'Muhsien...reminder

Rabu, 05 November 2008

Manfaat Jalan Kaki

Jalan kaki adalah cara paling mudah dan murah untuk sehat dan bugar. Sebuah riset membuktikan jalan kaki yang dilakukan rutin 40 sampai dengan 50 km per minggu dapat memperpanjang umur. Inilah beberapa manfaat lain dari jalan kaki:
*Satu menit jalan kaki dapat memperpanjang hidup 1,5 sampai 2 menit
*Jalan kaki selama 20 menit setiap hari membakar sekitar 3 kg lemak per tahun
*Jalan kaki selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.
*Jalan kaki cepat 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru
*membantu mengontrol selera makan
*Menurunkan resiko kanker, seperti kanker payudara

Senin, 03 November 2008

Keoptimisan

Kau Adalah seseorang yang meyakini akan datangnya fajar setelah gelapnya malam, berharap muncul pelangi setelah derasnya hujan, berharaplah dan jangan mudah putus asa akan rahmat dan petunjukNYA. Semoga Tuhan menebar benih-benih keoptimisan dalam dadamu agar berbuah keoptimalan dalam beramal sesuatu...Amin (from Miftahudin R)

Doakan ya, biar pi2n tetap optimis menatap masa depan dan menggapai mimpi serta cita-cita...Terutama dalam menata masa depan di dunia dan akhirat dengan status yang berubah ke arah lebih baik...Amin.